
Sharen mengemudikan mobil yang dikendarainya dengan kecepatan yang begitu tinggi. 'Semoga Tante Calista tidak curiga padaku,' gumam Sharen saat di dalam mobil. Beberapa saat kemudian dia pun sudah sampai di rumah Calista dan turun dari dalam mobil dengan begitu terburu-buru. Namun saat memasuki rumah itu, rumah itu tampak begitu sepi.
"Tante Calista!" panggil Sharen.
"Nyonya Calista sudah pergi, Nona Sharen," jawab salah seorang pembantu rumah tangga yang ada di rumah tersebut.
'Sial! Aku sudah pulang dengan terburu-buru karena takut Tante Calista curiga, tapi malah dia sudah pergi begitu saja, padahal aku belum selesai berbicara dengan Cleo mengenai hubungan Nathan dan Clarissa,' gumam Sharen sambil mengigit bibirnya.
"Nona Sharen, tadi Nyonya Calista berpesan agar Non Sharen menemani Tuan Vansh makan malam," kata pembantu yang masih ada di sampingnya.
"Oh...O.. Ya, baiklah," jawab Sharen kemudian berjalan ke arah meja makan. Di meja makan tersebut, tampak seorang laki-laki berusia sekitar tiga puluh tahun terlihat sedang duduk menikmati makan malam dengan begitu tenang.
Sharen lalu duduk tak jauh dari laki-laki itu. Melihat kedatangan Sharen, laki-laki itu pun melirik padanya. Sharen pun tersenyum padanya, namun tidak ada senyuman balasan darinya.
'Sombong sekali,' gumam Sharen.
"Apa anda yang bernama Vansh? Keponakan dari Tante Calista dan Om Leo?" tanya Sharen yang hanya dijawab anggukan kepala oleh laki-laki itu.
'Laki-laki yang sangat dingin dan menyebalkan,' gumam Sharen lagi. Dia pun mengambil makanan yang ada di meja lalu menemani Vansh makan malam tanpa ada sepatah katapun lagi yang keluar diantara keduanya. Beberapa saat kemudian, Vansh yang terlihat sudah menyelesaikan makan malamnya lalu bangkit dari tempat duduknya.
"Kau sudah selesai, Vansh?" tanya Sharen yang hanya dijawab anggukan kepala lagi oleh Vansh yang semakin membuat Sharen merasa semakin kesal.
__ADS_1
'Sombong sekali dia, memangnya dia siapa sampai tidak mau berbicara denganku? Apa sebenarnya dia bisu? Ah mungkin saja dia bisu,' gumam Sharen sambil menatap punggung Vansh yang sedang berjalan meninggalkannya. Sharen yang juga sudah menyelesaikan makan malamnya lalu juga bangkit dari meja makan kemudian berjalan ke kamarnya. Saat mulai melepas pakaiannya dan akan membersihkan tubuhnya, tiba-tiba ponselnya pun berbunyi. Sharen lalu mengambil ponsel yang ada di tasnya dan melihat nama anak buahnya yang sedang meneleponnya.
[Halo, ada apa?]
[Gawat Bos, gawat.]
[Apanya yang gawat? Cepat tidak usah banyak basa basi!]
[Wanita itu, Bos. Maya melarikan diri.] jawab anak buah Sharen dengan penuh ketakutan.
[APA? MELARIKAN DIRI? KALIAN BENAR-BENAR BODOH!] bentak Sharen.
[Apa? Kalian memang benar-benar bodoh!] bentak Sharen.
[Maafkan kami, Bos.]
[Sekarang cepat cari Maya sampai ketemu, jika tidak kalian akan tau akibatnya karena sudah berani macam-macam denganku! Cepat cari Maya sekarang juga!!!] teriak Sharen kemudian menutup teleponnya dengan perasaan yang begitu bergemuruh. Nafasnya kini pun begitu tersengal-sengal menahan emosi yang ada di dalam dadanya.
"Dasar preman bodoh!" umpat Sharen sambil berjalan mondar-mandir di dalam kamar itu, sesekali dia mengusap wajahnya dengan kasar.
"Aku tidak bisa berdiam diri, aku harus melakukan sesuatu, ya aku harus pergi sekarang!" ujar Sharen, dia kemudian membersihkan tubuhnya lalu berganti pakaian kemudian keluar dari kamar itu.
__ADS_1
Sementara Vansh yang ada di kamar sebelah Sharen kini tampak sedang menatap bintang diantara gelapnya malam. 'Patah hati terberat yang pernah kualami yaitu saat berdoa pada Tuhan untukmu yang tidak pernah bisa ada lagi di sampingku, dan tidak akan pernah bisa lagi kumiliki, meskipun itu hanya bayanganmu saja. Queen, mungkin aku bisa saja melupakanmu, melupakan semua kenangan tentang kita tapi hanya kenangan itu yang kumiliki darimu, lalu bagaimana mungkin aku bisa melupakan kenangan itu jika hanya itu yang kupunya saat ini?' gumam Vansh sambil tersenyum kecut disertai air mata yang keluar dari sudut matanya.
Dia lalu mengarahkan pandangannya ke arah bawah dan melihat sosok Sharen yang sedang berjalan ke arah garasi mobil dengan begitu tergesa-gesa.
Sharen yang kini sedang membuka pintu mobil tiba-tiba dikejutkan oleh suara seseorang yang ada di belakangnya?
"Kau mau kemana, Sharen?"
NOTE:
Jangan lupa mampir ke novel baruku ya, kalau udah banyak yang mampir nanti sore aku lanjutin lagi cerita ini 🤣ðŸ¤, Aku meksa sama bawa pisau nih 🔪🔪🔪🔪
Mampir ke sini juga yak dear karya Kak Smiling 27 judulnya Halaman Terakhir Kisah Shabira
Blurb:
Malam adalah dunianya. Ia akan aktif beraktifitas saat malam menjelang. Ia sangat suka mengikuti ajang balap liar. Sebab dengan mengikuti hal tersebut, ia dapat menghilangkan sejenak beban pikiran dan derita hidup yang dialaminya. Ia mempertaruhkan hidup dan matinya di atas jalanan. Selain hasil dari taruhan yang mengiurkan.
Ia berjuang hidup mengandalkan sepuluh jarinya sendiri dalam mempertahankan hidupnya di tengah kerasnya kehidupan ibu kota. Terkadang ada rasa iri menyelinap ke dalam relung hatinya yang paling dalam. Mengapa Tuhan tidak adil padanya. Hingga suatu saat ia bertemu dengan seseorang. Akankah seseorang itu dapat mengubah jalan takdir hidupnya ke arah yang lebih baik. Atau malah semakin menenggelamkan dirinya dalam hitam pekatnya malam.
__ADS_1