Bed Friend

Bed Friend
Tergelincir


__ADS_3

Aleta yang baru menyadari keberadaan Kenzo, Cleo serta Sharen saat sudah ada di depannya hanya bisa terdiam, tubuhnya kini terasa menegang, jantungnya berdegup kian kencang, dan tangan kanannya terasa begitu bergetar.


"Aleta!" ucap Sharen dengan nada yang sedikit meninggi.


Aleta pun kini terlihat gugup, dia hanya menyunggingkan senyuman di bibirnya sambil menelan ludahnya dengan kasar, apalagi saat ini Sharen mendekat ke arahnya. Sedangkan Kenzo menatapnya dengan tatapan penuh kebencian, dan Cleo memalingkan wajahnya sambil mengigit kukunya serta menggoyangkan kakinya menahan rasa marah yang masih berkecamuk di dalam dadanya.


"Kau cacat, Aleta?" tanya Sharen saat berdiri di hadapan Aleta. Aleta lalu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Aku mengalami kecelakaan."


"Apa kau mengalami kecelakaan di London setelah melarikan diri?"


Aleta kemudian mengangguk. "Ya, aku mengalami kecelakaan saat di London."


"Hukuman yang pantas untuk wanita tidak tahu diri seperti dirimu!"


"Iya aku memang pantas mendapatkan ini semua. Permisi Nona Sharen, temanku sudah menungguku!" ucap Aleta.


"Tunggu Aleta! Enak sekali kau pergi meninggalkan kami begitu saja!" teriak Sharen sambil mencekal kursi roda Aleta.


"Aa...Apa maksud Nona Sharen?"


"Heiiii apa kau tidak lihat ada adikku dan Cleo disana? Apa kau tidak ada keinginan sama sekali untuk meminta maaf pada mereka? Lihat kondisimu sudah seperti ini tapi kau masih saja tidak tahu diri! Dasar wanita ja*ang!"


Mendengar perkataan Sharen, Aleta pun menangis. "Apakah jika aku meminta maaf, mereka masih mau memaafkan aku? Aku tahu kesalahanku begitu besar pada mereka berdua, aku bahkan merasa malu harus bertemu mereka karena aku sadar kesalahanku begitu besar pada mereka Nona Sharen! Melihat mereka bisa kembali bersama saja sudah membuatku merasa bahagia karena aku tidak perlu lagi menanggung rasa bersalahku pada mereka selama seumur hidupku!"

__ADS_1


"Dasar wanita tidak tahu diri! Mereka mau menerima permintaan maaf darimu atau tidak itu bukan urusanmu, setidaknya kau sudah meminta maaf pada mereka berdua karena kesalahan yang telah kau perbuat! Tahukah kau kesalahan yang kau perbuat itu begitu besar, jauh lebih besar daripada yang kau pikirkan karena kau tidak saja memisahkan dua orang yang saling mencintai tapi juga memisahkan seorang ayah dan anak kandungnya!"


"Aaaaa... Apa maksud anda Nona Sharen?"


"Kau pura-pura bodoh atau benar-benar bodoh, Aleta! Saat kau menghasut Cleo, dia sedang mengandung darah daging Kenzo! Cleo pergi meninggalkan kami semua dalam keadaan hamil, coba kau pikir bagaimana sulitnya kehidupan Cleo yang berjuang sendiri saat sedang hamil sambil menahan perasaan yang begitu hancur karena hasutanmu, coba kau pikir bagaimana hancurnya kehidupan Kenzo yang hampir saja gila karena ditinggal pergi oleh Cleo. Bagaimana jika mereka tidak bertemu kembali? Kau telah memisahkan seorang anak dengan ayah kandungnya! Bahkan adikku tidak tahu Cleo pergi meninggalkannya dalam keadaan hamil, dia tidak tahu bagaimana kelahiran putranya, kau telah merampas hak seorang anak untuk mendapatkan kasih sayang dari ayah kandungnya dan keluarganya! Dasar wanita BREN*SEK! Apa kau belum menyadari itu! Lalu kau mau pergi begitu saja tanpa meminta maaf pada mereka? Dasar jal*ng!"


Mendengar perkataan Sharen, Aleta lalu menutup mulutnya, dia kemudian menghembuskan nafas panjangnya lalu mulai mendekat pada Cleo dan Kenzo. Cleo kini pun terlihat menangis dengan begitu terisak dalam pelukan Kenzo.


"Sudahlah Kak Sharen, semua sudah berlalu. Dua tahun terakhir merupakan bagian terberat dalam hidupku dan aku ingin melupakan semua itu, biarkan saja dia pergi, aku tidak nyaman dengan keberadaannya di sini, hanya akan membuat hatiku kembali merasa sakit," ucap Cleo sambil terisak.


"Tapi sebelum dia pergi dia harus minta maaf pada kalian berdua dulu."


Aleta lalu kian mendekat ke arah meja Kenzo dan Cleo. Melihat Aleta yang kini ada di hadapannya, Kenzo lalu mengalihkan pandangannya. Sedangkan Cleo memejamkan matanya.


"Kenzo, Cleo, aku minta maaf pada kalian berdua, aku tahu kesalahanku begitu besar dan kalian tidak mungkin akan memaafkan aku tapi setidaknya aku sudah menyadari semua kesalahan yang telah kulakukan pada kalian berdua, aku benar-benar menyesal atas semua kesalahan yang telah kulakukan pada kalian berdua, aku ikut bahagia dan merasa sangat lega kalian telah kembali bersama, maaf aku telah memisahkan dua orang yang saling mencintai dan memisahkan seorang anak dari ayah kandungnya, aku benar-benar minta maaf pada kalian berdua. Aku tidak berharap kalian mau memaafkan aku tapi aku cukup lega sudah mengatakan semua ini pada kalian berdua."


Aleta kemudian menganggukan kepalanya lalu mulai menjauh dari hadapan Kenzo. "Kau pantas mendapatkan hukuman itu dasar wanita jal*ng!" teriak Sharen saat Aleta mulai pergi meninggalkan mereka. Di saat itulah Maya datang dan mendengar perkataan Sharen, dia juga melihat Cleo yang masih menangis dalam pelukan Kenzo, sedangkan raut wajah kesal masih terlihat di wajah Kenzo.


Maya lalu mendekat ke arah Aleta. "Aleta, sebaiknya kita pergi saja dari sini," ujar Maya yang dijawab anggukan kepala oleh Aleta. Maya kemudian mendorong kursi roda Aleta keluar dari rumah makan tersebut setelah sebelumnya menganggukkan kepalanya sebagai tanda hormat pada Kenzo dan Sharen karena Maya masih bekerja di perusahaan milik Kenzo.


"Mereka menyakitimu?"


"Tidak May, aku yang salah."


"Pasti Sharen bersikap kurang ajar lagi padamu kan?"

__ADS_1


"Tidak, dia hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang kakak pada kedua adiknya."


"Tapi dia menyakitimu, Aleta. Dia bahkan tidak ada empatinya sama sekali padahal keadaanmu sudah seperti ini."


"Keadaanku seperti ini karena kesalahanku, May."


"Tapi aku tidak terima kau diperlakukan seperti itu, Aleta. Jangan halangi aku untuk memberi pelajaran pada Sharen!"


"Tidak May."


"Kau diam saja, Aleta!"


🍒🍒🍒


"Namaku Nathan," ucap Nathan saat menyuapi Clarissa makan.


"Aku tidak bertanya siapa namamu," jawab Clarissa yang membuat Nathan merasa sedikit kesal tapi tetap menyunggingkan senyum di bibirnya.


'SIAL!' gumam Nathan di dalam hati.


"Sudah cukup, aku sudah kenyang, aku mau istirahat dulu," ucap Clarissa sambil mencoba merebahkan tubuhnya.


"Biar kubantu," ucap Nathan kemudian membantu Clarissa, namun tiba-tiba Clarissa berteriak karena melihat kecoa yang mendekat ke arahnya. Nathan pun bersiap memukul kecoa tersebut yang kini ada di sisi ranjang Clarissa tapi tiba-tiba keseimbangannya goyah karena keget mendengar teriakkan Clarissa yang semakin kencang, akhirnya keseimbangan Nathan pun goyah dan tubuhnya sedikit sedikit tergelincir lalu menindih tubuh Clarissa dengan bagian wajah menempel di atas buah da*a Clarissa.


"KAK NATHAAAAANNNN!"

__ADS_1


PLAKKKK PLAKKKK


__ADS_2