
Abimana dan Inara lalu saling berpandangan, mereka kemudian menatap Amanda yang kini sudah duduk di dekat Kenzo dan Cleo yang duduk bersebelahan. Amanda lalu menganggukan kepalanya, Abimana dan Inara kemudian ikut duduk di atas sofa.
"Kenzo sebenarnya inilah yang ingin kami bicarakan pada kalian berdua, kalian akan menikah jadi kau berhak tahu akan kebenaran yang kami simpan selama ini," ucap Amanda dengan perasaan cemas.
"Amanda, biar aku saja yang menjelaskan semuanya pada Kenzo."
Amanda kemudian mengangguk kepalanya. Kenzo lalu menatap Abimana dengan perasaan yang begitu tak menentu. Cleo yang melihat ekspresi cemas di wajah Kenzo lalu menggenggam tangannya.
"Don't worry, i'm with you," bisik Cleo yang dijawab anggukan kepala oleh Kenzo.
"Kenzo, sebenarnya kami memiliki rahasia yang telah lama kami sembunyikan, maaf kami menyembunyikan sebuah kebenaran yang sudah lama kami simpan darimu," ucap Abimana.
"Sebenarnya kebenaran apa yang telah kalian sembunyikan?" tanya Kenzo.
"Kenzo, maaf jika kami menyembunyikan kebenaran ini darimu, tapi tolong kau jangan salahkan mamamu karena sudah merahasiakan semua ini darimu, dia tidak bersalah karena Om yang meminta pada Amanda agar menyembunyikan kebenaran yang sesungguhnya. Tapi saat kau akan menikah, kami tidak bisa menutupi semua ini darimu, kau harus tahu yang sebenarnya jika..." ucap Abimana menggantung kalimatnya. Inara kemudian menggenggam tangan Abimana yang kini sedang mengambil nafas dalam-dalam.
"Jika aku adalah ayah kandungmu," sambung Abimana yang membuat Kenzo benar-benar merasa terkejut.
__ADS_1
DEGGGGG
Bagaikan ditikam oleh belati, jantung Kenzo rasanya seakan berhenti berdetak, dadanya pun kini terasa begitu sesak seperti mendapat hantaman yang begitu keras, dia kemudian menggelengkan kepalanya sambil menatap Cleo. Cleo yang sebenarnya merasa sangat terkejut pun menutupi rasa terkejutnya dan memberikan kekuatan pada Kenzo yang kini terlihat begitu syok.
"Are you okay?"
Kenzo lalu menganggukan kepalanya, meskipun keringat dingin kini mulai keluar dari sekujur tubuhnya.
"Kenzo maafkan kami, tapi inilah kenyataan yang sebenarnya, mama dulu menikah dengan Om Abimana, tapi kami menikah karena dijodohkan dan Om Abimana tidak mencintai mama. Saat kami sudah menikah, dia masih berhubungan dengan kekasihnya yang merupakan ibu kandung dari Sharen. Sharen lahir satu bulan lebih awal dibandingkan dengan dirmu, dan setelah kau lahir mama dan Om Abimana bercerai, tapi nasib buruk menimpa Om Abimana, dia ditinggalkan oleh kekasihnya dan merasa sangat terpukul, jadi mama mengambil alih hak asuh Sharen. Jadi kau dan Sharen memiliki ayah kandung yang sama yaitu Abimana," tambah Amanda.
Kenzo kini masih terdiam, tatapannya terlihat kosong. Rayhan kemudian mendekat ke arahnya. "Kenzo maafkan kami, tapi ini adalah sebuah kenyataan dan merupakan bagian dari masa lalu yang tidak bisa kami sembunyikan lagi darimu, tapi tolong kau jangan salahkan siapapun termasuk ayah kandungmu, Abimana. Dia dan mamamu menikah karena dijodohkan, kau tahu sendiri kan jika cinta tidak bisa dipaksakan, seperti yang kau rasakan pada Cleo. Itulah yang Abimana rasakan pada mantan kekasihnya dulu, meskipun akhirnya kekasihnya meninggalkannya. Mamamu dan Abimana memang tidak berjodoh, dan mereka berpisah juga sudah bagian dari takdir hingga kami akhirnya hidup bahagia dengan pasangan kami masing-masing, itu adalah sebuah proses kehidupan yang sudah digariskan oleh Tuhan. Jadi papa minta, tolong terima Abimana sebagai ayah kandungmu," ucap Rayhan sambil mengelus bahu Kenzo.
"Dan kau harus ingat Kenzo, siapapun dirimu rasa cintaku padamu tidak akan pernah berubah, rasa cinta ini tidak akan pernah berkurang, aku sangat mencintaimu, Kenzo," bisik Cleo kembali yang kini membuat Kenzo tersenyum.
"I love you too," jawab Kenzo sambil menggenggam tangan Cleo kian erat. Melihat senyuman di wajah Kenzo, Abimana dan Amanda pun saling bertatapan, perasaan cemas yang mereka rasakan kini mulai pudar apalagi saat ini Kenzo mulai mengeluarkan suaranya.
"Sebenarnya aku memang sangat terkejut dengan semua ini, sejak dulu yang kutahu Papa Rayhan adalah ayah kandungku, rasa sayang Papa Rayhan padaku dan Kak Sharen tidak pernah membuat kami curiga jika kami bukanlah anak kandungnya. Tapi bagaimanapun juga aku tetap akan mengakui kebenaran yang tidak bisa kutampik jika Om Abimana adalah ayah kandungku, terlepas kesalahan masa lalu yang dia lakukan pada mama, tapi benar yang kalian katakan jika ini adalah sebuah proses kehidupan, mungkin Om Abimana dan Mama memang tidak berjodoh jadi mereka dipisahkan dengan cara seperti itu, dan itu semua adalah suratan takdir dari Tuhan."
__ADS_1
Mendengar perkataan Kenzo, perasaan bahagia pun mulai merasuk ke dalam hati Abimana, dia kemudian menyunggingkan senyum tipisnya yang pada Inara.
"Jadi kau mau menerima Abimana sebagai ayah kandungmu kan Kenzo?" tanya Amanda. Kenzo pun hanya terdiam.
"Come on Kenzo, Om Abimana orang yang baik, dia juga sangat penyayang sama sepertimu, kau lihat sendiri kan dia sangat menyayangi Tante Inara, mungkin rasanya seperti itu yang dia rasakan pada kekasihnya sampai dia menghianati Tante Amanda tapi kau lihat sendiri bagaimana hubungan Tante Amanda dan Om Abimana, hubungan mereka terjalin dengan baik bahkan bisa bersahabat, pasti dulu mereka juga berpisah secara baik-baik, dan aku yakin Om Abimana pasti sangat menyayangi dirimu, dia bahkan rela selama ini menutup jati dirinya dan membiarkanmu menganggap Rayhan sebagai ayah kandungnya, itu bukan hal yang mudah Kenzo, dia pasti sangat menyayangimu karena tidak ingin kau terluka, sekarang tolong panggil Om Abimana dengan sebutan Papa," bisik Cleo.
"Iya Cleo," jawab Kenzo, perlahan Kenzo pun menganggukkan kepalanya.
"Iya Ma," jawab Kenzo sambil menatap Amanda. Amanda pun tersenyum kemudian menatap Abimana.
"Kau mau menerima Papa, Nak?" tanya Abimana pada Kenzo.
"Iya Pa," jawab Kenzo sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Abimana.
"Terimakasih Nak," jawab Abimana sambil meneteskan air matanya.
"Terimakasih banyak Kenzo, bolehkah aku memelukmu Nak?" tanya Abimana yang dijawab anggukan kepala oleh Kenzo. Kenzo lalu berdiri dan mendekat pada Abimana, Abimana kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu berdiri dan memeluk Kenzo yang kini berdiri di hadapannya. Dia kemudian memeluk Kenzo diiringi air mata yang mengalir deras membasahi wajahnya.
__ADS_1
"Putraku."