Bed Friend

Bed Friend
Ceroboh


__ADS_3

"Kenzo!" ucap Aleta lirih sambil memegang pipinya yang baru saja mendapat tamparan keras dari Kenzo.


"Kau benar-benar keterlaluan, Aleta! Kau benar-benar berbeda! Kau bukan lagi Aleta yang seperti kukenal dulu!"


"Kenzoooo..." isak Aleta, namun Kenzo bergegas masuk ke mobilnya lalu mengendarai mobilnya menuju ke apartemennya.


🍒🍒🍒


"Mama, bolehkah kukatakan sesuatu pada mama?" ucap Sharen saat sedang duduk di mini bar bersama Amanda dan Inara.


"Ada apa Sharen?"


"Mama, sebenarnya aku tidak terlalu menyukai Aleta."


"Tidak menyukai Aleta? Memangnya kenapa Sharen? Bukankah dia anak yang baik? Apakah kau tahu, dia bahkan merelakan dirinya terluka demi melindungi mama saat mama hampir saja tertabrak sepeda motor."


"Mama jangan terlena dengan kebaikan seseorang karena kita tidak tahu seberapa dalam hati seseorang. Apa mama sudah lupa bagaimana Mama Ghea merelakan dirinya tertabrak sepeda motor agar bisa menarik perhatianku?"


"Amanda, mungkin kau harus mempertimbangkan pendapat Sharen. Mulai sekarang kita sebaiknya harus berhati-hati pada Aleta, coba kau selidiki sebenarnya siapa Aleta. Mungkin keputusanmu saat mengangkat Aleta menjadi asisten pribadimu itu sedikit terburu-buru."


"Iya ma, benar kata Mama Inara, kenapa mama sedikit ceroboh langsung mengambil keputusan untuk mengangkat Aleta sebagai asisten pribadi mama tanpa menyelidikinya terlebih dulu? Dia bahkan tidak mengatakan pada Mama kalau dia ternyata adalah teman SMP Kenzo kan? Padahal dia tahu Mama adalah orang tuanya dan dia juga ikut mengurus persiapan pernikahan Kenzo dan Cleo, kalau dia tidak memiliki suatu niat yang terselubung kenapa dia tidak berterus terang saja."


Amanda pun kini tampak berfikir sambil mengerutkan keningnya dan menggigit bibir bawahnya. Rasa cemas pun kini mulai menghantui dirinya.

__ADS_1


"Mama aku memiliki firasat buruk dengan kehadiran Aleta di keluarga kita. Sepertinya dia menyukai Kenzo, bahkan aku pernah beberapa kali memergoki Aleta sedang menatap Cleo dengan tatapan penuh kebencian."


"Benarkah? Kau tidak berbohong kan, Sharen?"


"Iya ma, untuk apa aku berbohong. Tidak ada untungnya aku menjelek-jelekkan Aleta tanpa sebab, aku hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada hubungan Kenzo dan Cleo."


"Benar apa yang dikatakan oleh Kak Sharen ma." teriak sebuah suara yang kini sedang berjalan ke arah mereka.


"Kenzo?" ucap Amanda. Inara dan Sharen pun langsung mengalihkan pandangannya pada Kenzo.


"Mama, benar yang dikatakan oleh Kak Sharen. Aleta memang tidak sebaik yang mama pikirkan."


"A.. Apa maksudmu Kenzo?"


"Benar kan ma? Aku sudah memiliki firasat buruk saat melihat Aleta tadi pagi, mama harus segera bertindak sebelum dia bertindak lebih jauh, mama dengar sendiri kan? Kalau dia tidak memiliki maksud buruk untuk apa dia tidak mengatakan jika dia adalah teman Kenzo padahal mama sering menelepon Kenzo di depannya, bahkan tanpa sepengetahuan mama dia seringkali menelepon Kenzo kan?"


Amanda pun kini hanya diam termenung. 'Aku telah melakukan kesalahan yang begitu besar, kenapa aku begitu bodoh dan ceroboh dalam mengambil keputusan karena terlena oleh kebaikannya?'


"Ini memang kesalahanku, aku memang dulu memberi perhatian lebih pada Aleta, tapi aku tidak menyangka jika ternyata akan menjadi seperti ini," ujar Kenzo.


"Memberi perhatian lebih? Apa maksudmu, Kenzo?"


"Mama, apa mama ingat dulu ada seorang pekerja yang meninggal saat mengalami kecelakaan kerja? Dia adalah ayah dari Aleta. Karena itulah aku merasa kasihan, saat itu ibunya sakit-sakitan dan adiknya masih balita jadi aku sering memberi bantuan padanya, aku selalu membantunya jika dia memerlukan bantuan termasuk membiayai biaya operasi ibunya. Bahkan aku juga yang memberikan akses agar dia bekerja di perusahaan kita. Sebenarnya semua itu kulakukan agar dia tidak selalu bergantung padaku, tapi mungkin dia mengartikan lebih perhatian yang kuberikan padanya."

__ADS_1


"Tapi bukankah mama sudah memberikan kompensasi yang cukup pada keluarga mereka? Kau seharusnya tidak perlu melakukan semua itu, Kenzo."


"Uang itu hanya cukup untuk membayar hutang orang tua Aleta ma."


"Astaga," ucap Amanda sambil menutup mulutnya.


"Amanda, lebih baik kau pulangkan Aleta secepatnya lalu kau berikan posisi lain di perusahaan yang tidak begitu banyak berinteraksi denganmu agar kau bisa membatasi hubunganmu dan Aleta."


"Ya kau benar juga, Inara. Aku tidak mau sesuatu hal yang buruk terjadi pada hubungan Kenzo dan Cleo karena kecerobohan yang telah kulakukan, aku harus secepatnya menyelesaikan semua ini dengan Aleta."


"Iya ma, mumpung Cleo dan Tante Vallen sedang pergi berbelanja, lalu Papa Abimana, Papa Rayhan, dan Om Firman juga sedang keluar, untuk sementara cukup kita saja yang tahu agar bisa menjaga perasaan Cleo dan keluarganya."


"Ya, aku akan menghubungi Aleta lalu menyuruhnya pulang secepatnya," ucap Amanda kemudian mengambil ponselnya untuk menelpon Aleta. Namun belum sempat dia menelepon tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka.


"Anda tidak perlu repot-repot menghubungi saya Nyonya Amanda karena saya sudah ada di sini," ucap Aleta sambil tersenyum kecut.


NOTE:


Mampir juga ke karya bestie aku yuk, Kak Asyifa judulnya Aku diantara mereka, dijamin ceritanya keren abis 😍🥰❤️



Blurb:

__ADS_1


Reyhan rela menikah dengan istrinya yang kejam demi membayar hutang sang ayah. Namun, pernikahan Reyhan tidaklah seperti pernikahan pada umumnya. Belasan tahun menikah dikaruniai dua orang anak, tapi tak pernah sekalipun dia menyentuh istrinya. Sejak bertemu Hanna kehidupan Reyhan mulai berubah. Bagaimana nasib pernikahannya dengan istri kejamnya? Ataukah dia lebih memilih Hanna sebagian teman dalam hidupnya? Lalu anak siapakah keduanya?


__ADS_2