
Saat tengah asik menikmati makanan ringan dan teh di kantin tiba-tiba ponsel Nala berdering. Dia kemudian mengambil ponselnya, lalu melihat nama Zack di layar ponsel itu.
"Oh tidak, jin ifrit sudah meneleponku," ujar Nala.
"Jin ifrit? Siapa siapa maksudmu, Nala?" tanya Olivia.
"Bukan siapa-siapa Tante, hanya temanku. Aku memang sering memanggilnya seperti itu karena dia memang seperti jin ifrit."
"Oh, jadi itu temanmu?"
"Iya Tante Olivia. Emh tante, aku permisi pulang dulu. Teman-temanku sudah menghubungiku, mereka sedang menungguku di rumah," ujar Nala.
"Bukankah tadi kau mengatakan kalau kau ingin bertemu dengan Laurie?"
"Oh iya, tante. Tapi tiba-tiba teman-temanku datang ke rumah, jadi sepertinya aku harus pulang ke rumah sekarang juga."
"Oh baiklah kalau begitu, Nala. Kau pulang saja sekarang, dan temui teman-temanmu."
"Iya Tante Olivia, aku pulang dulu."
Nala kemudian keluar dari kantin tersebut, lalu bergegas menghubungi Zack kembali. Baru saja panggilan itu diangkat, tiba-tiba Zack sudah berteriak.
[Kau ada dimana wanita siluman?]
[Maafkan aku, Tuan. Tadi aku ke belakang sebentar, sekarang tuan ada dimana] tanya Nala.
[Aku ada di parkiran mobil! Cepat ke sini sekarang dalam waktu 5 menit atau kau akan kuhabisi sekarang juga]
[Baik Tuan, siap 86] jawab Nala dengan begitu tergesa-gesa menuju ke parkiran mobil.
"Cuih, jin ifrit itu mau membunuhku? Enak saja! Akan kulaporkan sebagai kekerasan dalam rumah tangga. Meskipun aku tidak berumah tangga dengannya," ujar Nala, sambil berlari menuju ke tempat parkiran mobil.
Tak berapa lama, dia pun sudah sampai di tempat parkir mobil. Nala kemudian mendekat ke arah Zack yang saat ini tampak begitu marah.
__ADS_1
"Hai wanita siluman! Kau sebenarnya darimana? Kenapa tiba-tiba kau menghilang begitu saja? Berani sekali kau mempermainkan aku! Kau pikir kau siapa hah? Kau hanya wanita miskin dan bodoh yang kuangkat menjadi asisten pribadiku!" ujar Zack pada Nala.
Meskipun sebenarnya Nala merasa begitu kesal mendengar umpatan dari Zack, namun dia mencoba meredam emosinya untuk mengerjai laki-laki yang ada di depannya saat ini.
"Maafkan saya tuan, tadi saya ingin ke belakang, tapi tiba-tiba saya tersesat di dalam rumah sakit."
"Apa kau tersesat? Kau memang benar-benar wanita bodoh! Julukan itu memang pantas untukmu."
"Tuan, apa anda tidak tahu, kalau kata adalah doa. Setiap kata yang anda ucapkan akan menjadi doa bagi anda sendiri. Jadi Tuan tolong jangan mengumpat bodoh padaku, karena itu akan berbalik pada diri tuan sendiri."
"Oh jadi kau mendoakan aku bodoh hah?"
"Tidak tuan, bukankah tadi tuan yang mengatakan seperti itu? Jadi lebih baik tuan menjaga kata-kata tuan sendiri, karena kata adalah doa."
"Jadi kau mau mengajariku? Kau pikir kau lebih pintar dariku? Cepat masuk ke dalam atau akan kutembak kepalamu sekarang juga!" bentak Zack sambil memperlihatkan sebuah pistol di pinggangnya.
Nala menelan ludahnya dengan kasar melihat sebuah pistol, memang saat melihat pistol membuat nyalinya seketika menciut. Dia kemudian masuk ke dalam mobil Zack, diikuti Zack yang kini duduk di sampingnya.
"Ikut dengan Tuan? Bukankah saya sudah ikut dengan Tuan?"
"Hai wanita siluman, dengarkan aku! Aku akan pergi ke sebuah tempat yang jauh, dan sebagai asisten pribadiku kau harus menemaniku kemanapun aku pergi!"
"Anda mau pergi kemana? Lalu bagaimana dengan istri anda tuan? Apakah itu artinya anda mau meninggalkan istri anda?"
"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkan istriku, karena aku sangat mencintainya. Aku hanya menjauh sementara darinya dan memberinya ruang dan kebebasan agar dia bisa mrrasakan kebahagiaan tanpa diriku di dekatnya. Setidaknya itulah yang aku bisa kulakukan setelah hal buruk yang terjadi dalam rumah tangga kami. Saat ini, istriku mengalami lumpuh pada sebagian tubuhnya, dan itu semua karena diriku. Aku merasa sangat bersalah, jadi aku ingin memberinya waktu untuk hidup bahagia tanpa ada aku."
"Kenapa tidak seterusnya seperti itu? Bukankah istri anda tidak pernah mencintai anda tuan? Bukankah cinta tidak harus memiliki? Cinta adalah keikhlasan saat melihat orang yang kita cintai bahagia, itulah makna dari cinta."
"Hai dengarkan aku! Kau tidak usah mengajariku karena aku lebih tahu yang terbaik untukku. Lebih baik sekarang kau bersiap-siap untuk pergi bersamaku!"
"Memangnya anda mau pergi ke mana Tuan? Anda mau menculik saya?"
"Cih! Aku tidak sudi menculikmu! Aku hanya membutuhkan asisten pribadi yang menyiapkan segala kebutuhanku saat aku pergi ke luar negeri!"
__ADS_1
"Ke luar negeri? Apakah itu Kutub Utara?"
"Jangan main-main, dan jangan pernah bercanda denganku! Aku tidak suka itu!"
"Dan aku juga tidak sedang bercanda tuan, bukankah hati anda sedingin es? kutub utara tempat yang sangat cocok untuk anda."
"Dasar wanita siluman! Lebih baik kau tutup mulutmu! Apa kau sudah lupa pada ancamanku? Pistol ini bisa saja menembakmu kapanpun kumau! Sekarang kau akan kuantar pulang, lalu kuberi waktu 5 menit untuk mengemasi barang-barangmu. Setelah itu kita akan pergi ke Macau sekarang juga menggunakan jet pribadiku."
"Apa mengantarku pulang ke rumah?"
"Iya kau punya rumah kan?"
'Mampus,' batin Nala sambil menelan ludahnya dengan kasar.
***
Sementara itu, Alvaro yang ditelepon secara mendadak, kini tampak berjalan ke ruangan Laurie. Saat masuk ke dalam ruang perawatan itu, raut cemas pun begitu tergambar di wajah Laurie.
"Ada apa Laurie?"
"Alvaro, ternyata ini tidak berjalan sesuai rencana kita."
"Tidak berjalan sesuai rencana? Apa maksudmu? Tadi saat aku menceritakan keadaanmu, Zack tampak begitu tertekan."
"Iya Alvaro, dia memang tampak sangat bingung, tapi dia tetap masih tetap saja tidak mau melepaskan aku. Dia memang berniat pergi meninggalkan aku, dan berjanji untuk tidak menemuiku untuk sementara waktu. Tapi saat aku sudah sembuh, dia tetap akan datang padaku untuk memperbaiki hubungan ini. Aku tidak mau Alvaro, aku tidak mau bertemu lagi dengan Zack. Sebelum dia tahu kalau aku sudah sadar, aku sudah harus lepas darinya."
"Laurie kalau begitu, sebaiknya kau ceritakan semua ini pada orang tuamu."
"Apa maksudmu Alvaro? Apa maksudmu, kau menyuruhku untuk menceritakan keadaanku yang sebenarnya kalau ternyata aku sudah sadar?"
"Iya Laurie, hanya itu cara yang bisa kita lakukan. Aku yakin keluargamu pasti akan melindungimu, dan aku yakin mereka akan menjagamu dari jerat Zack. Saat Zack sudah pergi, kau harus menceritakan keadaanmu pada keluargamu Laurie. Aku yakin kedua orang tuamu pasti bisa membantumu untuk bercerai dari Zack."
Laurie pun terdiam mendengar perkataan Alvaro. "Apa papa dan mama bisa membantuku untuk bercerai dari Zack?"
__ADS_1