Bed Friend

Bed Friend
Penghalang


__ADS_3

"Siapa Kenzo?" tanya Amanda lagi.


"Oh Clarissa, Ma."


"Clarissa? Baguslah kalau dia meneleponmu, coba kau angkat. Kemarin dia ijin pada Mama untuk pergi ke Bandung. Mungkin dia membutuhkan sesuatu, Mama juga ingin berbicara dengannya."


"Iya, Ma," jawab Kenzo kemudian mengangkat panggilan dari Clarissa.


[Halo Clarissa.] jawab Kenzo sambil sedikit menjauh dari Amanda yang kini sedang mengamati beberapa berkas pekerjaan yang ada di tangannya.


[Halo, Kak Kenzo.]


[Bagaimana keadaanmu?]


[Aku baik-baik saja, Kak. Saat ini kami ada di apartemen milik Papa dan Mama, aku juga sudah bisa mengendalikan Nathan dan menasehati agar dia melupakan cintanya pada Kak Cleo.]


[Lalu?]


[Sepertinya dia mau menurutiku, saat ini dia sudah tidur. Setelah makan malam dia tidur di sofa yang ada depan ruang televisi. Sekarang aku sudah ada di kamar untuk beristirahat.]


[Oh baguslah kalau seperti itu, terimakasih banyak Clarissa. Tapi kau tetap harus berhati-hati, jangan sampai Nathan mengetahui identitasmu yang sebenarnya jika kau adalah adikku.]


[Iya Kak.]


[Clarissa, aku sedang bersama dengan Mama. Sepertinya Mama ingin bicara denganmu.]

__ADS_1


[Oh ya berikan saja pada Mama.] jawab Clarissa. Kenzo kemudian memberikan ponselnya pada Amanda lalu mengamati Amanda yang sedang berbicara di telepon dengan Clarissa.


'Bagus, sepertinya Mama tidak curiga,' gumam Kenzo. Tiba-tiba sebuah tiupan kecil di belakang telinganya pun mengagetkan dirinya. Kenzo lalu membalikkan wajahnya dan melihat Cleo yang kini berdiri di belakangnya.


"Bagaimana sayang?"


"It's okay," jawab Kenzo sambil menganggukkan kepalanya. Amanda yang sudah selesai berbicara dengan Clarissa di telepon lalu mendekat ke arah mereka.


"Kapan kau datang, Cleo sayang?"


"Baru saja, Ma."


"Kalian mau makan malam di sini kan?"


"Oh baiklah, lebih baik kalian menginap di sini saja. Mama juga sedang sendirian, Papa Rayhan sedang pergi keluar kota, sedangkan Clarissa pergi ke Bandung untuk mengurusi mata kuliah baru yang akan diambilnya," jawab Amanda. Mendengar perkataan Amanda mengenai Clarissa, Kenzo dan Cleo pun saling berpandangan dan tersenyum nakal. Di saat itulah, ponsel Kenzo kembali berbunyi. Dia lalu melihat ponselnya dan melihat sebuah nama tertera di layar ponsel itu. 'Maya?' gumam Kenzo.


'Mungkin masalah pekerjaan, aku sedang tidak ingin diganggu masalah pekerjaan,' gumam Kenzo lagi. Dia kemudian mematikan ponselnya lalu menghampiri Amanda dan Cleo yang kini sudah ada di meja makan dan menikmati makan malam bersama. Setelah selesai makan malam, Kenzo bergegas pergi ke dalam kamarnya sedangkan Amanda dan Cleo kini menonton televisi sambil bercakap-cakap.


Sementara di ujung sambungan telepon, Maya kini tampak menangis. Dia duduk sambil menatap Aleta yang kini ada di depannya dengan mata terpejam. 'Kau sudah tidak berdaya seperti ini, tapi mereka pun tetap tidak peduli padamu, Aleta. Bahkan Kenzo pun mematikan panggilan dariku, apakah mereka masih dendam padamu? Apakah mereka pikir kau masih menjadi penghalang bagi hubungan mereka? Benar-benar pengecut, mereka semua memang tidak punya hati!' gumam Maya sambil menghapus air matanya.


Sementara itu, Kenzo yang kini berdiri di balkon kamarnya tersenyum saat sebuah pelukan hangat menempel di punggungnya. "Aku sudah menunggumu," ucap Kenzo kemudian membalikkan tubuhnya.


"Kenapa kau harus menungguku? Bukankah biasanya di kamar ini kau selalu tidur sendiri?" tanya Cleo. Namun Kenzo tidak menjawab pertanyaannya tapi malah menempelkan bibirnya di bibir Cleo lalu mulai melu*at bibir Cleo hingga keduanya pun saling mema*ut satu sama lain sambil melangkah ke dalam kamar tanpa melepaskan ciuman mereka dan melepaskan pakaian mereka sebelum berhenti di atas ranjang.


Kenzo lalu menikmati setiap bagian tubuh polos Cleo yang membuat Cleo mengeluarkan de*ahan disertai dengan teriakkan kecil hingga sampai keduanya mencapai puncak kenikmatan. Kenzo pun menindih tubuh Cleo setelah melepaskan cairannya ke lubang hangat milik Cleo. "I love you," bisik Kenzo sambil menciumi telinga Cleo.

__ADS_1


"Hari ini tampaknya kau sangat bersemangat, Kenzo?" tanya Cleo saat Kenzo merebahkan tubuhnya di samping tubuh Cleo.


"Ya, karena hari ini aku sangat bahagia."


"Memangnya kenapa?"


"Karena sudah tidak ada lagi penghalang bagi hubungan kita," jawab Kenzo sambil memeluk tubuh polos Cleo yang hanya tertutup selimut.


"Lalu bagaimana dengan Clarissa? Apa dia baik-baik saja?"


"Sangat baik, dia juga sudah menasehati Nathan agar berhenti mencintaimu."


"Syukurlah kalau begitu. Jadi kita tidak usah mencemaskan rencana pernikahan kita lagi kan?"


"Ya. Om Leo juga sudah memberikan jaminan agar kita tidak usah mencemaskan Nathan karena dia pun akan memantau gerak-gerik Nathan."


"Baguslah kalau begitu. Suami seksiku, aku sudah mengantuk, aku mau tidur dulu. Jangan lupa malam ini kau harus memelukku semalaman," ujar Cleo sambil mengenakan pakaiannya.


"Tidurlah istri cantikku, kau tenang saja, nanti aku akan memelukmu semalaman," jawab Kenzo sambil membelai rambut Cleo. Cleo pun tersenyum, beberapa saat kemudian dia pun sudah tampak terlelap. Melihat Cleo yang kini sudah terlelap, Kenzo kemudian mengambil ponselnya dan menyalakan ponsel itu. Tak lama setelah ponsel itu menyala, beberapa pesan pun masuk, beberapa diantaranya dari rekan bisnisnya, namun netranya tertuju pada sebuah pesan dari Maya yang mengirimkan sebuah foto.


Kenzo lalu membuka pesan dari Maya yang kini membuat dirinya begitu panik. "Astaga, maafkan aku May, tidak seharusnya aku mengabaikan panggilan darimu, aku benar-benar menyesal. Aleta, aku benar-benar tidak menyangka jika hal ini akan terjadi begitu cepat padamu," gerutu Kenzo sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


'Haruskah aku ke rumah Aleta sekarang juga? Atau menunggu besok pagi?' gumam Kenzo, dia kemudian memejamkan matanya mencoba untuk berfikir dengan tenang lalu melirik pada Cleo yang kini sudah terlelap di sampingnya, dia juga melirik jam yang di dindingnya.


"Baru pukul sembilan malam, sepertinya belum terlambat, aku harus ke rumah Aleta sekarang juga, ucap Kenzo sambil mengenakan pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2