Bed Friend

Bed Friend
Tentang Rindu


__ADS_3

Semua orang yang ada di ruangan itu pun menunjukkan raut wajah lega, terutama Abimana dan Inara yang kini masih saling berpandangan sambil menyunggingkan senyuman di bibir mereka.


"Abimana, Inara, lebih baik kalian sekarang pulang dan beristirahatlah. Kalian telah melalui hari yang berat, hari ini pasti begitu menguras tenaga dan pikiran kalian," ucap Leo.


"Iya Kak Leo," jawab Abimana. Dia lalu mengalihkan pandangannya pada Sharen.


"Hai, anak tidak tau diri, cepat kemasi barang-barangmu lalu kita pulang sekarang!" bentak Abimana pada Sharen.


Sharen lalu menganggukan kepalanya, dia kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah kamar Nathan untuk mengemasi barang-barang miliknya. Sementara itu, Abimana tampak menatap Nathan dan Clarissa. "Nathan, Clarissa. Tolong maafkan perbuatan Sharen yang sudah mengacaukan hubungan kalian berdua, kalian memang benar-benar berjodoh karena bisa melewati semua ujian ini. Semoga rumah tangga kalian menjadi rumah tangga yang sakinah, ma'wadah, dan warohmah," ucap Inara.


"Aamiin, terimakasih banyak atas doanya, Tante Inara," jawab Clarissa. Dia dan Nathan lalu saling berpandangan sambil tersenyum.


"Kenzo, sebenarnya ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu," kata Abimana.


"Ada apa Pa?"


"Emhh... E... Begini Kenzo, apa Amanda dan Rayhan tau tentang semua ini?"


"Tidak semuanya Pa, yang mereka tau hanyalah kejadian buruk yang dialami oleh Kak Sharen dan Kak Nathan, karena ada begitu banyak drama menjelang pernikahan Clarissa dan Kak Nathan," jawab Kenzo.

__ADS_1


"Owh, syukurlah, Jika Amanda dan Rayhan tahu akan semua kejadian ini pasti aku akan merasa sangat malu. Orang tua kalian sudah membesarkan Sharen dengan penuh kasih sayang dan mendidiknya dengan baik tapi kelakuannya benar-benar memalukan seperti ini!" gerutu Abimana sambil mengepalkan tangannya.


"Sekali lagi, Tante minta maaf pada kalian semua."


"Tante Inara, sudahlah. Semuanya sudah berlalu, semoga Kak Sharen bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini dan bisa berfikir dengan jernih sebelum bertindak," sahut Clarissa.


"Terimakasih banyak, Clarissa."


Abimana lalu memandang Kenzo dan Clarissa secara bergantian. "Kenzo, Clarissa. Bolehkah aku meminta sesuatu pada kalian? Sebelumnya aku minta maaf jika aku hanya bisa merepotkan kalian saja, tapi..." perkataan Abimana pun tergantung.


"Ada apa Pa? Katakan saja," ucap Kenzo.


"Iya Pa, kami tidak akan mengatakan semua ini pada Mama. Iya kan Clarissa?"


"Iya Om, kami semua tidak akan mengatakan apapun tentang kejadian ini, kami akan merahasiakan semua ini."


"Terimakasih banyak," jawab Abimana.


Inara lalu mengusap punggung Abimana sambil menggenggam tangannya. "Tenangkan dirimu, Abimana. Tenangkan dirimu," ucap Inara.

__ADS_1


"Inara, sekarang aku tahu bagaimana menjadi orang tua yang memiliki seorang anak yang bertindak diluar batas. Inara, dulu orang tuaku pasti sangat hancur memiliki seorang anak seperti diriku, aku benar-benar anak yang tidak berguna bahkan sudah sangat durhaka karena telah membunuh orang tuaku sendiri, sekarang aku merasakan bagaimana sakitnya, Inara. Sekarang aku merasakan bagaimana sakit dan hancurnya perasaan mereka!" isak Abimana dengan suara yang begitu tercekat dan terbata-bata.


"Abimana, yang terpenting saat ini kau sudah bertaubat, kau sudah bertaubat dan semoga semua taubatmu ini diterima oleh Tuhan."


"Benar yang dikatakan oleh Inara, Abimana. Yang terpenting saat ini kau sudah bertaubat, tetaplah menjadi pribadi yang lebih baik dan didik putrimu sebaik mungkin agar tidak melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari. Dan yang perlu kau tahu semua orang pasti pernah berbuat kesalahan, termasuk kita berdua. Iya kan Calista?" ujar Leo yang dijawab anggukan kepala oleh Calista.


"Iya, tidak ada manusia yang luput dari dosa, dan semua orang pasti pernah berbuat kesalahan," tambah Calista.


Sementara Sharen yang sudah selesai berkemas menatap semua yang ada di ruangan itu dari lantai atas. "Maafkan aku, Pa. Maaf jika aku sudah membuatmu dan Mama Inara begitu hancur dan terluka, maafkan aku, aku terlalu dikuasi oleh ambisi untuk bisa memiliki orang yang sangat kucintai, maaf jika ternyata aku telah membuat musibah yang begitu besar bagi kalian semua, maafkan aku. Mulai hari ini aku berjanji akan mengubah semua sikapku menjadi lebih baik lagi, maafkan aku, Pa, Ma. Aku sangat menyayangi kalian."


Sharen lalu memandang Nathan dan Clarissa yang kini tampak begitu mesra. "Maafkan aku adikku sayang, aku sampai begitu tega menyakitimu. Menyakiti adik yang begitu kusayangi dan selalu kulindungi, maafkan aku Clarissa, maafkan aku," ucap Sharen lirih. Dia kemudian menatap Nathan. "Kita memang tidak pernah berjodoh, tapi bodohnya aku tidak pernah menyadari itu dan hanya selalu menuruti ambisiku untuk memilikimu."


Perlahan Sharen pun melangkahkan kakinya menuruni anak tangga sambil sesekali melirik pada Nathan dengan perasaan yang begitu teriris. 'Aku masih sangat mencintaimu, entah bagaimana caranya aku bisa melupakanmu, ini tentang sebuah rindu, rindu yang menyakitkan bagiku karena bagimu aku adalah manusia bodoh yang jatuh cinta padamu,' gumam Sharen sambil menghapus air matanya.


NOTE:


Mampir juga ya ke karya bestie othor punya Kak Iren, ceritanya keren banget loh


__ADS_1


__ADS_2