
"Menjebak apa Nathan?"
"Tidak usah berpura-pura lagi karena kami semua sudah tau yang kau lakukan di malam itu! Malam itu sebenarnya kau pergi ke Bandung kan? Tapi pada saat kau sampai di apartemen tempat aku tinggal bersama Clarissa, kau melihatku keluar dari apartemen itulalu kau membuntutiku sampai pulang ke Jakarta! Kemudian saat aku memperlambat laju mobilku kau menyalipku dan di saat itulah preman-preman itu mengganggumu, dan setelah aku menyelamatkanmu kau memanipulasi keadaan sedemikian rupa agar aku menikahimu! Iya kan Sharen!"
BRAG!
Nathan yang sudah begitu emosi kemudian menggebrak meja kembali sambil menatap Sharen dengan tatapan tajam.
"Kak kendalikan dirimu!" bisik Clarissa.
"Jangan menuduhku sembarangan seperti itu, Nathan!" jawab Sharen.
"Aku tidak menuduhmu sembarangan karena aku memiliki semua bukti kejahatanmu, kau benar-benar kurang ajar, Sharen! Cleo, Maya keluarkan semua bukti yang kalian punya!" perintah Nathan. Cleo dan Maya lalu mengambil ponsel mereka dan menyerahkannya pada Nathan.
Nathan lalu memutar rekaman suara berisi pengakuan Sharen pada Cleo tentang pengakuannya pergi ke Bandung, lalu menunjukkan beberapa foto yang ada di ponsel Maya saat Sharen melepaskan pakaian Nathan yang membuat mereka tidur dalam keadaan setengah telanjang saat ditemukan oleh warga, selain itu Nathan juga memutar rekaman percakapan antara Maya dan Sharen saat mereka melakukan kesepakatan di malam itu serta saat Sharen memerintahkan Maya untuk memanggil beberapa warga untuk melakukan provokasi.
"Bagaimana, Sharen?" Apa semua bukti ini kurang jelas? Kau benar-benar kurang ajar karena telah mempermainkanku!" bentak Nathan sambil menatap Sharen dengan tatapan tajam yang membuat Sharen terdiam hingga beberapa saat.
"JANGAN HANYA BISA DIAM! LEBIH BAIK KAU CEPAT AKUI SEMUA KEJAHATANMU!"
"KALIAN SEMUA MEMANG BENAR-BENAR KURANG AJAR! KALIAN SEMUA TELAH BERKOMPLOT UNTUK MENJEBAKKU DAN MEMPERMALUKAN AKU SEPERTI INI!"
"TUTUP MULUTMU SHAREN DAN BERHENTILAH BERSIKAP SEOLAH-OLAH KAU YANG TERSAKITI! KARENA KAU ADALAH DALANG DARI PETAKA YANG TERJADI DI DALAM HIDUPKU!"
__ADS_1
"ITU SEMUA KARENA AKU MENCINTAIMU, NATHAN! BUKANKAH KAU TAU AKU TELAH MENCINTAIMU SEJAK DULU, SEJAK KITA PERTAMA BERTEMU! TAPI AKU SADAR DIRI KARENA SAAT ITU KAU MENYUKAI CLEO. TAPI SAAT AKU MEMILIKI KESEMPATAN ITU! KAU TIDAK PERNAH MENGIJINKANKU UNTUK MEMILIKI HATIMU!"
"BUKANKAH TADI SUDAH KUBILANG JIKA AKU TIDAK PERNAH MENCINTAIMU DAN CINTA TIDAKLAH BISA DIPAKSAKAN! BUKANKAH SAAT ITU KAU JUGA TAU ADA SEORANG WANITA YANG ADA DI DALAM HATIKU TAPI KAU TETAP SAJA MEMAKSAKAN RASA CINTAMU ITU, TIDAK SEMUDAH ITU SHAREN! TIDAK SEMUDAH ITU!"
"Sheren maafkan putraku tapi benar apa yang dia katakan, cinta memang tidak bisa dipaksakan, percuma kau memiliki raganya tapi kau tidak pernah memiliki hatinya, itu sangatlah menyakitkan, apa kau mau selamanya hidup tersakiti bersama putraku? Jangan menyia-nyiakan hidup untuk hanya memenuhi ambisimu, hidup ini indah jika kau mengikuti jalan yang benar, carilah kebahagiaanmu sendiri, kami yakin suatu saat nanti kau pasti bertemu dengan jodohmu," ucap Leo yang membuat Sharen terdiam, dia lalu tampak menangis kemudian mengalihkan pandangannya pada Cleo dan Kenzo.
"Cleo, Kenzo. Bukankah kalian tahu aku sangat menyayangi kalian berdua, tapi kenapa kalian tega melakukan semua ini padaku? Kalian berdua benar-benar jahat!"
"Kak Sharen maafkan kami jika ini menyakitkan bagimu tapi percayalah semua yang kami lakukan ini untuk kebaikanmu. Kak, sadarlah, semua yang kau lakukan itu adalah sebuah kesia-siaan, bukankah kau tau jika cinta itu tidak dapat dipaksakan? Begitu pula rasa cintamu pada Kak Nathan, percuma kau mencintai seseorang yang sepanjang hidupnya tidak pernah mencintaimu. Kak Sharen, hidup diantara dua orang yang saling mencintai itu sangatlah menyakitkan, hilangkan semua ambisimu dan carilah kebahagiaanmu, Kak."
"Benar kata Kenzo, Kak. Kami sangatlah menyayangimu, kami tidak ingin kau terluka lebih jauh, tolong hentikan semua ini karena hanya akan menyakiti dirimu. Kami juga ingin melihat kau hidup bahagia dengan laki-laki yang juga menyayangimu dengan sepenuh hati," tambah Cleo.
Sharen pun tidak mengeluarkan sepatah katapun dan hanyut dalam isak tangisnya. Calista kemudian mendekat pada Sharen lalu memeluknya.
"Dahulu ada seseorang yang pernah berkata padaku: "Rasa cintamu itu seperti hujan yang turun dengan derasnya, tapi sayangnya dia memilih berteduh pada yang lain. Lebih baik kau hentikan semua itu, karena setelah hujan berhenti pasti akan ada pelangi yang bisa menghiasi hidupmu jauh lebih indah" Apa kau mengerti semua dari ucapan itu Sharen? Tolong hentikan semua itu karena aku yakin kau pasti akan bisa menemukan pelangimu itu," ujar Nathan yang membuat Clarissa menatapnya lalu tersenyum padanya.
Sharen kini pun terlihat jauh lebih tenang dalan pelukan Calista meskipun tatapan matanya terlihat kosong. Namun, tiba-tiba tubuh Maya ambruk. Dia menyenderkan tubuhnya ke sofa sambil memijit pelipisnya.
"Kau kenapa, Maya?" tanya Calista.
"Tidak apa-apa, Nyonya Calista. Mungkin saya kelelahan, penculikan yang saya alami benar-benar membuat energi saya terkuras. Apa boleh saya pulang sekarang?"
"Bagaimana jika kau makan malam dulu disini, Maya?"
__ADS_1
"Tidak usah Nyonya, saya jauh lebih tenang jika saya pulang ke rumah. Bolehkah saya pulang sekarang?"
"Ya, sebentar," jawab Calista lalu mengalihkan pandangannya ke arah belakang.
"Bibi, tolong panggilkan Vansh!" perintah Calista.
Beberapa saat kemudian, Vansh pun mendekat ke arah mereka. "Ada apa Tante Calista, Tante memanggilku?" tanya Vansh.
"Vansh, tolong kau antarkan Maya ke rumahnya."
"Haruskah aku?" tanya Vansh sambil mengerutkan keningnya.
"Ya, bukankah kau tahu jam kerja sopir di sini hanya sampai pukul tujuh malam? Ini sudah pukul delapan malam, Vansh. Maya juga sedikit tidak enak badan, Tante khawatir sesuatu terjadi padanya jika dia naik taksi sendirian, tolong bantu Tante," rajuk Calista.
"Baiklah Tante," jawab Vansh. Dia lalu menatap Maya dengan tatapan dingin.
"Ayo pergi sekarang!" perintah Vansh kemudian berjalan keluar dari rumah. Maya lalu berpamitan pada semua orang yang ada di dalam rumah itu kemudian mengikuti langkah Vansh masuk ke sebuah mobil. Setelah Maya masuk ke dalam mobil, Vansh lalu mengendarai mobil itu keluar dari rumah Leo. Di saat itulah mobil Vansh berpapasan dengan mobil milik Inara yang sedang masuk ke halaman rumah Leo.
NOTE:
Wajib mampir ke sini novel terbaruku kalau banyak yang mampir, nanti tek lanjutin 🤣
__ADS_1
Mampir ke sini juga novel bestie aku Mom Al, ceritanya dijamin keren dan seru abis.