
"Abimana, ada Kenzo. Dia ingin bicara denganmu," ucap Inara. Abimana lalu mengangkat wajahnya.
"Kenzo?"
Inara lalu menganggukkan kepalanya. Abimana pun tersenyum, dia lalu bangun dari atas sofa kemudian berjalan ke arah ruang tamu dan melihat Kenzo yang kini sedang duduk di atas sofa.
"Kenzo!" panggil Abimana. Dia kemudian tersenyum pada Kenzo, namun senyuman manis itu dibalas sebuah senyum kecut sambil menatap Abimana dengan tatapan sinis.
"Selamat siang, Tuan Abimana. Apa saya menggangu anda?"
"Kenzo, kenapa kau memanggilku dengan sebutan seperti itu? Aku Papamu Nak, tentu saja kau sama sekali tidak mengganguku."
"Papa kau bilang? Apa kau sadar dengan kata-katamu, Tuan Abimana?"
__ADS_1
"Kenzo, kenapa kau tiba-tiba berkata seperti ini? Kupikir malam itu kau sudah mau menerimaku sebagai ayah kandungmu, maafkan aku Kenzo. Maaf aku memang memiliki banyak sekali kesalahan padamu dan Mamamu, aku memang belum pernah bisa membahagiakanmu sebagai orang tuamu," jawab Abimana dengan sedikit salah tingkah, apalagi Kenzo kini menatapnya dengan tatapan begitu tajam, raut wajahnya memerah menyiratkan amarah yang sedang dipendamnya yang semakin membuat perasaan Abimana kian terasa kacau.
"Orang tua, Tuan Abimana? Orang tua yang sudah membuang darah dagingnya sendiri di dalam hutan maksudmu?" ucap Kenzo disertai tatapan mata yang begitu sinis sambil mengerutkan keningnya.
Mendengar perkataan Kenzo, seketika jantung Abimana pun berdegup begitu kencang, dia kemudian menelan ludahnya dengan kasar sambil bergumam dalam hati 'Akhirnya dia tahu kenyataan yang sebenarnya.'
"Kenzo, jadi kau sudah tahu semua itu? Apa Mamamu sudah memberitahu tentang semua itu, Nak? Maafkan Papa Kenzo, Papa dulu memang pernah melakukan kesalahan yang begitu besar padamu."
"YA AKU SUDAH TAHU SEMUA ITU! BUKAN URUSANMU DARIMANA AKU BISA MENGETAHUI SEMUA ITU! TUAN ABIMANA, KAU TELAH MELAKUKAN KESALAHAN YANG BEGITU BESAR, TIDAK HANYA PADAKU, TAPI PADA ORANG TUAMU DAN MAMAKU, AMANDA! AKU BENAR-BENAR TIDAK MENYANGKA MEMILIKI SEORANG AYAH YANG BERHATI IBLIS SEPERTIMU! KAU BENAR-BENAR BIA*AB! DAN MULAI SAAT INI JANGAN HARAP AKU MASIH MAU MENGANGGAPMU SEBAGAI AYAH KANDUNGKU! KAU TIDAK PANTAS DISEBUT SEBAGAI MANUSIA, ABIMANA!"
"Maaf katamu? Mudah sekali kau mengucap kata maaf? Kemana saja kau selama ini? Kau tiba-tiba datang padaku saat aku sudah dewasa, lalu mengaku jika kau adalah ayah kandungku tanpa rasa bersalah sama sekali, kau benar-benar ba*ingan Tuan Abimana! Dan aku memang sudah tidak sudi menganggapmu sebagai ayah kandungku!"
"CUKUP KENZO!" teriak Inara yang kini mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
"Tante Inara mau membela suami Tante? Suami yang sangat Tante banggakan ini?"
"Kenzo, bersikaplah lebih sopan karena bagaimanapun juga dia adalah ayahmu! Dia ayah kandungmu, Kenzo. Dia dulu memang pernah melakukan kesalahan tapi dia sudah menyadari semua kesalahan yang pernah dia lakukan, setiap orang pasti pernah melakukan ke khilafan dalam hidupnya dan tidak pernah luput dari dosa, termasuk Abimana, yang terpenting saat ini ayahmu sudah berubah. Dia bukanlah Abimana yang bi*dab dan ba*Ingan seperti yang kau katakan, dia juga sudah menebus semua kejahatan yang pernah dia lakukan selama dua puluh tahun di dalam penjara, dan itu bukanlah hal mudah Kenzo. Abimana dulu tidak pernah menginginkan kau dan Sharen tahu siapa dirinya karena dia sadar, itu pasti bukan hal yang mudah bagi kalian untuk menerima dirinya. Tapi aku yang terus memaksa Abimana untuk menceritakan kebenaran ini."
"Oh jadi kau pernah ditahan, Tuan Abimana? Kenapa kau tidak membusuk saja di dalam tahanan? Hukuman mati sebenarnya lebih pantas bagimu karena manusia seperti dirimu memang tidak layak untuk hidup bebas di dunia ini! Manusia seperti dirimu tidaklah pantas hidup di dunia, Tuan Abimana!"
"KENZO! CUKUP KENZO! Jangan pernah lagi kau berkata kasar pada ayahmu, dia ayah kandungmu dan dia sudah melakukan pertaubatan atas semua kejahatan dan kesalahan yang pernah dia lakukan. Kau tidak pantas berkata seperti itu pada ayah kandungmu karena Abimana berhak diberikan kesempatan!" Bentak Inara karena saat ini melihat Abimana yang hanya bisa diam dan menangis.
"Biarkan saja, Inara. Berkatalah sesukamu, Kenzo. Aku memang pantas mendapatkan umpatan-umpatan darimu, aku memang tidak pantas disebut sebagai manusia, dosaku memang terlalu besar, aku memang tidak kayak lagi hidup di dunia ini, aku menyadari semua itu, Kenzo. Aku menyadarinya," ucap Abimana sambil terisak.
"Bagus jika kau sadar itu, dan jangan harap aku terpengaruh dan mau menganggapmu lagi sebagai orang tua kandungku saat melihat air mata buayamu itu, karena sampai kapanpun aku tidak sudi memiliki orang tua seperti dirimu! Aku tidak mau memiliki seorang ayah berhati iblis seperti dirimu!"
"Kenzo! Apa kau sadar dengan kata-katamu! Kau seperti bukan Kenzo yang kukenal! Kenzo tidak pernah berkata seperti ini! Kenzo tidak pernah bersikap tidak sopan terhadap orang yang lebih tua darinya, apalagi orang tua kandungnya sendiri!" teriak sebuah suara yang kini mulai mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
NOTE:
Kalau komen sama like nya rame, nanti sore aku lanjutin. Kalo ngga lanjutinya kapan² 🤣🤣