
Alvaro melihat sekelilingnya. Saat ini dia tampak ada di dalam sebuah mobil, dengan tubuh yang terikat disertai memar di beberapa bagian tubuhnya. Luka memar itu, bahkan jauh lebih banyak dibandingkan saat sebelum dia pingsan tadi. Alvaro yakin jika saat dia tidak sadarkan diri pasti anak buah Zack kembali melayangkan pukulan padanya.
Dia kemudian mengangkat sedikit tubuhnya dan melihat keadaan sekitar. Saat ini mobil yang dinaikinya tampak terparkir di samping jurang, sedangkan ketiga anak buah Zack tampak ada di belakang mobil, dan terlihat sedang menelepon seseorang.
"Mereka pasti akan melakukan hal yang sama padaku seperti yang mereka lakukan pada Derick," gumam Alvaro.
"Aku harus bisa melarikan diri, tapi bagaimana caranya? Tanganku terikat seperti ini," sambung Alvaro lagi sambil mengerutkan keningnya. Dia kemudian mengamati kembali beberapa anak buah Zack yang kini sedang terlihat berbincang-bincang.
"Sepertinya mereka belum mau membunuhku, jika mereka benar-benar mau melakukannya, sejak tadi mereka pasti sudah melakukan itu, dan pasti aku sudah mati. Tapi, sepertinya mereka sedang mengulur waktu. Mungkin saja, mereka sedang menunggu kedatangan Zack? Kalau benar seperti itu, aku harus bisa memanfaatkan kesempatan ini."
***
Sementara itu Zack hanya bisa menatap Laurie yang saat ini tampak sedang menangis. Hatinya sebenarnya sakit melihat wanita yang ada di hadapannya tampak begitu rapuh.
"Ayo ikut denganku, bukankah kau memilih untuk mati dibandingkan hidup dalam tekananku?"
Laurie hanya menangis, saat ini dia benar-benar merasa bingung. Dia sangat takut sesuatu terjadi pada Alvaro, sama seperti yang terjadi pada Derick. Rasanya dia memang benar-benar ingin mati dibandingkan harus hidup dalam bayang-bayang Zack, tapi dia juga ingin tahu bagaimana keadaan Alvaro saat ini.
'Tuhan, jika hari ini kau ambil nyawaku lewat iblis yang ada di depanku, aku ikhlas. Itu jauh lebih baik dibandingkan aku harus hidup dengan dalam tekanan iblis itu. Tapi, bolehkah aku minta sesuatu pada-Mu, jika aku tidak bisa bertemu lagi dengan Alvaro di dunia ini, bolehkah aku menemuinya di alam yang berbeda? Aku tidak minta bersatu dengannya, karena itu semua kuasa-Mu. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih dia sudah mencintaiku hingga akhir hayat kami,' batin Laurie sambil terisak.
Melihat Laurie yang kini kian terisak. Zack kemudian berjongkok di depannya, lalu mencekal tangannya. "Ayo kita pergi sekarang!" perintah Zack sambil menyeret tubuh Laurie, meskipun saat ini perasaannya begitu campur aduk antara marah, sedih, kesal, dan juga sakit.
Laurie pun saat ini hanya bisa pasrah saat Zack menghempaskan tubuhnya ke dalam mobil. "Jangan coba-coba lari dariku, Laurie! Saat ini aku belum membunuh Alvaro, jika kau masih ingin Alvaro selamat, turuti perintahku!" hardik Zack. Mendengar Alvaro yang masih hidup, seketika ada harapan yang tumbuh di dalam hatinya. Setelah Zack menutup pintu mobil, dia tampak menelepon seseorang.
Kesempatan itu pun dipergunakan oleh Laurie untuk mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Nala serta mengirimkan share lokasi. Setelah itu, Laurie bergegas memasukkan ponsel miliknya lagi ke dalam saku calana jins yang dipakai olehnya, bersamaan dengan Zack yang masuk ke dalam mobil itu.
Zack kemudian mengendarai mobilnya sambil sesekali melirik ke arah Laurie yang saat ini tampak lebih tenang, dalam benak Zack, istrinya itu sudah benar-benar pasrah akan apa yang dia lakukan padanya, bahkan dia lebih memilih mati dibandingkan harus hidup dengannya, hal ini membuat Zack benar-benar merasakan sakit yang luar biasa di dalam hatinya. Sehina itukah dirinya di mata wanita yang menjadi istrinya itu? Namun, lagi-lagi Zack harus menyadari jika apa yang dia rasakan itu memang akibat perbuatannya yang telah begitu berambisi memiliki Laurie.
Satu jam kemudian, mereka pun sudah sampai di sebuah daerah yang jauh dari ibu kota, di sebuah dataran tinggi. Sepanjang perjalanan yang mereka lalui, hanyalah semak belukar dan ilalang serta pepohonan yang begitu rimbun dan tidak ada tanda-tanda kehidupan yang membuat Laurie merasa begitu takut sekaligus cemas jika share lokasi yang dikirimkan pada Nala tidak terbaca karena tidak ada sinyal di tempat itu. Untuk saat ini, Laurie hanya bisa berdoa. Mobil Zack akhirnya berhenti di sebuah daerah yang cukup lapang dengan tebing yang begitu curam di ujungnya. Di samping tebing itu, tampak pula sebuah mobil yang terparkir.
Melihat mobil itu, jantung Laurie pun berdegup begitu kencang, disertai sebuah getaran hangat yang merasuk ke dalam hatinya. Laurie hanya berharap jika ada Alvaro di dalam mobil itu.
"Ayo keluar Laurie!" perintah Zack sambil menarik lengan Laurie. Setelah itu dia menyeret tubuh Laurie untuk bersender pada kap mobil sambil memberi kode pada anak buahnya.
Setelah melihat kode dari Zack, ketiga anak buah Zack lalu membuka pintu mobil yang ada di samping jurang, dan benar saja mereka mengeluarkan Alvaro dari mobil itu.
"Alvaro!" teriak Laurie sambil terisak.
__ADS_1
Anak buah Zack kemudian menyeret tubuh Alvaro dan menghembuskannya ke atas kaki Zack. Spontan Laurie pun menangis lalu ikut berlutut di atas kaki Zack sambil memeluk tubuh Alvaro yang saat ini begitu tampak mengenaskan. Seluruh tubuhnya penuh luka, bahkan wajah tampan laki-laki itu pun juga dipenuhi darah dan memar.
Entah mengapa meskipun saat ini Alvaro dan Laurie tampak begitu tidak berdaya, tapi justru Zack yang merasa begitu terluka. Melihat senyum keduanya saja saat bersama, membuat hatinya sangat sakit.
"Laurie, aku akan menuruti permintaanmu. Kau akan kubunuh sekarang juga tepat di depan kekasihmu itu. Biar dia juga merasakan luka yang aku rasakan karena tidak bisa memilikimu."
"KAU JANGAN GILA ZACK! LEBIH BAIK KAU MEMBUNUHKU DARIPADA HARUS MEMBUNUH LAURIE!" bentak Alvaro.
"Apa kau bilang? Membunuhmu? Itu tidak akan kulakukan karena aku juga ingin melihatmu gila karena kehilangan orang yang kau cintai, sama sepertiku! Hahahahaha... "
"Dasar gilaaaa! Aku tidak akan pernah membiarkan Laurie mati!"
"Ck, ck, ck, hey dokter bodoh, asal kau tahu aku memang tidak bermaksud membunuh istriku yang cantik ini, tapi dia yang meminta sendiri untuk mati!"
"Baiklah kalau begitu bunuh kami bersama!"
"ITU TIDAK AKAN PERNAH KULAKUKAN DOKTER BODOH APA KAU SUDAH TULI? BUKANKAH TADI SUDAH KUKATAKAN JIKA AKU JUGA INGIN MELIHATMU GILA SAMA SEPERTI DIRIKU! SEKARANG LIHAT INI!"
Zack kemudian menyeret tubuh Laurie mendekat ke arah anak buahnya. "Cepat bunuh istriku!" bentak Zack pada anak buahnya. Namun saat anak buah Zack baru saja mengangkat pistolnya, tiba-tiba terdengar suara mobil yang mendekat ke arah mereka diiringi suara sirine polisi.
Zack pun begitu panik saat tiba-tiba ada dua buah mobil sedan dan dua buah mobil polisi berhenti di dekat mereka. Lalu tampak Nala, Leo, Calista, Kenan, dan Olivia turun dari mobil itu.
"Tapi Kak, Laurie.."
Sementara itu, Leo tampak mendekat ke arah Alvaro lalu memapahnya masuk ke dalam mobil. "Zack lebih baik kau lepaskan Laurie karena kau sudah terkepung! Kalau kau meneruskan aksimu jangan pernah menyesal jika setelah ini kau mendekam di balik jeruji besi!" teriak Nala. Mendengar perkataan Nala, Zack pun tersenyum menyeringai.
"Hahahahaha... Hey wanita siluman, apa kau sudah lupa jika atasan mereka saja tunduk padaku, bagaimana bisa aparat berpangkat rendah seperti mereka memenjarakan aku?"
"Hei raja iblis bodoh, jika mereka takut padamu maka mereka juga lebih takut pada kekuatan netijen!"
"Apa maksudmu?"
"Hei, jika kasus ini kuviralkan, tentu mereka lebih memilih menghukummu dibandingkan takut dengan kekuasaanmu! Karena seluruh negeri ini pasti akan menghujatmu dan para aparat yang tidak mau memenjarakanmu! Dan kau tahu apa dampaknya? Bisnismu bisa hancur, dan kau tidak akan pernah hidup dengan nyaman dimanapun kau berada karena semua orang menghujatmu! Ingat itu Zack! Pikirkan ini baik-baik sebelum aku memviralkannya pada media! Seorang mafia yang membunuh istrinya, tapi tidak ditindak pihak yang berwajib karena kekuasaannya, itu sungguh sangat memalukan! Jadi lebih baik kau pergi selama-lamanya dari hadapan kami dan jangan lagi tunjukkan batang hidungmu! Cuih!"
"Maaf Tuan Zack, lebih baik anda lepaskan istri anda sekarang karena kalau tidak kami akan menangkap anda sekarang juga, karena kalau sampai kasus ini viral dan tercium media akan sangat berbahaya," sambung salah seorang polisi.
"Dengarkan itu baik-baik raja iblis!" bentak Nala.
__ADS_1
Zack pun menghembuskan nafas panjangnya, lalu menutup matanya dan tampak berfikir sejenak. "Ayo kita pergi!" sahutnya pada beberapa anak buahnya. Seketika semua orang yang ada di situ pun tersenyum.
Zack dan anak buahnya meninggalkan Laurie begitu saja, kemudian mendekat ke arah Nala. "Urusan kita belum selesai, wanita siluman! Suatu saat nanti aku akan membuat perhitungan denganmu!" bisik Zack sambil menatap Nala dengan tatapan sengit.
"Aku tidak takut!" balas Nala.
Olivia lalu mendekat ke arah Laurie, lalu membantunya berdiri. "Dimana Alvaro?"
"Ada di dalam mobil papa," jawab Kenan.
"Aku mau bertemu Alvaro."
"Iya, Sayang."
Laurie kemudian masuk ke dalam mobil Kenan, lalu mendekat ke arah Alvaro yang tidak berdaya. "Alvaro! Alvaro!"
Alvaro pun perlahan membuka matanya, lalu tersenyum sambil menatap Laurie. "Semua sudah selesai, Zack sudah pergi. Aku yakin dia tidak akan pernah kembali karena Nala sudah mengancamnya. Bertahanlah Alvaro!" ucap Laurie sambil terisak.
Alvaro pun tersenyum. "Jangan menangis, tentu saja aku akan bertahan karena sebentar lagi aku akan menikah dengan wanita tercantik yang pernah kutemui. Hahhaha..."
"Alvarooo!" balas Laurie sambil mencubit perut Alvaro.
"Sakit sayang..."
"Hahhaha... "
Nala yang melihat mereka dari balik jendela mobil hanya bisa tersenyum. "Selamat berbahagia Laurie, selamat berbahagia Alvaro. Aku ikut bahagia melihat kalian, meskipun tak dapat dipungkiri jika ada satu sisi hatiku yang terluka," gumam Nala.
TAMAT
...****************...
NOTE:
Kisah yang begitu panjang dari beberapa kisah cinta ya dear. Terima kasih banyak sudah menyimak kisah yang panjang ini, maaf jika masih banyak kekurangan, karena othor sadar, othor bukanlah penulis yang hebat.
Sekali lagi terima kasih, yang penasaran kelanjutan kisah Zack dan Nala, bisa dibaca di novel terbaru othor ya judulnya MAINAN TUAN MAFIA.
__ADS_1
KISAH ZACK DAN NALA ADA DI SINI⏬