
[Calista, apa yang sebenarnya telah terjadi? Bukankah tadi Nathan sudah kusuruh pulang ke rumah untuk menalak Sharen secepatnya?]
[Ya! Tapi ternyata masalahnya semakin rumit, Leo. Tidak semudah yang kita pikirkan.]
[Memangnya apa yang telah terjadi?]
[Lebih baik kau cepat pulang ke rumah, kita harus bicara empat mata sebelum mengambil keputusan.]
[Tapi aku sedang banyak sekali pekerjaan, Calista.]
[Memangnya dimana Nathan? Apakah dia belum kembali ke kantor? Biar dia saja yang mengurus pekerjaan di kantor terlebih dulu. Aku perlu bicara penting denganmu, Leo.]
[Anak nakal itu belum kembali ke kantor, sepertinya dia pulang ke apartemennya.]
[Astaga, Nathan!] gerutu Calista.
[Lebih baik kau meneleponnya, Leo. Dan suruh dia kembali ke kantor secepatnya.]
[Iya Calista, aku akan menyuruhnya kembali ke kantor.]
Calista lalu menutup teleponnya kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya.
🍃🍃🍃
"Kak Nathan, kau nakal sekali," ucap Clarissa saat Nathan melepaskan ciumannya. Nathan pun hanya tersenyum lalu kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Clarissa kemudian menempelkan bibirnya kembali dan memainkan lidahnya di dalam mulut Clarissa yang membuat Clarissa mengeluarkan ******* lirih diantara pagut*nnya dengan Nathan.
Tangan nakal Nathan pun kini kian lincah meraba bagian tubuh Clarissa dan meremas benda kenyal milik Clarissa yang membuat Clarissa semakin bergairah membalas pa*utan dari Nathan.
"Kak Nathan, tidak seharusnya kita melakukan ini. Kau seharusnya sudah kembali ke kantor."
"Sebentar saja, bukankah setelah menikah kita belum pernah melakukan ini? Tadi malam kau bahkan sudah tidur saat aku baru saja memelukmu."
"Tapi Kak, bukankah kau harus kembali ke kantor. Kita bisa melakukannya nanti malam," elak Clarissa yang hanya diabaikan begitu saja oleh Nathan yang kini sedang menciumi tengkuk dan leher Clarissa sambil membuka pakaian yang dikenakan oleh Clarissa hingga menyisakan pakaian dalam berenda warna merah yang membungkus dua aset kembar milik Clarissa. Namun saat Nathan mulai mengecup dan mengi*ap benda kenyal di balik pakaian dalam warna merah tersebut, tiba-tiba ponsel Nathan pun berbunyi.
__ADS_1
Nathan pun hanya mengabaikan panggilan ponsel miliknya dan terus menikmati setiap bagian tubuh Clarissa, namun ponsel tersebut terus saja berbunyi yang membuat dirinya merasa terganggu.
"Sial!" gerutu Nathan.
"Kak Nathan, lebih baik kau angkat saja dulu panggilan itu, siapa tau penting."
Nathan pun mendengus kesal lalu mengambil ponselnya dan melihat nama Leo di layar ponselnya.
"Papa?" ujar Nathan sambil menelan ludahnya dengan kasar. Dia pun akhirnya mengangkat panggilan telepon itu.
[NATHAN!!!] teriak Leo dari ujung sambungan telepon.
[Papa.]
[Kau dimana, Nathan!]
[Di apartemen, Pa!]
[Di apartemen? Siapa yang menyuruhmu untuk pulang! Pekerjaanmu masih banyak, Nathan! Sekarang cepat kembali ke kantor atau Papa akan membatalkan resepsi pernikahanmu dengan Clarissa!]
[Lalu bagaimana keadaan Clarissa?]
[Dia baik-baik saja, Pa. Sekarang aku akan kembali ke kantor.]
[Cepat kembali karena Papa ada urusan di luar dan harus pergi sekarang juga.]
[Baik Pa.] jawab Nathan kemudian menutup panggilan telepon dari Leo. Clarissa pun hanya tersenyum sambil melihat Nathan yang kini terlihat begitu kesal.
Sementara Leo kini terlihat mengerutkan keningnya sambil mengigit ujung ponselnya.
"Sharen menemui Clarissa? Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan," gerutu Leo. Dia kemudian pergi meninggalkan ruangan kerjanya lalu pergi dari kantornya kemudian bergegas pulang ke rumah.
Beberapa saat kemudian, Leo pun sudah sampai di rumahnya tersebut. Dia lalu bergegas masuk ke dalam rumahnya dan menghampiri Calista yang sudah menunggunya di dalam kamarnya. Saat Leo membuka pintu kamar tersebut, tampak Calista yang kini duduk di atas ranjang dengan raut wajah yang begitu cemas.
__ADS_1
"Calista, ada apa? Apa yang sebenarnya telah terjadi? Apa Nathan sudah menceraikan Sharen?"
"Sudah Leo, tapi ternyata masalahnya tidak sesimpel itu. Bahkan ada masalah baru yang harus Nathan hadapi."
"Masalah apa Calista?"
Calista kemudian menghembuskan nafas panjangnya lalu menceritakan tentang perbincangannya dengan Sharen. Raut wajah Leo pun kini terlihat memerah, dadanya pun terlihat naik turun disertai nafas yang terdengar begitu menderu.
"BRENG*EK! DASAR WANITA KURANG AJAR! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah percaya dengan apa yang dia katakan, Calista. Nathan tidak bren*sek sepertiku, dia tidak pernah mempermainkan seorang wanita, apalagi bermain di belakang Clarissa dengan gadis seperti Sharen!"
"Kata hatiku sebenarnya berkata seperti itu, Leo. Aku yakin putraku sangat mencintai Clarissa dan tidak mungkin mengkhianatinya tapi aku benar-benar tidak tega saat melihat raut wajah sedihnya."
"Jangan bodoh Calista! Kenapa kau sekarang begitu lemah!"
"Karena aku juga memiliki seorang putri, Leo!"
"Kalau begitu kita pastikan kebenaran tentang cerita Sharen!" teriak Leo kemudian menarik tangan Calista ke ruang kerjanya di rumah tersebut. Leo lalu membuka laptop miliknya untuk melihat CCTV yang ada di rumah mereka. Mereka lalu mengamati rekaman CCTV yang mereka saksikan di layar laptop.
Calista pun hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan kanannya sedangkan Leo kini tampak semakin marah dan menggebrak meja kerjanya.
BRAKKKK!!!
"Kau lihat sendiri kan Calista? Kau lihat sendiri bagaimana wanita itu menjatuhkan harga dirinya di depan putra kita padahal putra kita sudah menjaga kehormatannya! Lalu dengan mudahnya kau hampir saja percaya pada perkataannya? Dimana akal sehatmu Calista?"
"Leo aku juga sebenarnya tidak percaya dengan kata-katanya, aku hanya bingung bagaimana caranya agar putra kita bisa lepas dari Sharen dan dari masalah yang membelenggunya saat ini. Sharen mengatakan jika malam itu Nathan telah menodainya yang membuat posisi Nathan terasa begitu sulit, setidaknya kita harus punya bukti ataupun saksi mata untuk membuat posisi Nathan aman."
Leo pun mengerutkan keningnya dan diam sejenak. "Calista, kita akan mengikuti permainannya, kita ikuti apa yang dia minta sambil menunggu anak buahku mencaritahu kejadian yang sebenarnya di malam itu."
"Apa maksudmu, Leo? Permainan apa yang akan kita lakukan padanya?"
Leo pun hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Calista.
NOTE:
__ADS_1
Yang udah baca Salah Kamar pasti inget ya, di rumah Leo itu ada CCTV di berbagai sisi.
Jangan lupa tinggalin jejak, inget GA bulan depan, terimakasih ❤️