
Sharen pun menjatuhkan tubuhnya sambil terus menatap surat itu. "Jadi, pelangi bagi Nathan adalah Clarissa? Nathan tidak mau tinggal satu atap denganku untuk menjaga perasaan Clarissa? Lalu wanita yang dia janjikan hanya untuk menyentuh dirinya adalah, Clarissa? Lalu wanita yang berciuman dengannya saat berada di pesta pernikahan Kenzo adalah Clarissa? Dan wanita yang akan menikah dengannya adalah Clarissa?" ucap Sharen sambil terisak.
'Kenapa Kak Sharen lama sekali?' gumam Clarissa. Akhirnya dia pun memanggil Sharen.
"Kak Sharen! Kak Sharen, kenapa kau lama sekali, Kak. Apa kau baik-baik saja?" teriak Clarissa sambil membalas pesan pada Nathan yang dikirimkan untuknya. Tak berselang lama, pintu kamar itu pun terbuka.
Clarissa lalu memandang ke arah pintu kamar kemudian melihat Sharen yang keluar dari kamar itu. Namun, senyum di wajah Clarissa pun berubah saat melihat Sharen yang keluar dari kamar itu dengan penampilan yang sedikit berantakan disertai tatapan mata kosong serta air mata yang mengalir membasahi wajahnya.
Jantung Clarissa pun berdegup begitu kencang saat Sharen mendekat ke arahnya dan melihatnya dengan tatapan penuh tanda tanya, berbagai macam pikirkan kini pun mulai menari di dalam benaknya.
"Kakak kau kenapa? Apa kau baik-baik saja?" tanya Clarissa.
"Tidak usah berpura-pura lagi, ternyata kau adalah wanita yang tadi kulihat sedang bermesraan dengan Nathan kan? Lalu saat aku memanggilmu kau lari begitu saja meninggalkan aku. Begitu kan, Clarissa?"
"Ka... Kaka.."
"Jadi kau adalah pelangi bagi Nathan? Jadi Nathan harus menjaga perasaanmu hingga dia tidak mau tinggal satu atap denganku? Jadi kau satu-satunya wanita yang Nathan sentuh? Lalu kenapa kau bersikap seperti orang bodoh saat berada di pesta pernikahan Kenzo padahal kau baru saja bermesraan dengan Nathan kan? Kenapa Clarissa? Kenapa?"
"Maafkan aku, Kak. Saat itu aku memang menyembunyikan status hubunganku dengan semua orang, termasuk Papa dan Mama."
__ADS_1
"Memangnya kenapa kau harus menyembunyikan hubunganmu itu dengan Nathan, Clarissa? Nathan sangat tampan dan juga kaya! Kenapa kau harus malu?"
"A.. Aku hanya belum siap, aku belum siap karena saat itu aku mendekati Kak Nathan hanya untuk mengerjainya saja agar dia tidak menggangu hubungan Kak Kenzo dan Kak Cleo, jadi saat kami saling jatuh cinta dan mulai berpacaran, aku meminta pada Kak Nathan untuk merahasiakan hubungan kami terlebih dulu."
"Kau memang bodoh, Clarissa. Nathan begitu mencintaimu tapi kau malah bersikap seperti itu. Tapi meskipun Nathan begitu mencintaimu, tapi statusmu tidak sama sepertiku, Clarissa."
"Apa maksudmu, Kak? Kenapa kau berbicara seperti itu?"
"Clarissa, apa kau tidak sadar siapa posisimu sebenarnya? Bukankah kau hanya sekedar kekasih dari Nathan? Tapi kenapa kau sudah tinggal satu atap bersamanya, sedangkan aku? Aku adalah istri dari Nathan? Remember Clarissa! I was his wife! And you? You just his bed friend! Do you understand, Clarissa? You just his bed friend! No more!" ucap Sharen dengan nada yang mulai meninggi.
"Kau salah, Kak!"
"YOU FALSE! I ALSO HIS WIFE! I WAS HIS WIFE! JUST NOT HIS BED FRIEND! LISTEN ME, I WAS HIS WIFE, KAK SHAREN!"
Sharen pun begitu terkejut mendengar perkataan Clarissa, dia pun hanya bisa menatap Clarissa sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku juga istri dari Kak Nathan! Bahkan aku adalah satu-satunya istri sah dari Kak Nathan yang tercatat di negara ini!" teriak Clarissa kembali.
"Tidak mungkin, tidak mungkin!" sahut Sharen. Dia kemudian memundurkan langkahnya sambil menutup mulutnya disertai gelengan kepala.
__ADS_1
"Maafkan aku sampai membentakmu, Kak. Tapi itulah kenyataannya, kami sudah menikah. Kami sudah menikah secara resmi, kedudukan kita sama sebagai istri dari Kak Nathan."
Mendengar perkataan dari Clarissa, Sharen pun menjatuhkan tubuhnya, air matanya mengalir begitu deras membasahi wajahnya.
"Tidak mungkin, tidak mungkin. Kenapa semua ini harus terjadi?"
"Maafkan aku Kak, tapi memang inilah kenyataannya."
"Kenapa kau begitu kejam padaku, Clarissa? Kau sangat kejam padaku?"
"Apa maksudmu, Kak? Aku tidak pernah mencoba untuk menyakitimu, bukankah kau lah yang tiba-tiba berdiri diantara kami? Lalu apa salahku padamu? Kami sudah saling mencintai bahkan sejak kau belum menjadi bagian dari hidup Kak Nathan, kau tidak berhak menyalahkanku, Kak!"
"Kau bilang aku tiba-tiba berdiri diantara kalian? Apa kau tidak sadar dengan kata-katamu, Clarissa? Aku sudah lama mengenal Nathan! Bahkan sejak kau belum mengenal apa itu kata cinta! Aku sudah lama mengenal Nathan dan mengaguminya sejak pertemuan pertama kami di bandara, tapi aku sadar saat itu dia menyukai Cleo yang sangat cantik, aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Cleo. Hingga hubungan Cleo dan Kenzo tidak lagi terpisahkan aku pun berani jatuh cinta padanya, tapi saat kesempatan itu datang tiba-tiba ada kau! Jadi kau lah yang sebenarnya berdiri diantara kami!"
"Cukup Kak Sharen! Perlu kau ingat, meskipun aku datang terlambat ke dalam hidupnya tapi hanya akulah wanita yang dia cintai setelah dia berhasil melupakan Kak Cleo! Perlu kau tahu akulah yang menghentikan rasa cinta yang begitu deras di hatinya, bukan kau! Itulah sebabnya Kak Nathan memanggilku dengan sebutan pelangiku karena aku hadir dan memberikan kehidupan yang lebih indah saat dia sudah berhasil menghentikan hujan di hatinya! Jadi tolong sebaiknya kau hentikan rasa cintamu itu padanya karena itu hanya akan menyakiti hatimu saja! Aku yakin kau pasti bisa menemukan laki-laki baik yang bisa mencintaimu dan menerimamu, Kak!"
Mendengar perkataan Clarissa, Sharen pun hanya terdiam. Perlahan dia pun mendekat ke arah Clarissa sambil menatapnya dengan tatapan begitu tajam.
PLAKKKK
__ADS_1