
"Masuk!" jawab Leo.
Pintu itu pun terbuka, Kenzo dan Cleo lalu masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Kenzo, Cleo, duduklah!" panggil Calista kemudian menyuruh mereka duduk di dekat Clarissa dan Nathan. Mereka lalu duduk di samping Nathan dan melihat Maya yang ada di ruangan tersebut.
"Kau sudah ada di sini Maya? Kenapa kau tadi tidak berangkat ke kantor sedangkan orang tuamu mengatakan padaku jika kau pergi ke kantor tadi pagi, memangnya kau pergi kemana, Maya?" tanya Kenzo sambil mengerutkan keningnya.
"Maafkan saya Tuan Kenzo, tadi saat saya berangkat ke kantor tiba-tiba ada yang menculik saya dan saya baru saja diselamatkan oleh anak buah Tuan Leo sore ini."
"Ada yang menculikmu? Siapa yang menculikmu, Maya?"
Mendengar perkataan Kenzo, Maya pun terdiam dan terlihat sungkan karena tahu Kenzo sangat dekat dengan Sharen.
"Emhhh.. E... Itu."
"Kak Sharen kan yang menculikmu, Maya?" tanya Cleo. Maya kemudian menatap Cleo disertai tatapan takut.
"Tidak usah takut, Maya. Kami juga sudah tau semua yang terjadi, kau tidak perlu takut pada kami."
Maya pun menganggukkan kepalanya. Sementara Cleo manatap Kenzo sambil tersenyum kecut. "Benar kan semua dugaanku, Kenzo. Kau harus menerima semua ini, aku tahu Kak Sharen sangat baik dan menyayangimu, tapi kau juga harus bisa menerima kenyataan jika dia lah dalang dibalik semua ini, dan kau harus ingat jika dia melakukan semua itu untuk kepentingan pribadinya sendiri, Kenzo." ucap Cleo.
__ADS_1
Kenzo pun hanya terdiam sambil menggelengkan kepalanya. "Benar apa yang Kak Cleo katakan, Kak Kenzo. Meskipun sejak kecil kita dibesarkan bersama-sama tapi Kak Sharen telah melakukan sebuah kejahatan, kau harus menerima kenyataan itu, diantara kita berdua, aku memang tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengan Kak Sharen, tapi aku juga menyayangi Kak Sharen sama sepertimu hanya saja aku sangat kecewa dengan semua yang dia lakukan," tambah Clarissa sambil menatap Kenzo.
"Ya, aku tahu itu Clarissa, kita sama-sama menyayangi Kak Sharen, aku hanya tidak menyangka seorang penyayang seperti Kak Sharen mampu bertindak seperti itu."
"Kenzo, seseorang tidak akan menggunakan akal sehatnya jika sudah dikuasi oleh ambisinya!" sahut Leo.
Kenzo pun menganggukan kepalanya. "Iya Om, benar apa yang Om katakan."
"Lalu apa yang ingin kau katakan? Tadi di telepon kau mengatakan ada sesuatu yang ingin kau bicarakan tentang Sharen, apa yang ingin kau katakan, Kenzo?"
"Begini, tadi Cleo sengaja menemui Kak Sharen. Sebenarnya Cleo sudah lama jika dia mencurigai Kak Sharen tapi Cleo memendam semua itu dan baru mengatakan padaku hari ini, dia lalu menemui Kak Sharen untuk menyelidiki hal yang kami pikir sedikit aneh karena pada saat kejadian itu kenapa Kak Nathan dan Kak Sharen ada di tempat yang sama, dan setelah mengorek informasi pada Kak Sharen, Cleo menarik kesimpulan jika Kak Sharen mencari tahu keberadaan Kak Nathan, sayangnya saat dia membuntuti Kak Nathan ternyata Kak Nathan pulang ke Jakarta hingga akhirnya mereka ada di tempat yang sama saat preman itu mencegat Kak Sharen."
Maya pun membuka suaranya. "Sebenarnya anak buahku sudah membuntuti Sharen saat dia berangkat dari Jakarta ke Bandung, mereka sebenarnya juga merasa curiga karena saat Sharen baru saja sampai di Bandung dia langsung kembali ke Jakarta, jadi mereka memutuskan untuk memberi pelajaran pada Sharen saat di Jakarta menunggu sampai malam hari dan situasinya aman dan tak terlihat siapapun, dan saat mereka mengintimidasi Sharen tiba-tiba Nathan datang.
"Jadi benar apa yang Cleo pikiran jika Sharen sengaja menyusul Nathan lalu membuntutinya sampai ke Jakarta lagi?" sahut Leo.
"Ya kemungkinan seperti itu Pa! Aku harus menemui Sharen sekarang juga!" teriak Nathan.
"Sabar Nathan tenangkan dirimu! Jangan tergesa-gesa mengambil tindakan jika tidak memiliki bukti karena hanya akan menjadi bumerang bagimu! Saat ini kita tidak punya bukti jika Sharen sengaja pergi ke Bandung, dia bisa saja mengelak jika kita tidak mempunyai bukti apapun."
"Aku punya, Om. Aku punya bukti jika Kak Sharen pergi ke Bandung pada hari itu juga!" sahut Cleo. Semua orang lalu menatap Cleo yang kini sedang mengeluarkan ponselnya lalu memutar rekaman suara yang berisi pengakuan saat Sharen pergi ke Bandung.
__ADS_1
Mendengar rekaman suara tersebut, Nathan pun sangat marah, dia lalu menggebrak meja kemudian menarik tangan Clarissa.
"Kurang ajar aku harus menemui Sharen sekarang juga! Ayo kita pergi ke rumahku, Clarissa!" bentak Nathan sambil menarik tangan Clarissa keluar dari ruangan itu.
"NATHAN!" teriak Leo dan Calista, tapi teriakkan mereka tidak diindahkan begitu saja oleh Nathan, mereka kemudian membuntuti Nathan keluar dari ruangan itu lalu pergi ke rumah Leo.
NOTE:
BED FRIEND adalah novel anakan dari Salah Kamar, jadi masih banyak yang belum diceritakan, masih banyak misteri dan kisah cinta lain yang mempermainkan perasaan yang akan othor ceritakan. Tapi kenapa sekarang othor update suka²? Kerena kalian belum banyak yang mampir ke novel sebelah, kalo kalian udah banyak yang mampir ke novel sebelah, othor update lancar kaya biasa, 2/3 bab per hari tapi kalo belum banyak yang mampir ya update suka2 othor, 2 atau 3 hari sekali mungkin 🤣
Kalo novel sebelah sebenarnya episode ga banyak tapi novel itu buat lomba, jadi kalau kalian sayang othor mampir ke novel sebelah ya, ramein biar menang 😂🤣, nanti aku traktir, traktir parkir 😂
Mampir ke sini juga yuk karya Kak Febyanti judulnya Ranjang Pengkhianatan dijamin ceritanya keren banget loh
Karena pengkhiatan istrinya, Axel terluka, hingga luka itu mendarah daging. Memperegoki istrinya yang tengah bercinta dengan sahabatnya sendiri. Tak cukup sampai disitu, Hanna yang merupakan istrinya harus pergi selama-lamanya akibat perkelahian antar suami dan selingkuhannya.
Berimbas, Axel yang menjadi tersangka akan pembunuhan yang dilakukan sahabatnya sendiri. Axel mendekam selama 15 tahun di penjara. Saat terbebas, ia akan membalaskan dendamnya pada sahabat sekaligus pembunuh yang sebenarnya. Hasil dari perselingkuhan, hadirlah sosok wanita cantik yang menjadi incaran Axel untuk membalaskan dendamnya.
RANJANG PENGKHIANTAN (balas dendam)
__ADS_1