Bed Friend

Bed Friend
Butuh Waktu


__ADS_3

"Apa mereka sekarang berpacaran? Apakah setelah kejadian itu mereka menjadi dekat dan saling menyukai satu sama lain?" ucap Cleo saat melihat Clarissa yang kini sedang berjalan di halaman rumah.


"Tapi kenapa Nathan tidak mengantar Clarissa masuk me dalam rumah? Apa Clarissa malu pada kami karena dia akhirnya jatuh cinta pada Nathan? Ah anak itu, ada-ada saja! Clarissa memang nakal." gerutu Cleo lagi.


Cleo kemudian memanggil Clarissa.


"Clarissa!"


Clarissa yang sedang berjalan mendengar panggilan dari Cleo lalu mulai mendekat padanya sambil menyunggingkan senyum manis di bibirnya.


"Kak Cleo!" teriak Clarissa saat mendekat ke arahnya. Dia kemudian memeluk Cleo sambil tertawa.


"Kau ceria sekali!"


"Kapan aku tidak ceria Kak? Aku selalu ceria, bukan begitu anak tampan?" sahut Clarissa kemudian menggendong Shane.


"Lalu bagaimana hubunganmu dengan Nathan? Dia bersikap baik padamu kan?"


Mendengar nama Nathan disebut, Clarissa pun salah tingkah.


"Kenapa Clarissa? Kenapa kau terlihat gugup? Apa sesuatu telah terjadi pada kalian? Apa kau mulai menyukainya?"


Mendengar pertanyaan Cleo, Clarissa pun hanya tersenyum. "Clarissa, dengarkan aku. Nathan adalah laki-laki yang sangat baik, dia mau melakukan apapun untuk wanita yang dia cintai. Dia juga dulu mau melakukan apapun untuk membahagiakan aku, sayangnya aku tidak pernah bisa jatuh cinta padanya. Jika saat ini Nathan jatuh cinta padamu, sungguh kau wanita yang sangat beruntung, Clarissa. Kau tidak boleh menyia-nyiakan laki-laki seperti Nathan."


Clarissa pun tersenyum mendengar perkataan Cleo. "Kenapa kau tersenyum? Kau juga sudah mulai jatuh cinta padanya kan? Hahahaha."


"Kak Cleo kau jangan menggodaku."


"Kau tidak bisa membohongiku, Clarissa. Memangnya kau pikir aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh kalian berdua tadi di dalam mobil?"


Clarissa pun tersipu malu mendengar perkataan Cleo. "Kak Cleo!" teriak Clarissa.


"Hahahaha, hahahaha. Clarissa, katakan saja semua pada Papa Rayhan dan Mama Amanda, mereka pasti menyetujui hubungan kalian."


"Kak Cleo mengertilah, aku belum siap. Aku malu Kak, terutama pada Kak Kenzo, aku butuh waktu. Aku juga belum ingin menikah, aku ingin menyelesaikan kuliahku terlebih dulu, kalau mereka tahu aku berpacaran dengan Kak Nathan, mereka pasti akan menyuruh kami menikah secepatnya. Terutama orang tua Kak Nathan, jadi aku minta tolong kau rahasiakan semua ini dari semua orang terlebih dulu."


"Apa kau yakin jika kau menunda semua ini dan merahasiakan hubunganmu tidak menimbulkan akibat buruk di kemudian hari, Clarissa? Apa kau tidak bisa belajar dari hubunganku dan Kenzo? Jika kau tidak mau kehilangan Nathan, lebih baik kalian bicarakan hubungan kalian dengan orang tua kalian berdua."


Clarissa mengambil nafas lalu menghembuskannya. "Akan kupikirkan lagi," jawab Clarissa.


🍒🍒🍒


Nathan menghentikan laju mobilnya di sebuah rumah mewah berlantai tiga dengan halaman yang luas dan ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan dan bunga warna-warni, dia kemudian turun dari mobil lalu berjalan ke arah seorang wanita yang sedang duduk di bangku yang ada di halaman rumah itu sambil meminum chamomile tea. Wanita itu pun menyambut kedatangan Nathan sambil menyunggingkan senyum manisnya.

__ADS_1


"Nathan, kau sudah pulang sayang? Mama sangat merindukanmu?" ucap wanita tersebut.


"Iya Ma, aku juga merindukan mama."


"Bagaimana keadaanmu Nathan sayang?"


"Aku baik-baik saja Ma, Mama lihat sendiri kan?"


"Ya, kau bahkan terlihat sangat ceria, jauh lebih ceria dibandingkan sebelumnya. Apa sesuatu telah terjadi padamu, Nathan?"


"Mungkin," jawab Nathan sambil tersenyum.


"Mungkin? Apa kau sudah jatuh cinta lagi?"


"Mungkin juga seperti itu, Ma."


"Kau benar-benar membuat Mama bingung, Nathan. Sebenarnya Papamu berniat menjodohkanmu dengan seorang wanita, tapi sepertinya kau sudah jatuh cinta pada wanita lain."


"Dijodohkan? Kuno sekali, kalian pikir aku tidak bisa mendapatkan seorang wanita? Mama aku bisa dengan mudah melakukan itu jika aku mau. Kalian tidak usah bersusah payah menjodohkanku," gerutu Nathan.


"Baiklah kalau begitu, sepertinya kau sudah memiliki pilihan sendiri. Rencananya Papa dan Mama akan menjodohkanmu dengan putri dari Rayhan dan Amanda."


"APAAA?"


"Tidak apa-apa Ma, emh memangnya siapa yang rencananya akan Papa dan Mama jodohkan denganku?"


"Emh, entahlah. Amanda memiliki dua orang putri, yang pertama memang hanya putri angkat tapi mereka sudah menganggapnya seperti putri kandungnya, namanya Sharen dan putri bungsu mereka bernama Clarissa."


Mendengar nama Clarissa disebut, Nathan pun tersenyum.


"Kenapa kau tersenyum, Nathan? Apa kau sudah mengenal salah seorang diantara mereka?"


"Oh.. Itu, ya. Aku sudah mengenal Sharen sejak beberapa tahun yang lalu sejak aku berkenalan dengan Cleo, saat itu kami hendak terbang ke London dan kami berkenalan di waiting room."


"Oh, lalu apa kau tertarik dengan Sharen?"


"Hahahaha, tidak sama sekali Ma. Dia tomboi dan sama sekali buka tipeku."


Mendengar jawaban Nathan, Calista pun sedikit terkejut. 'Kenapa dia sepertinya tidak tertarik saat aku mengatakan Sharen?' gumam Calista.


"Oh, lalu bagaimana dengan Clarissa? Apa kau sudah mengenalnya?" tanya Calista lagi sambil mengamati perubahan di wajah Nathan. Mendengar nama Clarissa disebut, Nathan pun tersenyum.


"Nathan, kenapa kau diam? Apa kau mengenal Clarissa?"

__ADS_1


"Ya, aku juga mengenalnya. Dia gadis yang sangat menyenangkan," jawab Nathan sambil tersenyum. Calista pun semakin bingung melihat tingkah Nathan serta raut wajah ceria di wajahnya saat mendengar nama Clarissa disebut.


'Sebenarnya apa yang terjadi dengan putraku? Bukankah di apartemen itu dia bersama Sharen tapi kenapa saat aku menyebut nama Sharen dia bersikap biasa saja, tidak seperti saat aku menyebut nama Clarissa? Ini benar-benar aneh,' gumam Calista.


Tiba-tiba ponsel Nathan pun berbunyi. Nathan lalu mengambil ponselnya dan melihat nama Clarissa di layar ponselnya.


"Mama, aku angkat telepon dulu."


"Ya."


Nathan lalu berjalan menjauh dari Calista.


"Halo Clarissa sayang, aku sudah sampai di rumah."


Meskipun lirih, Calista pun tidak sengaja mendengar percakapan Nathan saat dia berjalan menjauhinya.


"Clarissa? Sayang?" ucap Calista sambil mengerutkan keningnya.


"Ini semua benar-benar membingungkan?" gerutu Calista sambil memijit keningnya. Beberapa saat kemudian, Nathan pun kembali mendekat padanya.


"Siapa yang meneleponmu? Sepertinya sangat penting? Apa dia pacarmu?"


Nathan pun hanya tersenyum.


"Clarissa?" tanya Calista sedikit ragu sambil mengucapkan sebuah nama yang membuat Nathan kembali tersenyum.


"Clarissa adik dari Kenzo? Kau menyukai Clarissa?"


"Kenapa Mama sampai menyebutkan nama itu?"


"Apa kau lupa aku adalah ibumu? Kau tidak bisa berbohong pada Mama, Nak."


Nathan pun kembali tersenyum.


"Baiklah jika kau belum mau mengatakan semua itu pada Mama, mungkin kalian butuh waktu. Tapi Nathan, sebenarnya ada sesuatu yang ingin Mama beritahukan padamu."


"Beritahukan padaku?"


"Ya."


"Tentang apa?"


"Bulan depan Vansh pulang, dia memutuskan pulang ke Indonesia dan menetap di sini."

__ADS_1


"Vansh?"


__ADS_2