Bed Friend

Bed Friend
Wanita Cacat


__ADS_3

Aleta memutar roda pada kursi rodanya dengan menggunakan tangan kanannya dengan begitu lincah. Senyuman tersungging di bibirnya saat melihat sebuah ruko besar yang ada di hadapannya.


"Aku sengaja mengantarkan makan siang untuk Yasmin lebih awal karena mulai siang ini aku akan bekerja menjaga konter milik Maya, tapi sebelumnya Maya akan mengajakku makan siang terlebih dulu karena dia hari ini baru saja mendapat kenaikan gaji," ujar Aleta sambil terus memutar roda di kursi rodanya.


Namun saat mulai mendekat ke arah ruko tersebut tiba-tiba netranya tertuju pada sepasang pasangan yang sedang berdiri di dalam tempat yang akan ditujunya sambil merapikan pakaian mereka di depan cermin.


"Astaga," ucap Aleta sambil menutup mulutnya, dia kemudian memacu kursi rodanya ke belakang dinding sambil mengamati pasangan tersebut. Sang lelaki tampak sedang memperlihatkan ponselnya pada wanita yang ada di sampingnya lalu mereka tertawa bersama.


Kenzo memperlihatkan foto Nathan yang sedang menyuapi Clarissa pada Cleo sambil tertawa terbahak-bahak saat mereka selesai mengganti pakaian mereka setelah fitting gaun dan jas pengantin.


"Bagaimana, Cleo?"


"Hahahaha, kau memang benar-benar nakal tapi aku sangat menyukainya. Nathan pantas diberi pelajaran, sekarang aku sangat kesal padanya saat mengingat bagaimana rasanya mengandung darah dagingmu tanpa kau ada di sisiku akibat ulah dua orang menyebalkan itu."


"Aku juga, aku sangat marah pada mereka berdua, apalagi pada Aleta, dia lah awal musibah dalam hubungan kita. Kalau dia tidak menghasutmu, tentu tidak akan ada celah bagi Nathan untuk masuk ke dalam kehidupanmu, dan kita sudah menikah sejak dulu."


Cleo kemudian tersenyum melihat Kenzo yang sedang terlihat kesal. "Kenapa Cleo?"


"Kau sangat seksi, Kenzo."


"Jangan menggodaku, aku tidak tahan kalau kau mulai berkata seperti itu."


"Lakukan saja."


"Cleo, ini tempat umum."


"Aku punya ide, ayo kita pulang sekarang."


Kenzo dan Cleo lalu berpamitan pada desainer yang merancang pakaian pernikahan mereka, lalu keduanya keluar dari tempat desainer tersebut sambil berpegangan tangan lalu berjalan ke arah mobilnya.


"Kita makan siang dulu, Cleo. Kak Sharen menunggu kita di rumah makan yang letaknya tidak jauh dari sini."


"Ya, aku juga sudah lapar Kenzo, sepertinya hari ini kita sudah terlalu banyak tertawa hingga membuat perutku jadi lapar," jawab Cleo saat mereka memasuki mobil Kenzo. Namun saat Kenzo akan mengendarai mobilnya tiba-tiba Cleo memanggilnya.


"Kenzo," ucap Cleo sambil memainkan kedua telunjuknya.

__ADS_1


"Apa?"


"Bukankah tadi kau mengatakan kalau kau sudah tidak tahan padaku?"


"Hahahaha, hahahaha Cleo. Jadi maksudmu disini?"


Cleo lalu menganggukan kepalanya. "Bukankah biasanya seperti itu? Bahkan di dalam mobil itu jauh lebih aman dibandingkan dengan di rumah, mama belum pernah melihat kita berciuman di dalam mobil, Kenzo."


"Hahahaha, baiklah."


Kenzo lalu mendekatkan wajahnya pada Cleo lalu mulai mel*mat bibirnya dengan begitu bergairah, dia memainkan lidahnya di dalam dan mengisapnya hingga terdengar kecapan dan de**han diantara keduanya. Kenzo lalu memasukkan tangannya ke dalam pakaian Cleo lalu me*emas benda kenyal miliknya.


"Cukup Kenzo!" teriak Cleo sambil melepaskan ciumannya. Keduanya lalu tertawa.


"Bagaimana kalau kebablasan?" gerutu Cleo.


"Bukankah kau yang menginginkannya?"


"Hanya sekedar ciuman Kenzo tidak lebih! Kau bahkan sudah merusak lipstikku," gerutu Cleo yang membuat Kenzo tertawa terbahak-bahak.


"Aku memang bisa menghindar dari mereka tapi ternyata aku harus melihat pemandangan seperti ini di depan mataku, ini rasanya jauh lebih sakit," ucap Aleta kemudian menghapus air matanya. Dia kemudian mengehembuskan nafas panjangnya saat melihat mobil Kenzo yang sudah meninggalkan parkiran itu. Hingga tiba-tiba seseorang menepuk bahunya.


"Kak Aleta, kau sudah ada di sini?"


"Oh iya, sebentar lagi Maya akan menjemputku jadi aku mengantarkan makan siangmu lebih awal."


Wanita yang ada di hadapan Aleta lalu mengamati wajah Aleta. "Kakak menangis?" tanya wanita tersebut.


"Tidak Yasmin, hanya kemasukan debu."


"Jangan bohong Kak, kakak tadi pasti sudah bertemu dengan Kak Kenzo kan? Kak Kenzo dan kekasihnya tadi fitting baju pengantin di sini."


"Oh syukurlah kalau begitu."


"Jadi kakak tidak membaca pesanku saat aku mengirimkan foto mereka yang sedang fitting baju pengantin?"

__ADS_1


Aleta lalu menggelengkan kepalanya. "Pantas saja, tadi sudah kuperingatkan agar kakak jangan ke sini dulu karena ada Kak Kenzo dan kekasihnya."


"Emh Yasmin, kakak pergi dulu, itu taksi yang kakak pesan sudah datang. Maya juga sudah menunggu di rumah makan, aku tidak ingin Maya menunggu terlalu lama."


"Iya Kak, ayo kubantu masuk ke dalam taksi."


Aleta lalu menganggukan kepalanya. Yasmin lalu mendorong kursi roda Aleta masuk mendekat ke arah taksi lalu membantu Aleta memasuki taksi tersebut. "Hati-hati di jalan, Kak," ucap Yasmin.


'Aku yakin kau tidak baik-baik saja Kak, tapi nasi sudah menjadi bubur, aku juga baru mengetahui beberapa hari yang lalu saat Kak Maya menceritakan kisah hidupmu padaku, jika saja dulu aku tahu bagaimana siakapmu mungkin aku bisa mencegahmu untuk berhenti menuruti ambisimu dan kau tidak akan mengalami kemalangan sepanjang hidupmu,' gumam Yasmin saat melihat kepergian Aleta di dalam taksi.


🍒🍒🍒


Kenzo dan Cleo memasuki sebuah rumah makan tidak jauh dari tempat dia melakukan fitting baju pengantin beberapa saat yang lalu. Mereka kemudian mendekat pada seorang wanita muda yang sedang duduk tidak jauh berada dari pintu masuk rumah makan tersebut. Wanita itu tampak melambaikan tangannya ke arah Kenzo dan Cleo.


"Itu Kak Sharen," ucap Kenzo sambil menarik tangan Cleo lalu mendekat pada Sharen.


"Halo Kak Sharen, aku sangat merindukanmu. Tadi malam kita tidak sempat bertegur sapa karena kau dan Om Abimana sangat terburu-buru."


"Aku juga sangat merindukanmu anak nakal, kau meninggalkan kami begitu saja lalu membawa pulang seorang keponakan untukku! Sungguh benar-benar nakal!" gerutu Sharen sambil mencubit pipi Cleo.


"Tahukah kau adikku hampir saja gila karenamu..."


"Sudah tidak usah diceritakan lagi Kak, semua orang sudah mengatakannya padaku, untung saja adikmu belum benar-benar gila jadi aku masih mau menikah dengannya."


"Hahahaha... Hahahaha." Sharen dan Cleo lalu tertawa bersama yang membuat Kenzo terlihat kesal. Namu tiba-tiba tawa mereka terhenti saat mata mereka sama-sama tertuju pada seseorang yang sedang memasuki rumah makan tersebut sambil memutar kursi rodanya dengan menggunakan tangan kanannya. Cleo dan Sharen lalu saling berpandangan, Kenzo yang melihat Cleo dan Sharen yang kini terlihat aneh lalu mengerutkan keningnya sambil menatap Cleo dengan tatapan tanda tangan.


Cleo lalu menunjukkan tangannya ke arah pintu masuk. Kenzo kemudian mengalihkan pandangannya pada arah pintu masuk lalu melihat seorang wanita cacat yang memasuki rumah makan tersebut.


"Aleta."


NOTE:


Baca juga karya bestie aku ya, karya Kak Ocybasoaci judulnya Beauty Clouds dijamin ceritanya seru abis, nyesel deh kalo ga mampir 😘😍🥰


__ADS_1


__ADS_2