
Abimana tampak mengamati Kenzo yang kini terlihat begitu serius menatap layar di ponselnya saat mereka baru saja selesai makan malam.
"Ada apa, Kenzo?" tanya Abimana.
"Tidak ada apa-apa, Pa. Mama baru saja menghubungiku dan menyuruhku pulang sebentar karena ada sesuatu hal penting yang ingin mereka bicarakan tentang hubungan Kak Nathan dan Clarissa."
"NATHAN DAN CLARISSA?" teriak Inara dan Abimana bersama-sama.
"Ya, tentang hubungan Kak Nathan dan Clarissa. Papa, Mama, sepertinya aku dan Cleo harus pergi sebentar ke rumah Mama Amanda. Bisakah kami menitipkan Shane sebentar?"
"Oh ya, tentu saja Kenzo. Tapi bolehkah Papa bertanya sesuatu padamu."
"Oh ya, tentu saja Pa. Apa yang ingin Papa tanyakan?"
"Sebenarnya apa maksudmu tentang hubungan Nathan dan Clarissa? Apa mereka memiliki hubungan khusus?"
"Oh ya. Kak Nathan dan Clarissa berpacaran, dua bulan lagi mereka akan menikah."
Abimana dan Inara pun hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar sambil saling bertatapan. Jantung mereka pun seakan berhenti berdetak dan tubuh mereka terasa menegang saat mendengar jawaban dari Kenzo. Mereka pun saling berpandangan satu sama lain disertai perasaan yang begitu berkecamuk di dalam hati mereka masing-masing.
"Ja... Jadi mereka berpacaran?" tanya Abimana.
"Ya, mereka berpacaran."
"Ta... Tapi kenapa kami tidak mengetahuinya? Bukankah saat di pesta pernikahanmu kami juga bertemu dengan mereka berdua dan sikap mereka tampak biasa saja, tidak layaknya seperti orang yang sedang berpacaran?"
"Oh itu karena mereka menyembunyikan hubungan mereka. Clarissa yang meminta Kak Nathan untuk menyembunyikan hubungan mereka terlebih dulu, mungkin Clarissa malu. Kami juga baru mengetahui hubungan itu saat pesta pernikahan kami usai saat Om Leo meminta pada Papa dan Mama untuk segera menikahkan Kak Nathan dan Clarissa secepatnya. Mama dan Papa sebenarnya sangat terkejut karena mereka juga tidak mengira Kak Nathan dan Clarissa sedang berpacaran."
"Tapi aku tidak, karena aku pernah melihat mereka berciuman di dalam mobil," sahut Cleo yang tiba-tiba keluar dari kamar lalu mendekat ke arah mereka.
"Apa kau sudah siap Cleo? Kita pergi ke rumah Mama Amanda sekarang."
__ADS_1
"Iya Kenzo, aku sudah siap. Shane juga sudah tidur."
"Papa, Mama. Kami pergi dulu sebentar."
"Oh iya Kenzo, Cleo. Kalian hati-hati di jalan."
Kenzo dan Cleo lalu berjalan keluar dari rumah, sedangkan Abimana dan Inara kini saling berpandangan.
"Abimana, ini benar-benar seperti sebuah bencana. Sharen ternyata menikah dengan kekasih adiknya sendiri, meskipun Sharen dan Clarissa bukanlah saudara kandung tapi mereka dibesarkan bersama dan keduanya sangat dekat."
Abimana pun kini terlihat memijit keningnya. "Astaga, suratan takdir apa ini? Kenapa mereka harus terjebak dalam satu pria?"
"Dan Sharen kini berdiri diantara dua orang yang saling mencintai. Clarissa pasti sangat hancur saat mengetahui kekasihnya menikahi dengan Kakak yang sangat dia sayangi. Kita harus bagaimana, Abimana? Haruskah kita meminta Nathan untuk menceraikan Sharen sekarang juga agar tidak ada lagi masalah yang terjadi diantara mereka bertiga?"
"Ya, sebaiknya mereka harus bercerai secepatnya. Sharen pasti akan mengerti jika Nathan mencintai adiknya sendiri."
"Besok pagi kita ke rumah Leo dan Clarissa?"
Sementara Sharen kini duduk di atas ranjang di dalam kamar Nathan sambil menatap kertas surat milik Nathan. "Siapa sebenarnya pelangimu itu, Nathan?"
🍒🍒🍒
"Aku mencintaimu, jadi ingat kau tidak akan kuizinkan untuk meninggalkan aku, baik hari ini, esok, lusa ataupun selamanya, apa kau mengerti?"
Clarissa pun menganggukan kepalanya, mereka kemudian tersenyum lalu mulai menempelkan bibirnya, dan kini keduanya tampak saling memagut satu sama lain.
"NATHAN! CLARISSA!" teriak seseorang yang kini berdiri di samping mereka.
Nathan dan Clarissa lalu melepaskan ciuman mereka kemudian mengalihkan pandangannya pada sumber suara. Mereka pun terlihat salah tingkah saat melihat Leo yang kini berdiri tak jauh dari mereka.
"Papa," ucap Nathan.
__ADS_1
"Kenapa kau terkejut? Apa drama kalian sudah selesai? Kalau sudah cepat masuk, sudah ada penghulu yang menunggu kalian berdua!"
"Penghulu Pa? Jadi kami benar-benar akan menikah?"
"Dasar anak nakal! Kau ini bagaimana? Bukankah tadi kau meminta untuk menikahi Clarrisa? Kenapa kau terkejut saat sudah ada penghulu di sini?"
"Ka.. Kapan Papa memanggil penghulu itu Pa?"
"Saat kau mengatakan ingin menikahi Clarissa, anak buah Papa menjemput penghulu itu di rumahnya, kalian akan menikah secara resmi sekarang juga, persyaratan pernikahan nanti kita urus menyusul."
Nathan dan Clarissa lalu saling berpandangan sambil tersenyum. "Apa yang kalian tunggu? Kalian mau menikah atau tidak?"
"Ma.. Mau Pa,"
"Cepat masuk!"
"Ta...Tapi bagaimana Papa bisa yakin Clarissa mau menerimaku Pa? Bukankah tadi Papa tahu bagaimana sikap Clarissa."
"Papa sudah hidup puluhan tahun dan pernah berpacaran dengan puluhan wanita, mungkin mendekati ratusan jadi kau tidak usah meragukan kemampuan Papa dalam memahami wanita karena Papa tidak bodoh sepertimu, Nathan! Apa kau mengerti? Ayo cepat masuk!" perintah Leo sambil berjalan memasuki rumah Amanda.
"Jadi, Papa juga yang sudah menyembunyikan kunci mobilku agar aku tidak bisa pergi jauh dari sini?" tanya Nathan yang kini berdiri di belakang Leo. Leo pun membalikkan tubuhnya.
"Lebih baik kau tidak usah banyak bertanya, cepat masuk, Papa juga pernah memiliki dua orang istri sepertimu," ucap Leo sambil tersenyum nakal.
NOTE: Mampir juga ya ke karya author kece yang satu ini Kak Emmarisma dijamin bikin baper deh
Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. keduanya sama-sama memiliki perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.
Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico dipaksa menikah.
__ADS_1