Bed Friend

Bed Friend
Satu Ranjang


__ADS_3

Kenzo dan Cleo pun kini terlihat panik.


"Cleo, dimana papamu?"


"Papa sedang tidur, dia kelelahan setelah pulang dari luar kota."


"Bangunkan papamu, Cleo. Cepat! Aku ke depan dulu, menenangkan Tante Vallen."


"Iya."


Kenzo lalu berlari ke arah depan rumah kemudian menghampiri Vallen. "Tante, tolong jangan berteriak-teriak seperti itu! Aku malu kalau sampai ada satpam komplek yang sampai datang ke sini."


"Iiiiihhh Kenzo, biar saja, Tante sedang kesal pada kalian berdua! Kalian kalau bermesraan sungguh tidak bisa lihat-lihat tempat!" gerutu Vallen.


"Namanya juga anak muda, Tante," jawab Kenzo sambil meringis.


"Tante juga pernah muda, tapi..."


Belum sempat Vallen meneruskan kata-katanya tiba-tiba terdengar sebuah suara dari dalam rumah. "Tapi kau juga selalu memelukku di tempat umum, selalu berciuman di dalam mobil sebelum kau masuk ke rumah sakit, bahkan kita pernah berciuman di bibir pantai."


Vallen lalu mengalihkan pandangannya pada seorang laki-laki yang keluar dari dalam rumah. "Tapi Firman, kita melakukan semua itu saat kita sudah menikah. Aku takut sesuatu terjadi lagi pada Cleo, mereka sepertinya sudah tidak bisa mengendalikan diri mereka, Firman. Aku sudah tidak bisa menunggu selama sepuluh hari untuk menikahkan mereka."


"Lalu apa yang akan kau lakukan? Tolong jangan berteriak-teriak seperti itu Vallen sayang."


"Menikahkan mereka sekarang juga! Hanya itu yang membuatku merasa lega, rumah kita dan Amanda juga berdekatan, mencegah Cleo dan Kenzo untuk tidak bertemu itu hal yang sulit, apalagi mereka harus selalu bersama untuk mengurus pernikahan mereka," gerutu Vallen.


"Jadi tante mau menikahkan kami sekarang juga?"


"IYA!"


"Oh kalau begitu lakukan saja, Tante. Aku juga sama sekali tidak keberatan kalau disuruh menikah malam ini."


"Kau benar-benar sudah tidak sabar untuk menghamili putriku lagi kan, Kenzo?"


"Vallen," ucap Firman sambil membekap mulut Vallen. Sedangkan Kenzo hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Kita masuk ke dalam saja, ayo Kenzo kita ke dalam."


Firman kemudian menarik tangan Vallen, sedangkan Kenzo berjalan di belakang mereka. Di dalam rumah, tampak Cleo yang sedang menunggu mereka semua dengan raut wajah begitu cemas.


"ALVAROOOOO!!" teriak Vallen.

__ADS_1


Seorang laki-laki yang berusia kira-kira delapan belas tahun lalu mendekat ke arah mereka. "Ada apa Ma?"


"Tolong panggilkan Tante Amanda dan Om Rayhan, ini baru pukul sembilan malam, pasti mereka semua belum tidur."


Laki-laki tersebut lalu berjalan keluar rumah, sedangkan Cleo kini melirik ke arah Kenzo. "Kenzo, apa yang akan mama lakukan pada kita berdua? Aku takut, kita tidak akan digiring ke pos satpam kan?"


"Tidak Cleo, tenang saja, serahkan semuanya padaku."


"Kenapa kalian berbisik-bisik?" tanya Vallen sambil mengerutkan keningnya.


"Sebenarnya apa yang akan Mama lakukan pada kami berdua?"


"Menikahkan kalian sekarang juga! Mama sudah tidak bisa menunggu lagi selama sepuluh hari kalau melihat kedekatan kalian yang seperti ini!"


"Tapi sepuluh hari itu sebentar ma."


"TIDAK, SEPULUH HARI ITU LAMA!"


"Pa..." ucap Cleo sambil merajuk pada Firman.


"Cleo, sebenarnya Papa juga merasa khawatir dengan kedekatan kalian, kalian sudah memiliki seorang anak, ikatan batin kalian pasti sekarang sudah sangat erat dan sangat sulit dipisahkan, apalagi kalian saling mencintai satu sama lain, memang lebih baik kalian menikah secepatnya sambil menunggu pernikahan resmi kalian, ada baiknya kalian menikah siri terlebih dulu, untuk menghindari zina dan juga kalian juga bisa merawat anak kalian bersama-sama."


"Saya juga sangat setuju dengan yang dikatakan oleh Om Firman, Cleo kita memang harus menikah secepatnya," ucap Kenzo sambil tersenyum nakal.


"Aku memiliki seperangkat alat sholat yang belum terpakai, kalian bisa menggunakannya terlebih dulu, itu cukup. Tapi untuk pernikahan resmi kalian, tolong bawakan yang banyak untuk kami semua, Kenzo," ucap Vallen sambil terkekeh.


"Tentu saja, bukankah Shane, cucu Tante nantinya menjadi pewaris Mahendrata Grup?"


"AAAAAAAA KAU BENAR KENZO! CUCUKU ADALAH PEWARIS PERUSAHAANMU, HAHAHAHA! FIRMAN, KAU DENGAR KAN? CUCU KITA YANG BELUM BISA BERJALAN SUDAH MEMILIKI PERUSAHAAN BESAR! HAHAHAHA, TIDAK SIA-SIA AKU MEMILIKI CALON MENANTU SEPERTI DIRIMU!"


"Vallen," ucap Firman sambil menatap tajam ke arah Vallen. Kenzo dan Cleo pun hanya bisa saling berpandangan sambil tersenyum. Beberapa saat kemudian, Amanda dan Rayhan pun masuk ke dalam rumah itu.


"Ada apa Vallen? Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Maaf aku telah mengganggu waktu istirahatmu, Amanda. Tapi sepertinya aku sudah tidak bisa membiarkan mereka berdua seperti ini, ini sudah benar-benar sangat menghawatirkan, Amanda."


"Memangnya ada apa Vallen?"


"Amanda, entah berapa kali aku harus melihat mereka berciuman, mereka sepertinya sudah tidak bisa mengendalikan diri mereka, Amanda. Apalagi mereka sudah memiliki seorang anak, dulu kalian pasti sudah sering melakukan itu kan? Benar kan Kenzo?"


Kenzo pun tampak canggung, Amanda lalu menatap Kenzo dengan tatapan penuh tanda tanya. "Emh...E.. Ya, kami sering melakukannya," jawab Kenzo dengan begitu salah tingkah.

__ADS_1


"Berapa kali kalian sudah melakukannya?"


"Sering."


"Sering katamu?"


"Ya."


"Berapa kali?"


"Emh..."


"Berapa kali Kenzo?"


"Kenzo, katakan saja," tambah Amanda.


"Emh.. Setiap malam."


"APAAAAAAAA? SETIAP MALAM? KAU DENGAR SENDIRI KAN AMANDA? LEBIH BAIK NIKAHKAN MEREKA SEKARANG JUGA! INI BENAR-BENAR SANGAT MENGKHAWATIRKAN!"


Amanda kemudian menepuk dahinya sambil menggelengkan kepalanya lalu melirik pada Rayhan. Rayhan kemudian mengangguk.


"Kalian harus secepatnya menikah agar tidak terjadi lagi hal yang tidak-tidak, kalian sudah memiliki seorang anak, sebaiknya memang kalian hidup dalam satu atap."


"SATU RANJANG, AMANDA!"


"Ya, satu ranjang. Kalian mau kan menikah malam ini? Hanya pernikahan siri secara sederhana saja, kalian tetap akan menikah secara resmi sepuluh hari lagi."


"Iya Ma, tentu saja kami mau," jawab Kenzo sambil meringis.


"Firman, lebih baik sekarang kita panggil seorang pemuka agama yang tinggal di dekat masjid untuk menikahkan mereka."


"Ayo Rayhan," jawab Firman. Mereka lalu keluar dari dalam rumah untuk memanggil seorang pemuka agama. Beberapa saat kemudian, Firman dan Rayhan pun datang dengan seorang pemuka agama, tanpa mengulur banyak waktu, mereka langsung melangsungkan ijab qabul saat itu juga. Kenzo lalu menatap Cleo setelah selesai mengucap akad hingga keduanya pun tersenyum bersama. Tak berselang lama, pemuka agama yang menikahkan mereka pun berpamitan karena hari sudah malam.


"Nah kalau seperti ini, Mama sudah tenang. Kenzo kau bisa lakukan apapun yang kau mau pada putriku, kami masuk ke kamar dulu."


"Mama dan Papa juga pulang dulu ke rumah," tambah Amanda.


Kenzo dan Cleo pun mengangguk, di saat itulah tiba-tiba ponsel Kenzo pun berdering. Kenzo lalu mengambil ponsel di dalam sakunya lalu mengangkat panggilan itu.


"Nomor asing," ujar Kenzo. Dia kemudian mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


[Halo.]


__ADS_2