Bed Friend

Bed Friend
Lumpuh


__ADS_3

"Hei kau, siapa namamu?"


"Caca."


"Caca?"


"Ya, Caca."


"Kenapa kau diam saja! Kau harus ikut aku pergi ke rumah sakit sekarang!" bentak Zack pada Nala yang hanya bisa termenung.


"Oh begini Tuan Zack, bukankah kau tahu aku sangat menyukai Dokter Alvaro."


"Memangnya kenapa kalau kau menyukai Dokter Alvaro?"


"Begini Tuan Zack, kalau hari ini aku bertemu dengan Dokter Alvaro, aku takut aku tidak bisa mengendalikan diriku saat bertemu dengannya. Dan aku yakin, pasti akan sangat mengganggu pertemuan kalian. Emh, begini Tuan, bagaimana saat kau bertemu dengan Dokter Alvaro, aku tunggu di luar ruangan saja."


"It's a good idea."


"Baik Mr. Zack. Ayo kita ke rumah sakit sekarang!"


"Kenapa malah kau yang memerintahku! Dasar wanita bodoh!"


"Ups maaf."


Mereka berdua kemudian menuju ke rumah sakit tempat Laurie dirawat dengan menaiki mobil Zack. Mereka duduk di jok belakang, sedangkan yang mengendarai mobil itu adalah salah satu anak buah Zack.


Sepanjang perjalanan, keduanya terdiam. Nala yang tergelitik untuk menggoda Zack tampak mulai melirik pada Zack yang duduk di sampingnya. Saat ini Zack terlihat begitu sibuk memainkan ponsel dan tablet miliknya.


"Apa ada yang bisa saya bantu Tuan Zack?"


"Tidak, ini urusanku kau cukup mengerjakan apa yang aku perintahkan nanti."


"Oh baiklah, Tuan. Sepertinya anda tidak seburuk yang kupikir."

__ADS_1


"Cih! Lihat saja nanti, dan jangan terlalu berharap lebih karena aku bukanlah orang baik!"


"Aku tahu itu, kalau kau orang baik kau tidak menjadi mafia seperti ini. Mungkin kau berprofesi nenjadi ustaz. Begitu kan Tuan Zack?"


"Diam! Jangan pernah bermain-main denganku ataupun meledekku karena peluru di dalam pistol ini bisa menembus kepalamu sekarang juga!" bentak Zack sambil memperlihatkan sebuah pistol yang dia letakkan di pinggang kanannya. Nala pun terdiam, nyalinya sempat ciut melihat pistol yang ada di pinggang sebelah kanan Zack.


"Astaga, dia ternyata benar-benar mafia berdarah dingin batin," Nala.


Tak berapa lama, mereka pun sudah sampai di rumah sakit tersebut. Zack turun dari mobil kemudian bergegas menuju ke ruangan Alvaro. Sedangkan Nala, berjalan di belakangnya sambil memperhatikan keadaan sekitar, agar tidak bertemu dengan Olivia.


"Kau tunggu di sini saja," kata Zack pada Nala setelah mereka sampai di depan ruang kerja Alvaro.


"Iya tentu saja, aku tidak mau Dokter Alvaro jadi salah tingkah karena melihat pesonaku."


"Cih! Dasar wanita gila!" bentak Zack, dia kemudian masuk ke dalam ruang kerja Alvaro meninggalkan Nala yang duduk di depan ruangan itu sambil menghembuskan nafas panjangnya.


"Semoga aku tidak bertemu dengan Tante Olivia di rumah sakit ini," ujar Nala.


Sementara Zack yang baru saja membuka pintu ruangan Itu tampak disambut oleh senyuman ramah dari Alvaro. Zack kemudian berjalan mendekat ke arah Alvaro lalu duduk di depannya.


"Selamat pagi, Dokter. Tolong jangan banyak berbasa-basi karena hari ini aku sibuk dan tidak punya banyak waktu."


"Iya Tuhan Zack, saya tidak akan berbasa-basi dengan anda saya. Sebelumnya, saya minta maaf kalau saya sudah mengganggu. Tapi memang harus ada yang disampaikan pada anda."


"Apa yang mau kau sampaikan padaku? Cepat katakan sekarang juga! Kau sudah dengar kan kalau aku tidak punya banyak waktu!"


"Iya Tuan Zack, sekali lagi saya mau minta maaf karena sudah sudah mengganggu anda."


"Tidak apa-apa, kalau ini ada hubungannya Laurie, kau memang harus segera memberitahukanku. Tapi, kau tahu sendiri aku memang tidak punya banyak waktu untuk berbicara denganmu."


"Iya Tuan Zack, saya meminta anda datang karena saya harus menceritakan observasi yang telah saya lakukan tadi malam. Ini tentang kondisi kesehatan Nyonya Laurie yang sebenarnya."


"Oh iya, jadi bagaimana dengan hasil observasimu tadi malam? Dia masih bisa sembuh kan?"

__ADS_1


Alvaro kemudian memasang wajah serius disertai dengan tatapan sendu. "Hei, kenapa kau menatapku seperti itu? Aku sedang tidak ingin berbelas kasih padamu! Sekarang cepat ceritakan keadaan Laurie padaku."


"Tuan Zack, saya minta maaf."


BRAK


"Cepat katakan, Dokter bodoh!"


"Begini Tuan Zack, sebenarnya ada beberapa bagian saraf dari Nyonya Laurie yang benar-benar sudah tidak bisa berfungsi, jadi meskipun suatu saat nanti Nyonya Laurie bangun dari koma-nya, dia tidak akan bisa normal kembali seperti dulu."


"Apa maksudmu!"


"Begini Tuan, kalaupun Nyonya Laurie bisa sembuh, kemungkinan dia akan mengalami kelumpuhan pada sebagian tubuhnya. Dan dia tidak bisa beraktifitas dengan normal."


"Apa katamu?"


"Maafkan saya Tuan, Nyonya Laurie kemungkinan mengalami kelumpuhan pada separuh tubuhnya."


"Tidak," ujar Zack lirih. Dia pun hanya termenung, tubuhnya diam membeku, sedangkan tatapan matanya terlihat kosong. Dia begitu syok mendengar semua yang dikatakan oleh Alvaro, dan benar-benar tidak menyangka jika Laurie akan mengalami kelumpuhan pada sebagian tubuhnya.


Penyesalan pun merasuk ke dalam hatinya, terbayang kembali pertengkaran dengan Laurie yang menyebabkan kondisi Laurie seperti ini. Namun, dia juga tak sanggup kalau harus menghadapi kenyataan jika ternyata istrinya kini menjadi seorang wanita lumpuh.


Apa kata dunia kalau tahu kenyataan pahit itu? Bukankah ini artinya dunia akan menertawakan dirinya? Zack, seorang pimpinan king mafia, memiliki istri yang lumpuh.


"Tidak!" gumam Zack.


Dia kemudian bangkit dari atas kursi yang dia duduki, lalu keluar begitu saja dari ruangan Alvaro, tanpa permisi.


"Tuan Zack!" panggil Alvaro, namun panggilan itu diabaikan begitu saja oleh Zack. Melihat tingkah Zack, Alvaro pun tersenyum.


"Laurie, tadi malam kau meminta padaku untuk menolongmu, hari ini hanya ini yang aku bisa untuk mencoba menolongmu melepaskan diri dari Zack. Semoga saja Zack berubah pikiran, dan mau melepasmu."


Sementara itu, Nala yang melihat Zack keluar ruangan dengan tatapan wajah kosong, dan melewatinya begitu saja pun begitu terkejut dengan perubahan sikap Zack yang semakin terlihat aneh di matanya.

__ADS_1


"Tuan!" panggil Nala, namun Zack tetap berjalan begitu saja tanpa menghiraukan panggilan darinya. Tiba-tiba langkah Nala terhenti saat Zack masuk ke ruangan Laurie.


'Oh tidak, mampus!' batin Nala.


__ADS_2