Bed Friend

Bed Friend
Firasat Buruk


__ADS_3

"Sharen?" ucap Calista sambil mengerutkan keningnya.


"Kenapa Calista?"


"Aku seperti pernah mendengar nama itu, sepertinya itu tidak asing bagiku."


"Tidak asing?"


"Ya, Leo apakah anak buahmu tahu siapa pemilik apartemen tersebut?"


"Entahlah, aku akan menanyakannya terlebih dulu."


"Ya, cepat kau tanyakan sekarang juga!"


Leo lalu mengambil ponselnya kembali kemudian menghubungi anak buahnya. Calista yang menunggunya berbicara tampak mengamati Leo dengan tatapan penuh tanda tanya. Beberapa saat kemudian, Leo pun mendekat pada Calista kembali.


"Bagaimana Leo?"


"Pemilik apartemen tersebut bernama Rayhan, wanita muda yang bernama Sharen itu mengaku jika dia adalah putri dari Rayhan, pemilik dari apartemen tersebut."


"Rayhan? Rayhan suami dari Amanda? Leo sepertinya dugaanku benar jika Nathan dekat dengan orang yang masih memiliki hubungan dekat dengan Cleo dan Kenzo, dan dia adalah Sharen."


"Sharen? Siapa Sharen Calista? Bukankah putri Amanda dan Rayhan bernama Clarissa? Kita dulu juga pernah mengunjungi Amanda saat dia melahirkan Clarissa kan? Bukan Sharen?"


"Leo, apa kau sudah lupa jika Amanda dan Rayhan juga mengasuh anak kandung dari Abimana dan mantan istrinya itu. Mereka melakukan itu karena keluarga dari ibu kandung Sharen tidak mau mengasuh Sharen, jadi Amanda dan Rayhan mengangkat Sharen sebagai putri pertama mereka. Selain itu Amanda juga melakukan itu sebagai wujud balas budi pada orang tua Abimana yang telah mengasuhnya sejak kecil. Ibu Abimana saat meninggal menitipkan Sharen pada Amanda."


"Oh, mungkin aku lupa. Aku hanya mengingat Clarissa saja."


"Ya, mungkin kau lupa."


"Calista, jika wanita itu anak kandung dari Abimana, sepertinya aku tidak bisa menyetujui hubungan itu. Kau tahu kan aku sangat membenci Abimana? Aku tidak mau putri kandung dari Abimana menjadi menantuku. Tolong kau nasehati putramu itu agar tidak mendekati putri kandung dari Abimana!"


"Leo, kita belum bisa memastikan bagaimana hubungan Nathan dan Sharen, bagaimana jika mereka hanya berteman? Aku akan menanyakan hal itu pada Nathan setelah dia pulang ke rumah. Aku harus menyelidiki semua ini terlebih dulu, aku tidak mau bertindak gegabah, aku ingin melihat gerak-gerik mereka saat berada di pesta pernikahan Kenzo dan Cleo."


"Bagus! Pastikan jika Nathan tidak memiliki hubungan dekat dengan putri dari Abimana, apa kau mengerti Calista?"


"Ya, aku mengerti Leo."

__ADS_1


"Sebaiknya sekarang kita tidur, besok pagi aku akan menghubungi Nathan agar cepat pulang ke rumah. Aku akan mencoba berbicara dengannya."


🍒🍒🍒


Nathan mencium kening Clarissa yang kini ada di dalam dekapannya.


"Kupikir kau sudah tidur."


"Bagaimana aku bisa tidur jika besok pagi kita sudah berpisah?"


Clarissa pun tersenyum. "Jadi kau belum ingin berpisah denganku?"


Nathan kemudian menganggukan kepalanya, sedangkan Clarissa kini terlihat murung.


"Kenapa tiba-tiba kau terlihat murung? Apa kau juga belum mau berpisah denganku?


"Kak Nathan, aku tidak tahu kenapa tiba-tiba aku merasakan perasaan seperti ini, entah kenapa aku sangat takut kehilanganmu, aku memiliki firasat yang sedikit buruk, aku takut jika hubungan kita tidak mudah untuk dijalani, entah kenapa aku benar-benar takut kehilanganmu, Kak."


Nathan lalu menatap wajah Clarissa yang kini terlihat memeluknya semakin erat. "Clarissa, bagaimana jika aku melamarmu secepatnya? Aku yakin, keluarga kita terutama orang tua kita juga pasti akan setuju dengan hubungan kita. Bukankah selama ini mereka juga berteman baik?"


"Kenapa harus malu dan sungkan? Apa menurutmu aku kurang tampan?"


"Hahahaha, bukan! Aku malu karena awalnya aku hanya mengerjaimu tapi malah aku benar-benar jatuh cinta padamu. Kak Kenzo dan Kak Sharen pasti akan meledekku habis-habisan. Kak Nathan, tolong jangan lakukan itu sekarang. Beri aku waktu untuk menjelaskan hubungan ini pada mereka."


"Baiklah, aku akan memberimu waktu, tapi jangan terlalu lama, aku tidak mau menjalani hubungan secara sembunyi-sembunyi denganmu."


"Ya, terimakasih banyak."


"Lalu apa sekarang kau masih memiliki firasat buruk tentang hubungan kita?"


"Entahlah sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatiku."


"Apa? Apa kau takut aku jatuh cinta pada wanita lain? Kau tenang saja Clarissa, itu tidak akan pernah terjadi."


Nathan kemudian menatap Clarissa dengan tatapan begitu dalam sambil membelai wajah Clarissa. " Clarissa, aku berjanji padamu jika hanya kau satu-satunya wanita yang akan kusentuh, tidak ada wanita lain selain dirimu yang akan kusentuh, apa kau mengerti Clarissa?"


Mendengar perkataan Nathan, Clarissa pun tersenyum. "Tidak perlu berjanji seperti itu Kak, aku percaya padamu, aku sangat mempercayaimu. Tolong tidak usah berkata seperti itu lagi."

__ADS_1


"Aku harus mengatakan ini padamu agar kau bisa membuang pikiran burukmu, agar kau juga bisa membuang firasat buruk yang kau rasakan saat ini. Clarissa, tolong hilangkan semua itu, aku berjanji aku pasti akan menikahimu, tinggal menunggu waktu sampai kau mau memperkenalkan aku pada keluargamu."


"Ya, terimakasih banyak Kak Nathan. Terimakasih banyak sudah mau memahamiku."


"Iya, tapi kau juga harus janji untuk tidak membuatku terlalu lama menunggu."


"Ya."


"Lebih baik sekarang kita tidur, besok pagi aku akan mengantarmu pulang ke rumah."


Clarissa kemudian memejamkan matanya lalu mendekap tubuh Nathan semakin erat.


🍒🍒🍒


Nathan menghentikan mobilnya tepat di depan rumah milik Amanda. Dia kemudian tersenyum pada wanita yang kini masih duduk di sampingnya.


"Ijinkan aku mengantarmu masuk ke dalam."


"Tidak Kak Nathan, tidak boleh! Bukankah kau tau aku berbohong pada Mama jika selama ini aku pergi ke Bandung? Kalau Mama tau kau mengantarku, bisa-bisa dia marah padaku dan itu sangat berakibat buruk pada hubungan kita, apa kau mengerti?"


"Tidak, aku tidak mengerti. Aku bisa beralasan bertemu dan mengenalmu saat berada di Bandung, lalu aku mengantarkanmu pulang ke rumah. Bagaimana? Alasan yang sangat logis bukan?"


"Tidak Kak Nathan! Aku belum siap hubungan kita diketahui oleh siapapun, jika kau terus memaksa maka aku akan marah padamu!"


"Baiklah Clarissa sayang, baiklah. Aku akan memenuhi keinginanmu. Tapi sebelum kau turun..."


Kata-kata Nathan kemudian terhenti, dia kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Clarissa lalu mulai menempelkan bibirnya dan mencium bibirnya dengan begitu lembut.


"I love you," ucap Nathan saat mereka selesai berciuman.


"I love you too," jawab Clarissa.


"Aku turun dulu, nanti hubungi aku jika kau sudah sampai di rumah. Hati-hati di jalan."


Nathan kemudian menganggukan kepalanya sambil melihat Clarissa yang turun dari mobilnya dan kini tampak sedang berjalan memasuki rumahnya. Tanpa mereka ketahui, sepasang mata terlihat mengamati gerak-gerik mereka sejak Clarissa masih ada di dalam mobil.


"Apa aku tidak salah lihat? Nathan dan Clarissa berciuman?"

__ADS_1


__ADS_2