Bed Friend

Bed Friend
Orang Asing


__ADS_3

"Vansh? Apa Mama yakin dia mau hidup di sini lagi? Apa dia sudah bisa menghilangkan rasa trauma setelah yang dia alami?"


"Mama juga tidak tahu, tapi Olive mengatakan jika bulan depan Vansh pulang ke Indonesia dan dia akan tinggal bersama dengan kita karena Olive dan Kenan baru pindah ke sini setengah tahun lagi. Karena itulah Mama minta padamu untuk ikut menemani Vansh agar dia tidak mengingat kembali apa yang telah terjadi di masa lalunya."


"Mama, aku banyak urusan Ma. Aku malas harus menemani Vansh yang pendiam itu!"


"Banyak urusan? Pacaran maksudmu?"


Nathan pun meringis mendengar pertanyaan Calista. "Jadi benar kan yang kau sukai itu Clarissa bukan Sharen?"


Nathan pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dengan begitu lebar. "Ya, karena itulah lebih baik Mama menyuruh Nala saja yang menemani Vansh, aku tidak ada waktu untuk itu Ma."


"Nathan, apa kau sudah lupa jika Vansh belum mau bicara dengan seorang wanita setelah kejadian itu? Bagaimana Nala mau menemani Vansh?"


"Benar-benar sungguh merepotkan!" gerutu Nathan.


"Nathan, kau tidak boleh berbicara seperti itu pada Vansh, dia kehilangan orang yang sangat dia cintai di hari pernikahannya. Tidak mudah baginya menjalani hidup ini, Nathan. Bukankah kau juga tahu Vansh sudah berpacaran dengan mantan istrinya hampir sepuluh tahun lamanya dan dia kehilangan orang yang sangat dia cintai di hari pernikahannya. Itu sangat menyakitkan baginya, Nathan."


"Baik, aku akan menjadi teman dan saudara yang baik selama dia ada di sini."


"Bagus. Lalu sekarang tentang hubunganmu dengan Clarissa, kalau kau benar-benar menyukai Clarissa, ajak dia ke rumah ini. Mama sudah lama tidak berjumpa dengan Clarissa."


"Aku pasti akan membawanya ke rumah ini Ma, tapi setelah acara pernikahan Kenzo selesai. Saat ini dia sibuk menjelang hari pernikahan Kenzo."


"Ya, Mama tahu itu."


"Aku masuk ke dalam dulu, Ma."


"Iya Nathan."

__ADS_1


Nathan kemudian berjalan memasuki rumahnya, setelah melihat Nathan yang sudah masuk ke dalam rumah. Calista lalu mengambil ponselnya yang ada di atas meja kemudian dia tampak sibuk mengetik sesuatu di layar ponsel lalu menempelkan ponsel itu di telinganya.


[Halo, Leo.]


[Ya Calista, bagaimana? Apa kau sudah menanyakannya pada Nathan?]


[Sudah, kau tenang saja, aku sudah mendapatkan jawaban dari kekhawatiranmu itu, Leo.]


[Lalu bagaimana? Apakah dia memiliki hubungan dengan Sharen? Anak dari Abimana itu?]


[Tidak Leo, dia tidak menyukai Sharen, tapi Clarissa.]


[Oh syukurlah kalau begitu, tapi bagaimana dengan wanita yang ada di apartemen itu? Bukankah wanita yang ada bersama dengan Nathan di apartemen adalah Sharen?]


[Entahlah, aku tidak menanyakan itu. Aku tidak mau jika aku langsung menanyakan itu Nathan bisa curiga jika kita telah memata-matainya. Mungkin saja saat di apartemen, Sharen tidak sengaja datang ke apartemen itu lalu membukakan pintunya saat anak buah kita datang.]


[Iya Leo, Nathan menyukai Clarissa bukan Sharen.]


[Bagus Calista, tolong kau bicarakan hal ini secepatnya dengan Amanda. Aku ingin mereka bisa segera menikah secepatnya.]


[iya Leo, aku akan membicarakan hal ini secepatnya dengan Amanda, setelah pernikahan Kenzo dan Cleo selesai aku akan membicarakan hal ini dengan mereka.]


[Ya, bagus. Aku ingin Nathan bisa menikah secepatnya.]


[Iya Leo, aku mengerti apa yang ada di pikiranmu.]


[Iya Calista.] jawab Leo kemudian menutup panggilan telepon dari Calista. Leo kemudian melihat tumpukan berkas yang ada di depannya.


"Anak manja itu harus segera menggantikanku atau setidaknya ikut bekerja di perusahaan ini, dan solusinya dia harus secepatnya menikah agar bisa lebih memiliki tanggung jawab," gerutu Leo sambil mengamati berkas itu satu per satu.

__ADS_1


🍒🍒🍒


❣️ Beberapa hari kemudian ❣️


Hiruk pikuk begitu terasa di sebuah hotel bintang lima yang ada di pusat ibu kota. Salah satu hotel naungan Mahendrata Grup itu kini tampak di penuhi berbagai macam perlengkapan pernikahan. Dua buah janur di gerbang hotel menyambut kedatangan tamu yang datang memenuhi undangan pernikahan tersebut. Dekorasi yang megah dan dipenuhi oleh berbagai macam bunga pun siap menyambut kedatangan tamu yang memasuki pintu masuk hotel sampai ke dalam ballroom hotel tempat pernikahan berlangsung. Sebuah mobil berwarna hitam dengan merk empat buah lingkaran di bagian depan mobil itu tampak memasuki area parkir hotel. Seorang sopir dan tiga orang penumpang yang ada di dalam mobil tersebut kini tampak bersiap untuk turun dari dalam mobil.


"Ayo kita turun sekarang," ucap Inara sambil menepuk bahu Abimana yang terlihat sedang melamun.


"Abimana, apa yang kau pikirkan? Kenapa sepanjang perjalanan kau tampak cemas? Hari ini adalah hari pernikahan putramu, apa kau tidak bahagia dengan pernikahan putramu?"


"Oh tidak Inara, tentu saja aku sangat bahagia dengan pernikahan Kenzo, setelah bertahun-tahun dia terpuruk, akhirnya dia bisa menikah dengan wanita yang dia cintai, tentu saja aku sangat bahagia Inara."


"Kalau begitu ayo kita turun sekarang. Ayo Sharen, kita turun sekarang. Kau sudah selesai merapikan dirimu kan?"


"Iya Ma, aku sudah selesai," jawab Sharen sambil merapikan riasan di wajahnya.


Abimana pun menganggukkan kepalanya. Mereka kemudian turun dari mobil lalu memasuki hotel tersebut dan berjalan menuju ke ballrom tempat akad nikah akan berlangsung. Senyum tersungging di bibir Abimana sepanjang memasuki hotel tersebut, namun di dalam hatinya, perasaannya begitu berkecamuk. Berbagai pikiran tentang sikap Kenzo saat nanti bertemu dengannya begitu menghantui pikirannya. Jantungnya pun kian berdegup kencang saat memasuki area ballroom hotel.


"Itu Amanda dan Rayhan," ujar Inara saat melihat Amanda dan Rayhan yang ada di salah satu tempat duduk VIP khusus untuk keluarga yang ada di dalam ballroom itu. Mereka pun bergegas mendekat ke arah Amanda dan Rayhan. Namun saat langkah mereka sudah dekat, Kenzo pun ikut duduk di samping Amanda.


Abimana pun menghentikan langkahnya, dia kemudian mengehembuskan nafas panjangnya saat melihat Kenzo yang kini ada di hadapannya. Butiran bening air mata pun mulai menetes membasahi wajahnya, hatinya kian terasa begitu sesak menahan berbagai perasaan yang begitu berkecamuk.


'Kenzo putraku, Kenzo putraku akan menikah, kau tampan sekali, Nak. Aku benar-benar ingin memelukmu putraku, tapi aku sadar siapa aku sebenarnya, di matamu aku hanyalah orang asing yang tidak pernah kau anggap. Aku adalah orang yang sangat kau benci, aku tahu kau pasti malu memiliki ayah sepertiku, maafkan aku Kenzo, maafkan aku,' gumam Abimana.


"Abimana, kenapa kau berdiri? Tolong temani Kenzo menjelang akad nikahnya, Abimana," perintah Amanda yang membuyarkan lamunan Abimana.


NOTE:


Vansh ga ada hubungannya sama hubungan Nathan dan Clarissa yes, Vansh udah ada jodohnya sendiri

__ADS_1


__ADS_2