Bed Friend

Bed Friend
Menemui Kenzo


__ADS_3

"Oh itu suka-suka mama, mama mau berkata apa itu terserah mama. Kenapa kau jadi mengatur mama? Kau memang sudah sangat berdosa Cleo, kau sudah melakukan zina dan itu dosa besar, kau harus bertaubat atas dosa yang kau lakukan itu! Apa kau mengerti?"


"Iya Ma."


"Untungnya kau melakukan itu dengan Kenzo, jadi mama mengampunimu, coba kalau kau tidak bertindak bodoh dan menggunakan akal sehatmu, kau pasti sudah menikah dengan Kenzo sekarang dan hidup bahagia dengannya." gerutu Vallen sambil menimang Shane dan menciuminya.


"Maafkan Cleo ma."


"Kau mirip sekali dengan papamu, Shane. Sekarang panggil aku oma!" ucap Vallen lagi, dia kemudian melirik pada Cleo yang masih duduk.


"Kenapa kau masih duduk di situ saja, Cleo! Kau tidak perlu berulangkali minta maaf padaku, kau seharusnya minta maaf pada Kenzo. Lebih baik sekarang kau mandi, bersihkan badanmu lalu temui Kenzo sekarang juga!"


"Jadi aku harus minta maaf dan menemui Kenzo sekarang juga?"


"TENTU SAJA!"


Cleo kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan ke kamarnya, namun baru beberapa langkah Vallen sudah memanggilnya kembali.


"Tunggu Cleo!"


"Apa ma?"


"Berdandanlah secantik mungkin, buat Kenzo terpikat pada pesonamu, apa kau mengerti?"


"Iya Ma."


Cleo lalu berjalan ke kamarnya. Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar dengan menggunakan piama berwarna merah muda. Melihat Cleo, Vallen pun berteriak.


"Cleo! Apa-apaan kau ini, bukankah mama sudah mengatakan agar kau berdandan secantik mungkin, kenapa kau berpenampilan seperti ini?"


"Memangnya kenapa ma? Biasanya saat aku bersama dengan Kenzo juga seperti ini?"

__ADS_1


"Astaga Cleo, bukankah kalian sudah lama tidak bertemu? Pasti Kenzo sangat merindukanmu, buat dia terpikat padamu, Cleo! Cepat ganti pakaianmu, lalu pakai sedikit make up di wajahmu agar terlihat lebih segar!"


Vallen lalu memberikan Shane pada baby sitternya. "Kau urus dia, aku akan mengurusi mamanya yang tidak becus itu," ucap Vallen lalu mendekat ke arah Cleo dan menariknya ke kamar Vallen.


"Kau pakai ini saja!" perintah Vallen sambil memberikan sebuah dress merk ternama bermotif floral print.


"Pakai dress Z*RA ini saja, seperti milik Lesti Kejora dan Nagita Slavina, satu bulan yang lalu mama membeli ini untukmu karena berharap kau pulang, ternyata firasat mama benar. Mama memang orang tua yang sangat berbakat."


"Mama seperti wartawan saja, jangan katakan mama akan minta pendapat Lesti kalau aku sudah memakai dress ini!"


"Cerewet sekali kau Cleo, sudah cepat pakai saja!"


Cleo lalu memakai dress yang dipilihkan oleh Vallen, sedangkan Vallen kini tampak mengamati Cleo. "Apa lagi ma?"


"Kau rapikan rambutmu, aku akan mengoleskan make up tipis di wajahmu."


"Make up? Bukankah rumah Kenzo di sebelah? Kenapa aku harus memakai make up?" gerutu Cleo.


"Hei, apa kau lupa? Mama ini orang tuamu, mama tahu yang terbaik untukmu. Lebih baik kau diam saja, turuti kata-kata mama karena mama lebih pintar dan lebih berpengalaman darimu, kau bisa lihat sendiri kan Papamu begitu tergila-gila pada Mama?"


"DIAM CLEO!" teriak Vallen sambil terus mendandani Cleo. Beberapa saat kemudian, Vallen pun tersenyum saat melihat penampilan Cleo.


"Sudah selesai, kau terlihat sangat cantik dan memukau, Cleo," ucap Vallen sambil tersenyum. Cleo kemudian melihat penampilannya di cermin.


"Mama apa ini tidak berlebihan? Aku hanya mau minta maaf tapi mama mendandaniku seperti mau makan malam di luar saja."


"Eh Cleo, siapa tahu Kenzo mau mengajakmu makan malam di luar, jadi kau tidak perlu repot-repot berdandan dan berganti pakaian. Apa kau mengerti?"


"Ya, tapi sepertinya lipstik ini terlalu tebal."


"Itu sudah cukup Cleo, bagaimana kalau tiba-tiba Kenzo mencium bibirmu? Kau tidak perlu repot-repot mengoleskan lipstik lagi kan?"

__ADS_1


"Terserah mama saja."


"Memang sebaiknya seperti itu, penampilanmu harus secantik mungkin Cleo, bukankah kalian sudah sampai memiliki seorang anak, kalian pasti sering berciuman kan?"


"Ya, ya sudah aku pergi dulu, aku akan menemui Kenzo sekarang."


"Iya cepat temui dia."


Cleo lalu pergi menuju ke rumah Kenzo di samping rumahnya. Dia kemudian memencet bel di rumah itu, dan beberapa saat kemudian seorang pembantu rumah tangga pun membuka pintu rumahnya.


"Oh Non Cleo, silahkan masuk Non."


"Sepi sekali Bi, dimana Tante Amanda?"


"Oh Nyonya Amanda dan Non Clarissa sedang pergi ke Bandung."


"Dimana Kenzo?"


"Dia ada di kamarnya."


"Oh ya sudah aku ke kamar Kenzo sekarang."


"Iya Non."


Cleo lalu bergegas berjalan ke arah kamar Kenzo, sejenak dia berdiri di depan pintu kamar itu. Rasa ragu pun mulai merasuk ke dalam hatinya.


'Apa dia mau memaafkanku?' gumam Cleo sambil menggigit bibir bawahnya.


'Ah, itu urusan nanti, yang terpenting aku harus minta maaf terlebih dulu,' ucap Cleo sambil perlahan membuka gagang pintu kamar Kenzo.


🍒🍒🍒

__ADS_1


Kenzo sedang berdiri di balkon kamar sambil menghisap sebatang rokok. 'Cleo, kenapa saat kita bertemu kembali aku harus menerima kenyataan kalau kau kini sudah menjadi milik orang lain?' gumam Kenzo sambil tersenyum kecut. Dia kemudian membuang rokok yang ada di tangannya dengan sedikit hentakan marah lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Namun tiba-tiba dia dikejutkan dengan sebuah pelukan yang kini menempel di punggungnya.


"Kenzo, maafkan aku."


__ADS_2