
Laki-laki itu lalu mendekat ke arah Jessica.
"Jessica, tolong berikan minuman ini pada Cleo. Aaron khusus membelikan minuman ini untuknya."
"Minuman apa ini, Edrick?"
"Chivas Regal, 12 year old."
"Oh, baik aku akan mencoba memberikan ini pada Cleo."
"Terimakasih Jessica."
"Ya."
Cleo pun mendekat ke arah Jessica.
"Happy birthday Jess," teriak Cleo sambil memeluk Jessica.
"Terimakasih banyak, Cleo. Kau sendirian? Dimana pacarmu itu?"
"Ya, aku sedang ingin sendiri dan tolong jangan tanyakan tentang Kenzo lagi padaku!"
"Something happen?"
Cleo pun hanya tersenyum. "Baiklah, sebaiknya kau minum ini terlebih dahulu," ucap Jessica sambil memberikan sebuah gelas yang diberikan Edrick padanya.
"Apa ini?"
"Chivas Old."
"Aku tidak minum Jessica, kalau orang tuaku tahu aku minum aku bisa dipecat jadi anak mereka."
"Apa orang tuamu tahu? Tidak kan? Sedikit saja, anggap saja untuk membuang rasa kesalmu pada Kenzo."
"Baiklah, aku akan mencoba sedikit," jawab Cleo kemudian meminum minuman tersebut. Aaron yang melihat Cleo meminum minuman yang diberikan untuknya kini tampak tersenyum menyeringai. "Sebentar lagi kau akan menjadi milikku, Cleo. Aku akan menikmati tubuh indahmu dan wajah cantikmu itu, seperti yang biasa dilakukan oleh kekasihmu yang sombong itu."
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Cleo pun mulai merasakan pusing di kepalanya.
'Astaga, kenapa kepalaku jadi pusing seperti ini. Pasti karena aku meminum minuman itu tadi, bukankah aku belum pernah minum sebelumnya,' gumam Cleo sambil memegang kepalanya.
"Jessica, aku sedikit pusing. Aku duduk di sofa yang ada di pojok ruangan itu dulu."
"Kau tidak apa-apa kan?"
"Tidak, hanya sedikit pusing saja."
Jessica lalu mengangguk sambil memperhatikan Cleo. "Astaga, jangan-jangan sesuatu terjadi pada Cleo karena meminum minuman yang diberikan oleh Edrick, aku akan sangat merasa bersalah jika sesuatu terjadi padanya. Lebih baik aku hubungi Kenzo sekarang juga," ucap Jessica, dia kemudian mengambil ponselnya lalu menelpon Kenzo.
Kenzo yang terlihat kebingungan hanya bisa marah dan berteriak-teriak di apartemennya.
"CLEO KENAPA KAU TIDAK MAU MENURUTI KATA-KATAKU! AKU SANGAT MENCEMASKANMU, CLEO! AKU TAKUT SESUATU TERJADI PADAMU! AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN DIRIKU SENDIRI JIKA SESUATU TERJADI PADAMU!"
"Tahukah kau aku melakukan semua ini karena aku tidak mau kehilangan dirimu, aku takut sesuatu terjadi padamu! Tidak, aku tidak boleh seperti ini, aku harus mencari Cleo sekarang juga," ucap Kenzo kemudian keluar dari apartemennya lalu mulai mengendarai mobilnya menyusuri jalanan. Di saat itulah, ponselnya pun berbunyi. Kenzo lalu mengambil ponsel itu dan melihat nama Jessica di layar ponselnya.
"Jessica," ucap Kenzo, dia kemudian segera mengangkat panggilan itu.
[Halo Jessica, apa Cleo datang ke pesta ulang tahunmu? Cepat katakan dimana kau mengadakan pesta ulang tahunmu!]
[Jadi Cleo sakit?]
[Ya, cepat kau jemput Cleo sekarang juga. Aku akan mengirimkan alamat cafe tempat aku mengadakan pesta ulang tahunku melalui pesan pribadi.]
[Baik, terimakasih Jessica.]
Kenzo lalu membuka pesan yang dikirimkan oleh Jessica kemudian bergegas pergi ke alamat cafe yang dikirimkan oleh Jessica.
Sementara Aaron yang melihat Cleo sedang duduk di sofa pun mendekat padanya. "Kau kenapa Cleo?"
"Tidak apa-apa, hanya sedikit pusing."
"Oh, kau sedang pusing?"
__ADS_1
"Ya."
"Setiap hari aku membawa obat sakit kepala, apa kau mau meminumnya?"
"Obat sakit kepala?"
"Ya, kau tenang saja ini aman untuk dikonsumsi."
"Baiklah, berikan padaku sekarang juga," ucap Cleo sambil menengadahkan tangannya. Aaron lalu memberikan sebuah tablet kecil berwarna putih padanya.
"Kau yakin kan ini aman untuk kuminum?"
"Ya, tentu saja. Aku tidak mungkin berbuat jahat padamu, bukankah selama ini kita berteman dengan baik?"
Cleo lalu menganggukkan kepalanya kemudian mengambil obat yang ada di tangan Aaron. Aaron yang melihat Cleo tengah meminum obat yang diberikan padanya pun tersenyum.
'Aku tahu kau tadi hanya meminum sedikit alkohol yang kuberikan padamu, dan itu tidak berpengaruh banyak padammu, lebih baik langsung kuberikan obat tidur saja padamu,' gumam Aaron sambil tersenyum menyeringai apalagi saat ini Cleo mulai merebahkan kepalanya di atas sofa.
"Kau kenapa, Cleo?"
"Aaron, tiba-tiba aku sangat mengantuk. Aku tidur dulu ya, tolong kau bangunkan aku jika pesta Jessica akan dimulai."
Aaron pun mengangguk sambil menatap Cleo yang kini sudah memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian, Aaron pun mengguncang-guncangkan tubuh Cleo, namun sudah tidak ada respon.
"Bagus sekali, sepertinya dia sudah terlelap, mari kita sekarang bersenang-senang Cleo, aku sudah memesan hotel yang tidak jauh dari sini, tapi sebelumnya aku ingin mengecup bibir indahmu itu,' ucap Aaron sambil mendekatkan wajahnya pada Cleo. Namun sebelum bibirnya menyentuh bibir Cleo tiba-tiba sebuah hantaman mendarat di wajahnya yang membuat Aaron merasa begitu terkejut apalagi sebuah tenaga yang begitu kuat kini mencengkram kerah belakang pakaiannya lalu mulai menghempaskan tubuhnya ke atas lantai. Saat akan mencoba melakukan perlawanan, sebuah pukulan bertubi-tubi pun menghantam tubuhnya.
"DASAR BREN*SEK! BERANI-BERANINYA KAU MENGGANGGU PACARKU! BAJIN*AN! KURANG AJAR KAU, AARON!! KAU TIDAK AKAN KUAMPUNI!" teriak Kenzo sambil terus memukul Aaron dengan begitu menggebu-gebu. Tubuh Aaron yang lebih besar dibandingkan Kenzo pun terlihat tak berdaya karena sudah begitu banyak luka memar di tubuhnya, hingga akhirnya seorang petugas keamanan pun mendekat ke arah mereka lalu menjauhkan Kenzo dari Aaron yang kini sudah terkapar di atas lantai.
"Lebih baik anda pergi sekarang juga," kata petugas security tersebut.
"Kenzo, biar aku yang mengurus semuanya, maafkan aku, aku tidak tahu jika sampai akan ada kejadian seperti ini. Lebih baik kau bawa Cleo pulang sekarang juga."
"Iya Jessica, terimakasih banyak sudah ikut membantu."
"Iya."
__ADS_1
Kenzo lalu mengangkat tubuh Cleo yang sudah tidak sadarkan diri di atas sofa kemudian bergegas membawa ke dalam mobilnya. Dia kemudian mengendarai mobilnya dengan kecepatan begitu tinggi sambil sesekali melirik Cleo yang kini tertidur di sampingnya.
"Dasar anak nakal, apa kau tahu bagaimana sakitnya perasaanku saat melihatmu tadi hampir saja dilecehkan oleh laki-laki bren*sek itu! Bukankah sudah kukatakan padamu agar kau harus selalu ada di sampingku, tapi kenapa kau malah pergi meninggalkan aku!" gerutu Kenzo sambil menahan amarah yang masih bergemuruh di dadanya.