Bed Friend

Bed Friend
Berprasangka Baik


__ADS_3

Clarissa kemudian melepaskan pelukannya sambil tersenyum pada Nathan yang kini terlihat salah tingkah saat melihatnya.


"Kenapa Kak?"


"Oh.. Em.. E, tidak apa-apa. Aku tidak menyangka kau juga bisa bersikap bijaksana seperti ini. Maaf jika aku harus mengatakan ini, bukankah sejak kemarin kau sangat galak dan sedikit ketus padaku? Tapi kenapa tiba-tiba kau berubah?"


"Aku hanya tidak ingin kau merasa sedih karena saat ini hanya aku yang ada di sampingmu, kau sudah sangat baik padaku, kau sudah bertanggung jawab mau merawatku, jadi sudah sepantasnya aku bersikap baik padamu karena hanya inilah yang kubisa. Maaf jika kemarin aku sangat galak padamu, kemarin aku sangat kesal karena kau sudah menabrakku yang membuatku kesulitan untuk beraktivitas."


"Tidak apa-apa, kau memang berhak marah padaku, aku memang sudah melakukan kesalahan padamu, karena itulah biarkan aku merawatmu sampai kau benar-benar sembuh."


"Terimakasih, ini sudah lebih dari cukup."


"Apa kau sudah makan?" tanya Nathan. Clarissa kemudian menggelengkan kepalanya.


"Aku pesankan makanan untukmu, sebentar ya," ujar Nathan kemudian mengutak-atik ponselnya untuk memesankan makanan.


"Kau istirahat saja, Clarissa. Nanti kalau makanannya sudah datang aku akan memberitahumu."


Clarissa lalu menyenderkan tubuhnya pada sofa bed yang ada di depan televisi lalu mulai menyalakan televisi, sedangkan Nathan kini berdiri di balkon apartemen sambil menatap cahaya senja yang menghiasi langit sore hari, kepulan asap rokok terlihat berulangkali keluar dari mulutnya.


'Kenapa aku sangat bodoh? Dua tahun aku mengejar cinta seorang wanita yang tidak pernah bisa mencintaiku, mungkin aku selalu beranggapan semua dapat kubeli dan kuatur dengan menggunakan uangku tapi tidak dengan cinta, dua tahun bukan waktu yang singkat untuk mengejar cinta seseorang tapi aku tidak mendapatkan apapun, yang kudapat hanya kesia-siaan,' gumam Nathan sambil tersenyum kecut. Lamunannya buyar saat sebuah suara terdengar memanggilnya.


"Kak Nathan!" panggil Clarissa. Nathan kemudian masuk ke dalam apartemen setelah membuang puntung rokoknya. Dia kemudian mendekat pada Clarissa yang sedang menonton televisi.


"Ada apa Clarissa?"

__ADS_1


"Maukah kau merapikan rambutku lagi? Ikatan rambutku sudah sangat berantakan. Aku tidak suka jika rambutku terlihat berantakan seperti ini, nanti rambutku bisa kusut," gerutu Clarissa.


'Oh tidak kenapa harus terjadi lagi?' gumam Nathan sambil tersenyum. Dia kemudian duduk di samping Clarissa dan mulai merapikan rambut Clarissa.


'Oh tidak, jangan bangun, jangan bangun,' gumam Nathan sambil menelan ludahnya dengan kasar. Melihat tengkuk Clarissa, hatinya kini semakin berdesir, jantungnya yang semakin berdegup kencang membuatnya tak bisa lagi menahan gejolak di dalam hatinya, spontan tangannya kini pun mulai merengkuh tubuh Clarissa yang kini ada di depannya. Dia kemudian memeluk Clarissa sambil menciumi tengkuk indahnya yang begitu menggoda hasratnya.


"Ouhhhh Clarissa," de*ah Nathan sambil menciumi tengkuk dan leher Clarissa dengan begitu bergairah, dia kemudian membalikkan tubuh Clarissa lalu memegang wajah cantiknya dan mendaratkan bibirnya pada bibir Clarissa lalu mulai melu*mat bibir tipisnya. Namun saat Nathan mulai mengeksploitasi lidahnya tiba-tiba sebuah guncangan mengagetkan tubuhnya.


"Kak Nathan.. Kak Nathan," panggil Clarissa. Nathan pun kini tersadar dari lamunannya.


"Kak Nathan, kenapa kau diam seperti itu? Kau sudah selesai merapikan rambutku kan? Kenapa kau diam saja? Apa kau sedang melamun?" tanya Clarissa yang kini menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Oh.. E.. Ah, ya. Maaf, perutku sudah lapar jadi aku sedikit kurang konsentrasi," jawab Nathan sambil meringis. Di saat itulah terdengar suara bel dari arah pintu.


TETTTT TETTTT


"Ya," jawab Clarissa kemudian menonton televisi lagi. Sedang Nathan berjalan ke arah pintu sambil menggerutu. 'Sial! Ternyata hanya lamunanku saja,'


🍒🍒🍒


Kenzo berdiri di balkon kamar Cleo sambil mengamati rumahnya yang ada di sampingnya, matanya kemudian tertuju pada sebuah mobil berwarna silver yang memasuki halaman rumah itu. Dia kemudian menghembuskan nafas panjangnya lalu berjalan memasuki kamar dan mendekat ke arah Cleo yang sedang bermain bersama Shane di atas tempat tidurnya.


"Cleo, aku pulang ke rumahku dulu. Aku ingin bertemu dengan Mama."


"Ya, tolong kendalikan emosimu, Kenzo. Kau ingat kata-kataku tadi kan? Tuhan sudah menggariskan semua yang terbaik untuk setiap makhluknya. Selalu berprasangka baiklah pada-Nya, juga pada Mamamu. Semua keputusan yang diambil oleh Mamamu itu pasti yang terbaik untukmu."

__ADS_1


"Iya Cleo, aku tahu itu. Aku hanya ingin bicara dengan Mama."


"Ya, nanti aku menyusul. Kita makan malam di rumah Mama Amanda."


Kenzo kemudian menganggukkan kepalanya. Dia lalu keluar dari kamar menunju ke rumahnya yang ada di samping rumah Cleo. Amanda yang sedang berjalan ke arah pintu rumah pun tersenyum melihat Kenzo yang kini berjalan mendekat ke arahnya.


"Kenzo," panggil Amanda sambil menyunggingkan senyumnya.


"Bagaimana pertemuanmu dengan Leo dan Calista?"


"Baik Ma, semuanya berjalan dengan lancar. Bahkan mereka juga menjamin agar Nathan tidak menggangu hubungan kami lagi."


"Syukurlah, aku tahu mereka pasti bisa mengerti keadaanmu. Leo dan Calista sangatlah bijaksana, sejak dulu dia juga sangat menyayangimu."


"Ya, aku tahu itu. Ma, sebenarnya ada sesuatu yang ingin kubicarakan."


"Ya, apa yang ingin kau bicarakan? Mengenai pernikahanmu? Atau kau dan Cleo mau membeli rumah baru untuk kalian berdua? Katakan saja Nak, katakan saja apa yang kau inginkan," jawab Amanda sambil tersenyum begitu manis.


"Bukan itu Ma, tapi tentang Papa Abimana."


Mendengar perkataan Kenzo, rasa cemas pun kini mulai merasuk ke dalam hati Amanda.


'Oh tidak,' gumam Amanda.


NOTE:

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak, kalau rame nanti sore aku lanjutin, kalo ga pada ninggalin jejak lanjutinnya kapan² 🤣🤣


__ADS_2