
Melihat Laurie yang kini membuka matanya, bahkan juga menyapanya Alvaro pun tertegun. "Kau?" tanya Alvaro sambil mengerutkan keningnya.
"Iya Dokter Alvaro, maaf sudah mengagetkan anda."
"Panggil aku Alvaro saja. Jadi kau sebenarnya sudah sadar? Saat kau meneteskan air matamu kau sebenarnya juga sudah sadar kan?" tanya Alvaro.
Lauri pun tersenyum simpul, lalu perlahan menganggukkan kepalanya. "Ya, saat itu aku sudah sadar dan aku mendengar ceritamu."
"Aku sudah menduganya Laurie."
"Kau sudah menduga kalau aku sudah sadar? Tapi kau tetap berpura-pura pada semua orang?"
"Ya, aku hanya menduga kalau kau sebenarnya sudah sadar, tapi aku belum bisa memastikan semua itu, makanya aku belum berani mengambil kesimpulan, dan aku juga tahu kau pasti memiliki alasan melakukan semua ini."
"Kau benar Alvaro, dan kau pun pasti sudah tahu alasannya."
Alvaro pun tersenyum. "Ya, aku sudah tahu kau ingin menghindar dari Zack kan?"
"Karena hanya ini yang bisa kulakukan, Alvaro. Jadi kau mau membantuku kan? Kau mau menutupi semua kebenaran ini, kalau ternyata aku sudah sadar?"
"Tentu saja, Laurie. Tentu aku akan membantumu, tapi kau tahu kan waktuku untuk merawatmu hanya 3 bulan saja?"
"Dan aku juga tidak mau kembali pada Zack."
"Jadi, selama 3 bulan itu kau akan mencari cara agar kau bisa bebas dari Zack?"
"Tentu saja Alvaro, dan satu-satunya orang yang bisa membantuku hanyalah kau. Apa kau mau membantuku?"
"Apapun akan kulakukan untuk membantumu Laurie, kau tenang saja aku juga tidak sanggup melihat kesedihan di wajahmu saat harus hidup dengan Zack."
Senyum manis pun tersungging di bibir Laurie, saat mendengar perkataan Alvaro. Melihat senyum manis itu, seketika membuat jantung Alvaro seakan berhenti berdetak.
"Tapi ini bukan hal yang mudah Laurie, Zack adalah seorang mafia besar, pasti sangat sulit bagimu untuk bisa lepas darinya," ucap Alvaro untuk menutupi kegundahan hatinya.
"Aku tahu itu Alvaro, aku tahu itu."
"Lalu, apakah kau sudah punya rencana untuk bisa lepas dari Zack?"
"Sebenarnya aku belum memiliki rencana Alvaro, karena untuk saat ini, yang terpenting aku bisa hidup tenang tanpa ada Zack di sampingku."
"Apa kau begitu tersakiti hidup dengannya?"
"Sangat, aku sangat tersakiti, bahkan sejak aku belum menikah dengannya. Rasanya sangat sakit dan tidak mudah, Alvaro. Aku terpaksa menikah dengannya, meninggalkan kekasihku, dan harus berlapang dada saat tahu kekasihku dibunuh oleh Zack. Itu benar-benar membuatku merasa trauma."
__ADS_1
"Ya aku tahu, itu pasti sangat berat rasanya, karena itulah aku ingin membantumu, meskipun aku tahu ini akan sulit karena yang sedang kita hadapi bukanlah orang main-main, Laurie."
"Iya Alvaro, aku tahu itu."
"Tapi Laurie, apa kau tidak lelah tidur terus menerus di sini?" tanya Alvaro.
"Lelah? Tidak usah kau tanya Alvaro, sebenarnya tidur terus-menerus sangatlah melelahkan. Tapi, mau bagaimana lagi? Hanya ini yang bisa kulakukan untuk bisa lepas dari Zack."
"Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya pada mamamu Laurie?"
"Tidak mungkin, ini sangat berbahaya untuk mama, dan aku tidak mau keluargaku kembali tersakiti karena ulah Zack."
"Lalu kenapa kau percaya padaku?"
"Karena Zack tidak akan pernah curiga padamu."
"Itu menurutmu, bukankah kau sudah dengar, kemarin dia juga mengancamku?"
"Ya, aku tahu itu karena saat itu aku juga sudah sadarkan diri."
"Tapi percayalah padaku kalau dia tidak mungkin curiga padamu, aku tahu bagaimana sifat Zack."
"Baiklah kalau Zack tidak curiga padaku, maukah malam ini kau pergi denganku?"
"Pergi? Kita mau pergi kemana Alvaro?"
Laurie pun tersenyum. "Aku sangat lelah, Alvaro."
"Baik, nanti malam akan kubantu kau keluar dari ruangan ini. Lalu aku akan mengajakmu pergi berkeliling sebentar agar kau tidak merasa bosan."
"Lalu bagaimana dengan mama? Bukankah mama selalu menjagaku?"
"Kau tenang saja, itu akan jadi urusanku."
"Terima kasih Alfaro."
"Iya sama-sama."
Tiba-tiba pintu perawatan itu pun terbuka, Laurie kemudian pura-pura tidak sadarkan diri lagi. "Alvaro kau sudah di sini?"
"Iya Tante Olivia. Tante darimana?"
"Oh, aku baru saja ke kantin."
__ADS_1
"Oh, emh.., Tante Olivia, bagaimana kalau nanti malam sebaiknya Tante Olivia istirahat di rumah saja?"
"Istirahat di rumah? Apa maksudmu Alvaro?"
"Begini Tante Olivia, sebenarnya nanti malam ada observasi tentang kondisi Laurie. Aku berniat mengecek respon semua sistem saraf Laurie. Kemungkinan selama semalaman Laurie menjalani berbagai rangkaian tes saraf di tubuhnya. Jadi, lebih baik Tante Olivia tidur di rumah saja, biar aku yang menjaga Laurie."
"Baiklah kalau begitu, nanti malam Tante titip Laurie ya Alvaro."
"Iya Tante Olivia, kalau begitu aku keluar dulu, aku harus mengecek pasienku yang lain."
"Iya Alvaro, terima kasih banyak."
Alvaro kemudian keluar dari ruangan itu, sementara Laurie hanya bisa berucap di dalam hati. "Ada-ada saja, kau sampai membohongi mama seperti itu agar aku tidak merasa bosan tidur di ruangan ini terus menerus? Lalu, kau juga mengajakku pergi berkeliling? Ternyata, kau lebih baik daripada yang kupikirkan."
Tak berapa lama, setelah Alvaro keluar. Pintu perawatan itu kembali terbuka, tiba-tiba jantung Laurie berdebar semakin kencang merasakan suatu firasat buruk. Dan, benar saja kalau ternyata yang datang mengunjunginya adalah Zack.
Perasaannya kini begitu campur aduk, antara muak kesal, marah, dan benci. Ingin rasanya dia berkata kasar dan mengusir Zack keluar dari ruangan itu, tapi dia bisa apa? Yang bisa dia dilakukan saat ini hanya tertidur di atas brankar sambil mendengarkan perbincangan Zack dan Olivia.
"Mama Olivia, apa kabar?"
"Kabarku tidak pernah baik-baik saja setelah putriku menikah denganmu Zack! Kau seharusnya tahu itu!"
Zack pun tersenyum kecut. "Mama Olivia, kenapa mama berkata seperti itu padaku? Seharusnya mama bahagia Laurie menikah denganku, karena aku yakin hanya akulah laki-laki yang bisa melindungi Laurie."
"Melindungi? Kalau kau bisa melindungi Laurie, tidak mungkin dia akan seperti ini! Kau seharusnya sadar, lebih baik kau melepaskan Laurie sekarang juga atau keadaannya akan semakin memburuk!"
"Kenapa mama berkata seperti itu? Bukankah mama tahu aku sangat mencintai Laurie? Bahkan Malam ini aku berniat menemani Laurie di rumah sakit ini."
Mendengar perkataan Zack, Laurie pun begitu terkejut. 'Oh tidak, jangan sampai malam ini dia menungguku di rumah sakit ini, kalau sampai dia menungguku di sini, maka rencanaku dan Alvaro akan gagal,' batin Laurie.
"Apa? Menunggu Laurie di rumah sakit ini? Tidak akan kubiarkan, lagipula tadi Dokter Alvaro mengatakan kalau malam ini Laurie ada observasi untuk mengetahui respon dari tubuhnya."
"Observasi?"
"Observasi apa itu ma?"
"Dokter Alvaro hanya mengatakan dia akan mengetes seluruh saraf Laurie, untuk menarik kesimpulan saraf mana yang masih berfungsi dengan baik."
"Oh jadi seperti itu, kalau begitu aku akan menunggu Laurie selama melakukan observasi."
"Oh tidak," batin Laurie.
NOTE:
__ADS_1
Mampir juga ya ke karya bestie othor, novelnya Kak SyaSyi, dijamin keren abis deh.