
"Aleta," ucap Cleo sambil tersenyum.
Aleta pun ikut tersenyum. "Bisakah kita bicara sebentar, Cleo?"
"Oh ya tentu saja."
"Maafkan aku jika aku sudah menggangumu, Cleo. Tapi ada satu hal yang ingin kusampaikan padamu, sungguh aku tidak memiliki maksud buruk padamu, aku hanya kasihan padamu dan tidak ingin kau terluka lebih jauh."
"Terluka? Siapa yang terluka, Aleta?"
"Kau, Cleo. Aku tidak ingin kau selalu dipermainkan oleh Kenzo. Maaf jika aku harus mengatakan ini, aku hanya tidak ingin kau selalu dibohongi terus menerus oleh Kenzo."
"Apa maksudmu? Dibohongi oleh Kenzo? Maaf sepertinya kau salah, Aleta. Kenzo tidak pernah berbohong padaku, kami saling terbuka dan tidak ada sesuatu hal yang ditutupi diantara kami berdua."
"Itu menurutmu, tapi kenyataannya tidak seperti yang kau pikirkan, Cleo."
"Maaf Aleta, aku sudah lelah. Aku mau masuk ke dalam sekarang juga," ucap Cleo sambil berjalan meninggalkan Aleta.
__ADS_1
"Tunggu Cleo, coba kau lihat ini."
Aleta pun mengejar langkah Cleo sambil memberikan ponselnya. Cleo lalu mengambil ponsel Aleta dan melihat sebuah foto saat Aleta sedang memeluk Kenzo.
"Apa ini?"
"Saat kau pergi bersama Tante Vallen, kami sebenarnya pergi keluar bersama. Maaf Cleo kalau aku harus mengatakan ini, kami sebenarnya masih saling mencintai. Tapi kami harus terpisah karena keadaan."
"Kau jangan bercanda, Aleta! Kenzo sangat mencintaiku!"
"Dia sebenarnya tidak pernah mencintaimu Cleo, lebih tepatnya dia hanya berpura-pura mencintaimu saja, apa kau tahu dia melakukan semua itu karena apa? Jawabnya karena harta. Nyonya Amanda mengancam pada Kenzo jika dia tidak akan mendapatkan satu perak pun warisan darinya jika dia tidak mau menikah denganmu. Maaf Cleo, aku harus mengatakan kebenaran ini meskipun pahit tapi kau berhak tahu kalau kau hanyalah sebagai pemu*a naf*u bagi Kenzo. Selama ini kau hanyalah seorang teman ranjang bagi Kenzo, you're just Bed Friend Cleo, tidak lebih karena hati Kenzo yang sebenarnya hanyalah untukku."
PLAK PLAKKKKK
"JAGA KATA-KATAMU, ALETA!"
"Kenapa kau menamparku, Cleo? Padahal aku sudah begitu baik memberitahu padamu kebenaran yang sesungguhnya tentang Kenzo. Kau memang sangat cantik, tapi itu bukan berarti Kenzo bisa jatuh cinta padamu dengan mudah, selama ini dia hanya pura-pura mencintaimu untuk mendapatkan warisan dari Tante Amanda. Lihatlah tubuhmu, penampilan fisikmu memang sangat menarik tapi itu bukan berarti Kenzo bisa benar-benar mencintaimu. Ingat Cleo, dia hanya menjadikan dirimu sebagai teman ranjangnya saja, apa kau tahu sebenarnya kau juga dijadikan bahan taruhan oleh Kenzo? Dia bertaruh dengan nominal yang cukup besar dengan teman-temannya untuk bisa menidurmu, dan sepertinya Kenzo berhasil karena kau sudah berkali-kali tidur dengannya kan?" ucap Aleta sambil tersenyum kecut.
__ADS_1
Cleo kemudian secepat kilat menjambak rambut Aleta kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas lantai
"LEBIH BAIK KAU PERGI DARI SINI ALETA KARENA AKU TIDAK AKAN PERNAH PERCAYA DENGAN APA YANG KAU KATAKAN! HIDUPLAH DALAM ANGAN-ANGANMU SENDIRI WANITA BRE*GSEK! KAU MEMANG BENAR-BENAR WANITA YANG TIDAK PUNYA HARGA DIRI! CUIHHHH!!" bentak Cleo kemudian meludahi wajah Aleta yang kini masih terkapar. Dia kemudian berjalan meninggalkan Aleta yang kini sedang bangkit dari atas lantai.
"Tunggu Cleo, kau boleh tidak percaya pada kata-kataku tapi kau bisa lihat sendiri buktinya. Kemarin siang Kenzo membeli sepasang cincin untuk kami berdua, sepasang cincin dengan inisial nama A & K yang artinya Aleta dan Kenzo tapi aku menolak cincin pemberian Kenzo karena aku tahu sebentar lagi kau akan menikah dengannya, aku yakin Kenzo pasti masih menyimpan cincin tersebut, kau bisa melihat kebenaran itu dengan mencari cincin itu. Aku tidak pernah berbohong padamu Cleo, Kenzo hanya mencintaiku. Sedangkan kau hanyalah teman ranjangnya saja. Kau hanyalah pem*as na*su baginya. Ingat you're just bed friend, no more!" ucap Aleta.
Cleo pun diam lalu berjalan meninggalkan Aleta yang kini sedang tersenyum kecut sambil melihat kepergiannya.
"Sebaiknya aku tidak mendengar kata-kata wanita itu, percuma meladeni wanita gila seperti dia, hanya akan menguras energiku saja. Benar apa yang Kak Sharen katakan dia hanyalah benalu," gerutu Cleo sambil berjalan ke apartemennya. Dia kemudian bergegas masuk ke dalam apartemen sambil mengendap-endap berjalan ke kamarnya. Namun saat melewati kamar Kenzo hatinya terasa begitu berkecamuk, berbagai pertanyaan kini menari di benaknya. Cleo lalu berdiri di depan pintu kamar Kenzo, cukup lama hingga akhirnya kata hatinya menggerakkan tangannya untuk membuka pintu kamar tersebut.
Cleo pun memasuki kamar Kenzo yang gelap. 'Dimana Kenzo menyimpan cincin itu? Sebaiknya aku cari di dalam nakas terlebih dulu,' gumam Cleo sambil berjalan ke arah nakas di samping tempat tidur Kenzo lalu perlahan membukanya, namun tidak ada kotak cincin yang dia temukan di nakas tersebut. Dia kemudian berjalan ke arah meja yang ada di kamar Kenzo lalu membuka laci di meja tersebut dan menemukan sebuah kotak cincin di dalamnya. Perasaan Cleo pun semakin begitu tak menentu saat melihat kotak cincin itu, dengan tangan bergetar dia pun mengambil kotak cincin itu lalu membukanya. Cleo kemudian mengambil dua buah cincin di dalamnya, satu cincin terukir sebuah inisial K, dan saat Cleo melihat salah satunya lagi terukir sebuah inisial nama A.
Seketika hatinya pun terasa begitu hancur, air mata mulai mengalir deras membasahi wajahnya, seluruh tubuhnya terasa bergetar, dia kemudian menjatuhkan cincin itu lalu bergegas keluar dari kamar Kenzo dan masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintu kamar itu dan menjatuhkan tubuhnya di belakang pintu sambil menangis begitu terisak.
"I'm just your bed friend, Kenzo."
NOTE:
__ADS_1
Daripada kalian kesel gara² ulah Aleta mampir ke karya bestie aku yuk dear judulnya My Boss My Brondong karya Kak MeKha_chan dijamin ceritanya seru abis 🥰🤗😘