
"Kenapa kau terlihat gugup Cleo?"
"Oh, E...Itu... E..."
"Katakana saja siapa laki-laki itu, aku yakin dia pasti bukan orang sembarangan kan? Kau bilang dia membuka usaha di Paris yang akan diteruskan oleh saudara kembarnya. Melebarkan bisnis di luar negeri bukanlah hal yang mudah, dia pasti bukan dari kalangan biasa saja, iya kan Cleo?"
"Oh, iya."
"Jadi siapa laki-laki itu. Kau tenang saja, aku tidak akan marah padamu."
"Kau janji tidak akan marah kan?"
Kenzo lalu menganggukkan kepalanya. "Laki-laki itu adalah Nathan."
"Nathan? Nathan yang berkenalan denganmu saat di bandara?"
Cleo pun mengangguk. Kenzo kemudian mengerutkan keningnya, berbagai pikiran kini menari dalam benaknya.
"Jadi kalian bertemu di Paris?"
"Ya, dia menjadi tetangga apartemenku satu hari setelah aku pindah. Setelah aku turun dari taksi menunju ke Bandara, aku mengalami musibah, ponselku yang kupegang di tangan dijambret oleh seseorang."
"Oh jadi itu sebabnya kami tidak bisa menghubungimu lagi, itu bukan karena kau memutuskan hubungan dengan kami tapi ponselmu dijambret oleh seseorang sehingga semua nomor di ponselmu pun ikut hilang?"
Cleo lalu menganggukan kepalanya. "Tapi bukankah kau bisa membeli ponsel baru dan bisa menghubungi kami kembali? Bukankah kau bisa mencari tahu nomor ponsel keluargamu melalui akun media sosial mereka? Ataupun mencarinya di emailmu?"
"Sehari setelah aku sampai di Paris, saat aku berniat membeli ponsel, aku bertemu dengan Nathan yang tiba-tiba menjadi tetangga apartemenku, kami lalu bertegur sapa dan dia mengantarkan aku saat membeli ponsel, aku terpaksa menceritakan semua yang kualami karena dia terus mendesakku dan terus menerus menanyakanmu yang tidak ada di sampingku. Setelah membeli ponsel baru, aku memang berniat mencari tahu nomor ponsel mama lewat akun media sosial milik Alvaro tapi Nathan tidak memperbolehkanku, dia mencegahku, dia beralasan jika aku menghubungi salah seorang keluargaku, kalian pasti akan memaksaku untuk pulang dan kembali padamu, saat itu aku memang ingin menenangkan diri, dan sangat membencimu jadi aku menuruti kata-katanya."
__ADS_1
"BREN*SEK!" teriak Kenzo sambil memukul meja.
"Dia pasti sengaja mempengaruhimu, dia memang benar-benar kurang ajar! Dia mengambil kesempatan di saat kau sedang terpuruk. Cleo, sebenarnya apa yang menjadi alasan kepergianmu ke Paris? Aku jadi curiga, semua ini sekarang terasa begitu aneh bagiku, rasanya bukan seperti sebuah kebetulan semata."
"Awalnya aku membeli sebuah tespack karena aku telat haid, setelah aku pulang dari apotek, Aleta menemuiku dan aku bertengkar dengannya di lobi apartemen, aku lalu pergi ke kamarmu dan melihat cincin itu, saat itu aku merasa benar-benar hancur dan begitu terluka, apalagi di saat itu juga aku baru tahu tahu jika aku sedang mengandung darah dagingmu, aku merasa begitu dipermainkan, saat aku sedang menangis tiba-tiba sebuah pesan tawaran pekerjaan di Paris masuk ke ponselku, aku yang sedang begitu kacau lalu mengirimkan email CV ku, dan tidak berlangsung lama, mungkin hanya setengah jam aku mendapat jawaban dan diterima di perusahaan tersebut, aku langsung memesan tiket pesawat dan setelah acara wisuda, aku langsung pergi ke Bandara dan setelah aku turun dari taksi, aku dijambret."
"Tapi yang dijambret hanya ponselmu saja? Bukan dompet di dalam tasmu?"
Cleo pun menganggukkan kepalanya. "Ini benar-benar sangat aneh, Cleo. Apa kau tidak curiga jika semua ini seperti sebuah kesengajaan?"
"Aku pernah berfikiran seperti itu karena ternyata aku bekerja di perusahaan milik teman baik Nathan saat mereka berkuliah di UCL, bahkan aku pun pernah menanyakannya pada Nathan sebelum aku menerima lamarannya, tapi dia selalu memberikan alasan yang logis sehingga membuatku percaya pada kata-katanya."
"Tapi aku tidak akan pernah percaya, sekarang coba kau pikir dengan akal sehatmu, saat kau sedang merasa terpuruk tiba-tiba ada yang mengarahkanmu agar kau pergi ke Paris dan meninggalkan kami semua, lalu ponselmu dijambret, lalu dia tiba-tiba menjadi tetangga apartemenmu, setelah kau memiliki ponsel baru, dia seperti dengan sengaja mempengaruhimu agar memutuskan komunikasimu dengan keluargamu, dan yang paling aneh adalah ternyata kau bekerja di perusahaan milik teman baik Nathan, bagiku itu semua bukanlah sebuah kebetulan, Cleo. Tapi itu adalah sebuah kesengajaan, mungkin saat itu kau tidak berfikir sejauh itu karena pikiranmu sedang kacau, kau juga sedang hamil, wanita hamil memang lebih sensitif apalagi jika ada hubungannya dengan perasaan."
"Tapi bagaimana dia bisa tahu kalau malam itu aku sedang tidak baik-baik saja dan merasa sangat terpuruk?"
Mendengar perkataan Kenzo, Cleo lalu menelan ludahnya dengan kasar, rasa panik kini mulai merasuk ke dalam hatinya.
"Kau kenapa, Cleo?" tanya Kenzo yang melihat wajah Cleo mulai terlihat pucat.
"Kenzo, ini menakutkan sekali, jika semua dugaanmu benar, aku tidak menyangka jika ternyata aku telah dibodohi, aku menjadi korban konspirasi yang dilakukan oleh Nathan yang mengambil kesempatan dari kemalangan yang dialami oleh kita berdua akibat ulah dari Aleta."
"Ya, kau benar, Cleo. Nathan sudah mengambil kesempatan dari kemalangan yang sedang kita alami. Karena itulah aku berfikir jika mulai sekarang sebaiknya kita berhati-hati, mungkin saja Nathan sedang melakukan sebuah rencana yang bisa menggagalkan rencana pernikahan kita."
"Kenzoooo itu menakutkan sekali."
"Ya, dan sepertinya dia sangat terobsesi padamu, dia sampai menciptakan kondisi agar kau jatuh ke dalam pelukannya tanpa kau sadari sebelumnya."
__ADS_1
"Astaga, aku benar-benar bodoh! Lalu kita harus bagaimana, Kenzo?"
"Itulah sebabnya aku minta padamu agar tidak pergi dari rumah ini sampai kita menikah, itulah alasannya aku selalu mengatakan padamu kalau kau harus selalu ada di sampingku, apa kau mengerti?"
"Ya, aku mengerti."
"Cleo, sepertinya aku ingin memberi sedikit pelajaran pada Nathan, bagaimana apa kau setuju?"
"Pelajaran apa, Kenzo?"
Kenzo lalu mendekatkan kepalanya lalu tampak membisikkan sesuatu di telinga Cleo hingga akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
"Bagaimana apa kau setuju?"
Cleo lalu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, dia kemudian mengalungkan tangannya di leher Kenzo.
"Tentu saja aku setuju, aku merasa sangat kesal karena ternyata selama ini aku juga sudah dibodohi oleh Nathan."
Cleo lalu menatap Kenzo dengan tatapan nakalnya sambil sedikit menggodanya.
"Cleo, jangan menggodaku, apa kau lupa apa yang dikatakan oleh mamamu?"
Mendengar perkataan Kenzo, Cleo malah memonyongkan bibirnya. Kenzo pun tersenyum, dia kemudian mendekatkan wajahnya lalu mulai mencium bibir Cleo. Namun saat mereka sedang asyik berciuman tiba-tiba sebuah teriakkan pun terdengar.
"KENZO! CLEO! BERAPA KALI MAMA HARUS MELIHAT KALIAN BERCIUMAN!"
Vallen lalu pergi keluar rumah "PAK SATPAM, PAK RT, TOLONG NIKAHKAN MEREKA BERDUA SEKARANG JUGA!"
__ADS_1