Bed Friend

Bed Friend
Satu Bulan Kemudian


__ADS_3

❣️ Satu bulan kemudian ❣️


Serombongan orang tampak keluar dari pintu kedatangan bandara di London. Amanda lalu mendekat pada Abimana dan Sharen yang berjalan tidak jauh di sampingnya.


"Abimana, Sharen tolong kalian bersikap biasa saja saat di depan Kenzo, kita jangan memberitahu Kenzo terlebih dulu tentang Abimana karena mama baru akan memberitahukannya saat kita sudah pulang ke Indonesia. Aku sangat tahu bagaimana sifat Kenzo, kita harus memberitahukannya saat dalam keadaan tenang. Saat ini kita sedang merayakan kelulusan mereka berdua, itu hanya akan membuat moodnya berantakan."


"Iya Amanda, aku mengerti," jawab Abimana.


"Iya Sharen juga mengerti."


Mereka semua lalu menaiki taksi menuju ke apartemen milik Kenzo.


🍒🍒🍒


Cleo sedang memainkan jari-jarinya di atas dada tela*jang Kenzo sambil sesekali menciumi tubuhnya.


"Kenzo, kapan mereka semua akan datang?"


"Sepertinya besok, besok satu hari sebelum kita wisuda."


"Oh, kau yakin?"


"Ya, mama mengatakan seperti itu. Sekarang mendekatlah, ini masih pagi, kita harus menghabiskan hari ini dengan bermesraan karena besok jika mereka sudah ada di sini kita tidak bisa tidur bersama seperti ini," ucap Kenzo sambil mengencangkan pelukannya pada Cleo. Cleo pun menganggukkan kepalanya. Namun tiba-tiba terdengar bel pintu yang berbunyi.


TETTTTTTT TEEEETTTTTT


"Kenzo, siapa yang membunyikan bel? Apa kau memesan makanan?"


Kenzo lalu menggelengkan kepalanya.


"Mungkin temanmu?"


Cleo lalu menggelengkan kepalanya.


"Lalu siapa?"


Disaat dilanda kebingungan, tiba-tiba ponsel Kenzo pun berbunyi. "Mama," ucap Kenzo saat melihat panggilan di ponselnya. Kenzo lalu mengangkat panggilan tersebut.


[Halo ma.]


[KENZOOOOO APA KALIAN MASIH TIDUR? BERULANGKALI MAMA MEMENCET BEL, TAPI KENAPA KALIAN TIDAK MEMBUKAKAN PINTU? CEPAT BUKAKAN PINTU UNTUK KAMI SEMUA!!!]


[Ja.. Jadi mama sudah ada di depan?]


[YA! CEPAT BUKAKAN PINTU SEKARANG JUGA!!!]

__ADS_1


Kenzo lalu menutup panggilan teleponnya.


"Ada apa Kenzo?"


"Mama dan yang lainnya sudah datang."


"Astaga, bukankah kau mengatakan jika mereka baru datang besok?"


"Entahlah Cleo, aku tidak tahu. Mungkin mereka mempercepat kedatangannya. Ayo cepat pakai bajumu," ujar Kenzo sambil memakai pakaiannya. Cleo kemudian bergegas memakai piyama miliknya yang ada di sisi ranjang.


"Kau sudah selesai Cleo?"


"Ya, ayo kita keluar."


Mereka lalu bergegas keluar dari kamar Kenzo lalu membukakan pintu.


"HALLLOOOO SAYANGGGG!!" teriak Amanda dan Vallen bersamaan lalu bergegas memeluk dan mencium Kenzo dan Cleo. Begitupula dengan beberapa keluarga yang ada di belakang mereka. Hingga akhirnya giliran itu sampai juga pada Abimana.


"Om Abimana?" ucap Kenzo. Abimana pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, kemudian menepuk bahu Kenzo.


"Kau sudah besar Nak."


"Senang bertemu dengan anda, Om."


"Aku juga."


"Kau baik-baik saja Abi?"


"Tidak Inara, aku tidak baik-baik saja. Aku bahkan sangat ingin memeluknya seperti yang dilakukan oleh Amanda dan Rayhan."


"Suatu saat pasti kau bisa melakukan itu, suatu saat pasti dia bisa menerimamu sebagai ayah kandungnya."


"Ayah yang sudah membuangnya ke dalam hutan maksudmu?"


"Sttttt," ucap Inara sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Abimana.


"Ayo kita ke sana, jangan buat Kenzo curiga, hapus air matamu, Abimana."


Abimana lalu menganggukan kepalanya. Kemudian mereka berjalan menuju ke arah sofa tempat mereka semua kini duduk sambil bercengkrama.


"Mama bukankah mama mengatakan kalau kalian baru sampai di sini besok?"


"Ya, tapi tiba-tiba mama ada pekerjaan mendadak, besok mama harus bertemu dengan seorang klien di sini jadi kami mempercepat kedatangan kami."


"Oh."

__ADS_1


"Kenapa kau terkejut? Kau takut kalau kami datang lebih cepat kau dan Cleo tidak bisa bermesraan lagi seperti biasanya?" ucap Amanda sambil melirik Vallen.


"Hai Kenzo, memangnya kau bisa apa? Apa kau bisa bermesraan dengan putriku? Bukankah dulu kau selalu cuek dengan Cleo?" ucap Vallen sambil balas melirik pada Amanda.


"Vallen, aku sebenarnya pernah melihat mereka bermesraan. Tapi itu hanya lewat sambungan telepon, aku belum melihatnya secara langsung."


"Aku juga, aku tidak yakin dia benar-benar mencintai putriku, Amanda."


"Tante, aku sangat mencintai Cleo."


"Benarkah? Coba kau tunjukkan rasa cintamu pada putriku."


"Mama, kenapa mama mengatakan seperti itu?" ucap Cleo yang kini sedang bergelayut di tangan Vallen.


"Cleo, sebaiknya kau duduk di dekat Kenzo."


"Duduk di dekat Kenzo?" tanya Cleo.


Amanda dan Vallen pun menganggukkan kepalanya.


"Ayo cepat Cleo, duduk di samping Kenzo," tambah Amanda. Cleo pun bangkit dari sofa lalu duduk di samping Kenzo kemudian mulai menyenderkan kepalanya.


"Hahahaha, nah begitu lebih baik kalian sangat serasi!!" teriak Vallen.


"Kau benar, Vallen. Kenzo sekarang cepat cium Cleo."


"Cium?" tanya Kenzo sambil mengerutkan keningnya.


"Iya Kenzo, sekarang cepat cium putriku, hahahaha!" teriak Vallen. Firman dan Rayhan pun hanya bisa saling berpandangan sedangkan Abimana dan Inara hanya tersenyum melihat tingkah Amanda dan Vallen.


"Ayo cepat cium, Kenzo!" teriak Sharen.


"Ya cium saja, mumpung tidak ada adik-adik kalian! Coba kau cium keningnya saja Kenzo! Begitu saja kau tidak bisa!" gerutu Vallen. Kenzo pun akhirnya tersenyum, dia kemudian memandang wajah Cleo lalu mulai mencium keningnya.


"Hahahaha!! Bagus sekali!!" teriak Vallen dan Amanda. Kenzo lalu mulai membelai wajah Cleo dan mulai mendekatkan wajahnya, namun tiba-tiba suara teriakkan pun terdengar.


"Heiii apa yang akan kau lakukan lagi Kenzo, cukup kau cium kening putriku saja, tidak boleh lebih!" teriak Firman.


"Kau mengganggu mereka saja," gerutu Vallen. Tanpa mereka sadari seorang wanita muda kini masuk ke dalam apartemen itu sambil membawa begitu banyak berkas, melihat kemesraan Kenzo dan Cleo, wanita itu pun hanya berdiri di belakang mereka semua sambil menatap Cleo dengan tatapan begitu tajam. Sharen pun kemudian mendekat ke arahnya. "Kenapa kau melihat Cleo dengan tatapan seperti itu?"


"Oh.. E.. Tidak apa-apa."


"Kalau tidak ada apa-apa kenapa kau menatap Cleo seperti itu? Awas kalau kau berani macam-macam pada Cleo, aku tidak segan-segan untuk menghancurkan hidupmu!" ucap Sharen sambil menatap wanita itu.


'BR*NGSEK! Kau Sharen.'

__ADS_1


Mampir juga ke karya bestie aku yuk dear, karya Kak Morata judulnya Terjerat Cinta Duda Arogant ceritanya dijamin seru abis.



__ADS_2