
❣️ Sepuluh bulan kemudian ❣️
Cleo terlihat sibuk mengambil beberapa bahan-bahan makanan yang ada di sebuah supermarket yang terletak dekat dengan apartemennya, hingga tiba-tiba sebuah suara mengagetkan dirinya.
"Hai, apa kau masih mengingatku?" sapa sebuah suara di sampingnya. Cleo lalu memandang ke arah samping dan melihat seorang laki-laki tampan yang kini berdiri di sampingnya sambil tersenyum.
"Kau?"
"Apa kau masih mengingatku, Cleo?"
"Oh ya, kita pernah bertemu di bandara beberapa tahun lalu."
"Ya, jadi kau masih mengingatku?"
"Iya, tentu saja aku masih mengingatmu tapi maaf aku lupa siapa namamu," jawab Cleo sambil meringis.
"Nathan, namaku Nathan. Apa kau tinggal di dekat sini?
"Ya, aku tinggal tidak jauh dari sini."
"Oh. Lalu bagaimana dengan kuliahmu?"
"Bulan depan aku wisuda, hanya tinggal mengurus administrasinya saja. Apa kau masih kuliah di sini?"
"Ya, sekarang aku sedang mengambil program master."
"Oh aku juga sudah selesai tapi setelah itu aku langsung pulang ke Indonesia."
"Kenapa terburu-buru sekali? Apa kau tidak ingin bekerja di sini? Bekerja di sini sangat berbeda dengan di Indonesia, Cleo. Kau bisa mendapatkan gaji yang besar disini dibandingkan dengan di Indonesia."
"Jika itu menyangkut gaji aku tidak terlalu tertarik, karena yang terpenting aku harus pulang secepatnya."
__ADS_1
"Apa itu ada hubungan dengan kekasihmu itu?"
"Ya," jawab Cleo sambil tersenyum.
"Apa kalian akan menikah?"
"Sepertinya begitu."
"Sayang sekali aku terlambat."
Di saat itu juga Kenzo mendekat ke arah Cleo sambil memeluk pinggangnya. "Cleo, apa kau sudah selesai?"
"Ya," jawab Cleo dengan sedikit gugup. Kenzo lalu mengarahkan pandangannya ke arah laki-laki yang sedang berbicara dengan Cleo.
"Kau?" ucap Kenzo saat melihat Nathan.
"Cleo lebih baik kita cepat pulang dari sini," ujar Kenzo sambil menatap Nathan dengan tatapan tajam, dia kemudian menarik tangan Cleo dan melirik Nathan dengan tatapan sadis. "Aku pulang dulu," ucap Cleo kemudian berjalan meninggalkan Nathan sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Heh laki-laki sombong, lihat saja, suatu saat aku pasti bisa merebut pacarmu itu. Arghhh, sekarang lebih baik kuikuti saja dulu mereka, jika aku memiliki kesempatan, aku akan merebut kekasihmu dari genggamanmu." gerutu Nathan sambil menatap Kenzo dengan tatapan tajam. Dia kemudian mengikuti laju mobil yang dikendarai Kenzo secara diam-diam, hingga beberapa saat kemudian akhirnya mereka masuk ke sebuah gedung apartemen yang tidak jauh dari supermarket tempat mereka bertemu. Nathan lalu keluar dari dalam mobil kemudian membuntuti Cleo dan Kenzo dengan mengendap-endap.
"Jadi mereka tinggal di sini? Heh lihat saja laki-laki sombong, kesempatan itu pasti akan datang padaku," ucap Nathan saat melihat Cleo dan Kenzo masuk ke apartemen mereka.
Sementara Cleo yang mengikuti langkah Kenzo masuk ke dalam apartemen hanya bisa terdiam, apalagi Kenzo saat ini terlihat kesal padanya.
"Kenzo, kenapa kau bersikap seperti itu padaku? Sejak bertemu Nathan, kau hanya diam saja."
Namun Kenzo hanya terdiam, dia kini terlihat berpura-pura sibuk memainkan ponselnya. "Kenzo, apa kau marah karena aku berbicara dengan Nathan? Maafkan aku Kenzo, tadi dia menyapaku, jadi aku hanya ingin bersikap baik padanya. Kami hanya bicara sebentar saja lalu kau mendekat padaku dan mengajakku pulang."
"Jadi maksudmu jika aku tidak mendekat pada kalian, kau akan terus meladeni pembicaraan dengannya?"
"Bukan itu maksudku, Kenzo. Tolong jangan bersikap seperti ini padaku, bukankah kau tahu aku paling tidak tahan jika kau bersikap seperti ini padaku? Ayolah Kenzo maafkan aku," ucap Cleo yang kini mulai terisak.
__ADS_1
Mendengar isakan Cleo dan melihat air mata yang mulai membasahi pipinya Kenzo pun mendekatkan tubuhnya pada Cleo lalu memeluknya. "Maafkan aku Cleo, maaf jika aku sampai membuatmu menangis, aku tahu kau tidak bermaksud berdekatan dengan laki-laki itu, tapi terkadang aku memang tidak bisa mengendalikan emosiku, apalagi jika melihatmu berdekatan dengan laki-laki lain. Kau mau kan memaafkanku?"
Cleo lalu mengangguk sambil menatap Kenzo yang kini mulai menghapus air matanya. "Tolong jangan bersikap seperti itu lagi padaku, kau tahu kan bagaimana perasaanku padamu?"
"Ya, maafkan aku," ucap Kenzo sambil memegang wajah Cleo lalu mengecup keningnya. Cleo pun mulai tersenyum memonyongkan bibirnya.
"Cium di sini saja."
Kenzo pun tertawa lalu mulai me****** bibir Cleo dengan begitu rakus. Sedangkan Cleo mulai memasukkan tangannya ke bawah kaos yang dikenakan oleh Kenzo dan meraba seluruh bagian tubuhnya.
"Kau menggodaku, Cleo? Kau menginginkannya kan?"
"Tidak, aku hanya ingin menggodamu saja, tubuhmu selalu tampak seksi di mataku, Kenzo. Perutku bahkan selalu bergetar saat melihat tubuhmu."
"Hahahaha, kau ada-ada saja Cleo," ucap Kenzo lalu mulai mengangkat tubuh Cleo.
"Kita mau kemana Kenzo?"
"Bermesraan, memangnya kenapa?"
"Bukankah kau tadi lupa tidak membeli pengaman?"
"Cleo sekarang kutanyakan padamu, kapan kita lulus kuliah?"
"Bulan depan."
"Lalu kenapa kau harus takut? Kalau sesuatu terjadi padamu bukankah kita bisa langsung menikah karena kita sudah lulus kuliah?"
Kenzo lalu merebahkan tubuh Cleo sambil menciumi wajahnya sedangkan Cleo kini tampak mengerutkan keningnya. "Tidak ada waktu untuk berfikir Cleo," ucap Kenzo sambil menciumi tengkuknya dan membuka pakaian Cleo.
"Kenzo!!"
__ADS_1