
Dia kemudian membalikkan tubuhnya lalu berlari menuju kamarnya diiringi air mata yang mengalir begitu deras membasahi wajahnya. Dia kemudian mengunci pintu kamar lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.
'Jadi aku dan Kenzo bukan anak kandung dari papa Rayhan? Jadi ayah kami adalah seorang tahanan? Abimana? Ya, nama ayah kami adalah Abimana? Lalu siapa wanita itu? Apakah dia istri dari ayah kandungku? Kenapa ayahku ada di dalam penjara?' gumam Sharen.
"Sekarang aku tahu kenapa jarak usiaku dengan Kenzo begitu dekat, kami bahkan hanya terpaut satu bulan saja. Sejak dulu Mama Amanda dan Tante Vallen serta Oma Vera selalu mengatakan jika aku dan Kenzo sebenarnya kembar hanya saja kami berbeda pertumbuhan. Kenapa aku tidak menyadari jika semua ini terasa begitu aneh? Ayah kandungku dan Kenzo sama, tapi aku yakin ibu kandung kami pasti berbeda. Jadi siapa sebenarnya yang menjadi anak kandung dari Mama Amanda?"
Sharen beranjak dari tempat tidurnya lalu mulai mendekat ke arah cermin. Perlahan dia mulai meraba bagian dari wajahnya.
"Wajahku dan Mama Amanda memang sangatlah berbeda, apalagi dengan Papa Rayhan, mama Amanda dan Papa Rayhan memiliki bentuk wajah oval, wajahku sedikit bulat, sedangkan Kenzo dia memiliki banyak kemiripan dengan Mama Amanda. Jadi kesimpulannya aku bukanlah anak kandung mereka berdua, aku bukan anak dari Mama Amanda dan Papa Rayhan," ucap Sharen disertai air mata yang mengalir begitu deras membasahi wajahnya.
"Kenapa ma? Siapa aku sebenarnya? Jika aku bukanlah anak kandung dari kalian, kenapa kalian begitu baik padaku? Bahkan kalian memperlakukanku sama seperti yang kalian lakukan pada Kenzo dan Clarissa. Sekarang aku baru tahu jika anak kandung kalian berdua sebenarnya hanyalah Clarissa. Lalu haruskah aku beritahu hal ini pada Kenzo?"
Sharen lalu memejamkan matanya. "Ah tidak, emosi Kenzo begitu tidak stabil, aku takut itu akan mempengaruhi kondisi psikologisnya, apalagi nilainya saat ini begitu kacau. Jika dia tahu semua ini pasti akan sangat berpengaruh padanya, bahkan mungkin akan semakin memperburuk hubungan Kenzo dengan Papa dan Mama, apalagi ayah kandung kami ternyata adalah seorang tahanan, jika Kenzo tahu semua ini pasti dia akan merasa sangat hancur. Ah kebih baik kusimpan saja semua ini sendiri dan akan kuselidiki lagi saat kami selesai kuliah di London, aku juga tidak mau konsentrasi kami terpecah karena masalah ini. Sebaiknya kami merangkai masa depan terlebih dulu sebagai wujud terimaksih kami pada Mama Amanda dan Papa Rayhan, ya lebih baik aku lupakan masalah ini saja dan kupendam sendiri saja."
Sharen lalu berjalan kembali ke atas ranjangnya lalu mulai memejamkan matanya.
"Tidur dan lupakan, tunggu sampai saat itu datang. Aku akan menyelidiki semuanya."
🍒🍒🍒
Matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya, namun Inara sudah masuk ke dalam sebuah lembaga pemasyarakatan dengan begitu tergesa-gesa. Dia kemudian berjalan ke arah masjid yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut. Senyum pun mengembang saat melihat seorang laki-laki yang ada di dalam masjid tersebut sedang membaca ayat suci dari sebuah mushaf di tangannya. Inara kemudian keluar dari masjid lalu duduk bangku yang ada di depan masjid tersebut. Beberapa saat kemudian, sosok itu pun keluar dari dalam masjid kemudian mendekat pada Inara.
__ADS_1
"Inara, kau sudah disini?"
Inara pun mengangguk.
"Aku tidak sabar ingin memberikan ini padamu, Abimana. Kau pasti sudah tidak sabar melihat foto-foto mereka berdua," ucap Inara sambil memberikan beberapa album foto pada Abimana. Abimana lalu menerima album foto itu dengan tangan bergetar.
"Kau pasti sangat merindukan mereka kan? Terakhir kali kau melihat foto mereka saat mereka masih duduk di bangku sekolah dasar," kata Inara sambil tersenyum.
Perlahan Abimana pun membuka lembar demi lembar album foto tersebut, matanya yang sedari tadi telah berembun pun mulai menumpahkan butiran-butiran air mata dengan begitu deras. Inara lalu mulai menghapus air mata di wajah Abimana.
"Mereka anakku Inara?"
"Mereka putra putrimu, Kenzo telah tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan, dan aku yakin Sharen juga menjadi wanita yang cantik. Maafkan aku kemarin aku hanya bertemu dengan Kenzo saja, aku tidak bertemu dengan Sharen karena Amanda mengatakan jika Sharen sudah tidur jadi aku tidak ingin menggangunya."
"Tidak apa-apa, ini sudah lebih dari cukup. Aku sangat bahagia bisa melihat mereka meskipun hanya dari beberapa lembar foto saja."
"Abimana, bagaimanapun juga mereka adalah anak kandungmu, mereka berhak tahu siapa ayah kandungnya."
"Tidak Inara, itu tidak boleh terjadi. Bukankah Amanda dan Rayhan mengasuh mereka dengan baik?"
"Ya Amanda dan Rayhan memang telah mengasuh mereka dengan baik tapi bagaimanapun juga mereka harus tahu yang sesungguhnya, Abimana."
__ADS_1
"Tidak Inara, cukup Rayhan saja yang menjadi sosok ayah di mata mereka."
"Kau tahu aku bahkan sangat sedih saat aku bertemu dengan Kenzo dan ketika kutanya ayahnya, dia menjawab jika ayahnya adalah Rayhan."
"Memang sudah sepantasnya seperti itu, cukup Rayhan bukan aku."
"Tapi Abimana..."
"Cukup Inara jika kau terus membujukku untuk membuka jati diriku lebih baik kau pulang saja dari sini. Rasa bersalahku pada Kenzo pun belum hilang saat mengingat aku pernah membuangnya dulu, seumur hidupku aku akan selalu merasa bersalah pada Kenzo."
"Tapi aku yakin, suatu saat jika Kenzo bertemu denganmu pasti dia akan menerimamu."
"Aku tidak berharap apapun, aku bisa hidup sampai saat ini saja sudah merupakan anugerah terbesar dalam hidupku," ucap Abimana sambil menutup matanya. Tanpa Inara tahu, hatinya sebenarnya sekarang menjerit memanggil sebuah nama, nama yang selalu dia lantunkan dalam doanya.
'KENZOOOO?!!' teriak Abimana dalam hati.
"PAPPAAAAA!!" teriak Kenzo saat bangun dari tidurnya.
Note:
Othor cape hari ini keluarin episode banyak banget di 3 novel berbeda, sampai ketemu besok ya 😂🤭✌️
__ADS_1