
"To..., tolong maafkan aku Tuan Zack."
"Jangan pernah panggil aku Tuan Zack karena aku suami dari sepupumu, Laurie! Kau mau mempermainkan aku dengan memanggilku dengan sebutan Tuan lagi hah? Sama saat seperti kau membohongiku?"
"Maafkan aku Zack."
"Cih, aku sudah bosan mendengar permintaan maaf darimu! Asal kau tahu, aku sangat muak melihat wajahmu itu!"
"Baiklah kalau begitu aku pergi dari sini."
BRAKKK
Zack pun menggebrak nakas yang membuat nyali Nala semakin menciut, sungguh demi apapun saat ini dia merasa begitu takut berhadapan dengan Zack. Dia pun merutuki dirinya sendiri yang mengabaikan perkataan Nathan, dan memilih untuk menuruti egonya. Dan dia sangat menyesali itu, karena dia tidak mendapatkan apapun, kecuali masalah yang membelenggunya saat ini. Sialnya Nala pun baru menyadari kalau apa yang dia lakukan saat ini bersama dengan Zack, ternyata tidak membantu Laurie sama sekali karena pada akhirnya, Laurie dibebaskan oleh Alvaro, dan ibunya sendiri Olivia.
'Semua yang dikatakan oleh Nathan memang benar, tidak seharusnya aku membuat masalah dengan masuk ke dalam kehidupan Zack. Oh Tuhan, setelah ini aku benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Aku pasrah kalau dia mau membunuhku,' batin Nala di dalam hati.
"Apa yang kau inginkan dariku Zack? Apa kau menginginkan nyawaku?"
"Apa kau bilang? Nyawamu? Apa untungnya bagiku menghabisi nyawamu? Yang ada Laurie hanya akan semakin membenciku!"
"Syukurlah, jadi ini artinya aku tidak akan mati di tanganmu?"
"Ya, tapi kau belum selesai berurusan denganku."
"Lalu, bagaimana caranya menyelesaikan urusan kita?"
__ADS_1
Zack kemudian menatap Nala dengan tatapan tajam, lalu menarik lengan Nala untuk mendekat ke arahnya.
"Kau sepupu dari Laurie kan? Apa maksudmu melakukan semua ini padaku? Mengapa kau membohongiku dengan identitas palsumu itu, hah? Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?"
Nala kemudian menghentakkan tangan Zack dari lengannya, lalu balas menatap Zack dengan pandangan yang tak kalah sengitnya. Entah kenapa rasa takut yang sebelumnya dirasakan olehnya kini berubah menjadi keberanian setelah mendengar pertanyan Zack.
"Kau menanyakan seperti itu padaku? Kau juga membentakku seolah-olah kau manusia yang paling benar yang ada di muka bumi? Memangnya kau tidak bisa bercermin bagaimana kelakuanmu hah? Apa kau sudah lupa bagaimana kau meneror seluruh keluargaku? Membunuh Derick, dan membuat hidup Laurie menderita! Dan itu hanyalah sebagian kecil saja dari semua kejahatan yang pernah kau lakukan! Kau ingin tahu kan apa tujuanku membohongimu dan masuk dalam kehidupanmu? Dengarkan aku baik-baik Zack, aku melakukan seperti ini agar aku bisa membantu Laurie agar lepas darimu! Sungguh aku merasa sangat kasihan pada Laurie karena pernah dicintai oleh laki-laki seperti dirimu!"
"Dasar wanita munafik! Lalu, setelah apa yang kau lakukan, kau tidak mendapatkan apapun kan karena nyatanya Laurie saat ini telah pergi entah kemana!"
"Hahhahahhaha..., hahahhaaaa...."
"Kenapa kau tertawa, dasar wanita siluman!"
"Laurie pergi entah kemana? Kasihan sekali kau Zack, asal kau tahu saat ini Laurie sedang pergi bersama dengan kekasihnya, dengan orang yang dia cintai! Dengarkan kata-kataku baik-baik Zack, Laurie pergi dengan kekasihnya, bukan pergi begitu saja dari rumah sakit seperti yang kau pikirkan sebelumnya!"
"Kenapa kau terkejut? Kau belum tahu kan kalau Laurie sudah punya pacar? Kau mau marah? Silahkan marah, tapi kau juga harus meratapi kebodohanmu karena kau hanyalah manusia bodoh yang menyedihkan! Kau tidak mendapatkan apapun dari ambisimu padahal kau tak ada ubahnya dengan pengemis cinta yang menyedihkan!"
"Lancang sekali kau!"
"Helowww, memang seperti itu kenyataannya! Apa kau tidak sadar selama ini kau hanyalah menjadi pengemis cinta dari Laurie, lalu apa yang kau dapatkan setelah melakukan berbagai cara termasuk menghilangkan nyawa seseorang? Kau tidak mendapatkan apapun, hanya kesia-siaan! Apa kau tidak sadar, kau sangatlah menyedihkan karena pada akhirnya Laurie tetap saja tidak bisa kau miliki, dan di sini, kau hanyalah menjadi seorang pecundang, Zack!"
Zack pun terdiam mendengar perkataan Nala yang begitu menyakitkan, tapi tak dapat dipungkiri jika apa yang dikatakan oleh Nala itu memang benar, dan dia baru menyadari itu. Ternyata dirinya memang begitu menyedihkan, dan memalukan. Mengejar cinta seseorang tanpa logika dan akal sehat yang pada akhirnya menimbulkan kesia-siaan semata.
Namun, saat tengah menyesali semua sikapnya, di sisi lain hatinya, dia pun bertanya-tanya siapa yang saat ini menjadi kekasih dari Laurie, padahal yang dia tahu selama ini kekasih Laurie hanyalah Derick, dan setelah itu Laurie tidak pernah berinteraksi dengan laki-laki manapun. Setelah cukup lama terdiam, Zack kemudian menatap Nala yang saat ini juga tampak begitu gelisah.
__ADS_1
"Kenapa? Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Tolong katakan padaku apa yang telah terjadi!"
"Apaaaa?"
"Katakan padaku dimana Laurie sebenarnya? Jadi, selama ini Laurie tidak melarikan diri dari rumah sakit tapi pergi dengan kekasihnya?"
"Kalau aku mengatakan padamu, memangnya kau mau apa? Apa kau mau mengejarnya? Apa kau belum sadar juga, hah?"
"Tidak, aku cukup sadar diri. Aku hanya ingin tahu bagaimana keadaan Laurie setelah dia sadarkan diri dari koma. Setelah kejadian itu, bukankah kau tahu aku belum pernah bertemu atau berbicara pada Laurie?"
"Keadaan Laurie saat ini baik-baik saja. Setelah dia sadarkan diri dari koma-nya, memang dia pergi dari rumah sakit ini bersama kekasihnya ke suatu tempat yang aman dan nyaman."
"Kemana?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Yang jelas saat ini mereka ada di luar negeri, mungkin ada di Antartika," dusta Nala.
"Jadi mereka pergi ke luar negeri?"
"Ya, karena mereka tidak ingin bertemu denganmu lagi, jadi tolong biarkan Laurie hidup bahagia!"
"Lalu, satu lagi. Jika kau mau menjawab pertanyaan dariku, aku janji akan melepaskanmu."
"Apa? Pertanyaan apa? Cepat katakan!"
__ADS_1
"Siapa laki-laki itu, siapa sebenarnya laki-laki yang telah menjadi kekasih Laurie?"
Mendengar pertanyaan Zack, Nala pun mengerutkan keningnya, lalu balas menatap Zack kembali dengan tatapan tajam. "Nala, tolong katakan padaku, siapa sebenarnya kekasih Laurie?"