Bed Friend

Bed Friend
Menjebakku?


__ADS_3

"Emhh.. Terimakasih," jawab Sharen sambil tersipu malu.


"Ada apa sebenarnya, Nathan? Tadi Bibi mengatakan padaku jika kau mencariku? Apa benar kau datang ke sini untuk mencariku?"


Nathan pun perlahan menganggukkan kepalanya disertai raut wajah yang terlihat murung. "Sharen, tolong maafkan aku," ucap Nathan lirih.


"Maaf? Maaf untuk apa?"


"Karena aku sudah menalakmu, selain itu aku juga sudah bersikap dan berkata kasar padamu," ucap Nathan yang membuat Sharen merasa begitu terkejut.


"Ka..Kau menyesal, Nathan?"


"Ya, saat ini aku baru sadar jika aku sangat menyesal telah menalakmum. Seharusnya aku berfikir jernih dan tidak terburu-buru mengambil keputusan, aku memang benar-benar bodoh, Sharen. Cinta butaku pada Clarissa membuatku tidak bisa berfikir dengan jernih dan tidak bisa merasakan siapa yang benar-benar mencintaiku dengan tulus."


"Clarissa? Mencintai dengan tulus? Apa ada sesuatu yang telah terjadi diantara kalian berdua?"


Nathan pun mengangguk dengan lemas.


'Apakah ini yang dimaksud oleh, Cleo? Tentang hubungan Nathan dan Clarissa yang sebenarnya? Apa maksud dari semua ini? Apa Clarissa sebenarnya tidak pernah mencintai Nathan?' gumam Sharen sambil tersenyum kecut.


Sheren perlahan pun memegang pundak Nathan. "Nathan, sebenarnya apa yang telah terjadi diantara kalian berdua?"


Nathan lalu menyenderkan tubuhnya di sofa, kemudian dia terlihat menghembuskan nafasnya dengan panjang.

__ADS_1


"Ya, sebenarnya sesuatu telah terjadi padaku dan Clarissa, ternyata dia tidak seperti yang kupikirkan. Dan sayangnya aku terlambat menyadari itu. Kau memang benar, usia kami terpaut cukup jauh, dan dia memang sangat kekanak-kanakan."


Sharen pun tersenyum. 'Ini kesempatan bagus,' gumam Sharen.


"Memangnya apa yang telah Clarissa lakukan hingga membuatmu seperti ini?"


"Dia sangatlah egois, sejak kami berpacaran, sebenarnya dia tidak pernah menghormatiku dan selalu mengabaikan kata-kataku tapi cintaku terlalu buta padanya, yang aku pikirkan adalah bagaimana cara mendapatkan raganya, aku bahkan sangatlah ambisius hingga mengabaikan akal sehatku dan penyesalan itu kini datangnya terlambat."


"Jadi maksudmu, dia bukan istri yang baik dan berbakti padamu?"


"Iya Sharen, baru saja kami menikah tapi dia sudah berani menentang semua kata-kataku, bahkan membentak dan berkata kasar padaku jika aku melarangnya berbuat sesuatu hal yang kurasa kurang pantas dilakukan oleh seorang wanita bersuami."


"Nathan, bukankah sudah kubilang jika Clarissa itu tidak pantas bagimu, aku sangat mengenal Clarissa, dia putri kandung satu-satunya Mama Amanda dan Papa Rayhan, jadi dia sangatlah manja, aku sudah tahu sebenarnya semua ini akan terjadi pada rumah tangga kalian, tapi kau tidak pernah mendengar kata-kataku."


"Sharen, menurutmu jika dia bukan istri yang baik, apakah aku pantas berbuat selayaknya suami yang baik padanya? Apakah aku pantas jika tidak melakukan kewajibanku sebagai seorang suami karena perilaku istriku itu?"


"Nathan dengarkan aku, jika dia tidak pernah bisa menjadi istri yang baik bagimu, maka kau berhak untuk tidak memberikan kewajibanmu sebagai suami padanya, kau berhak melakukan apapun yang menurutmu baik karena dia pun tidak pernah bersikap baik padamu."


"Termasuk memberikan kewajiban nafkah batin padanya?"


"Ya, termasuk memberikan nafkah batin, kau berhak tidak memberikan nafkah batin pada istrimu jika istrimu berbuat hal yang tidak baik padamu."


"Jadi menurutmu aku tidak bersalah kan jika aku tidak memenuhi kewajibanku sebagai seorang suami karena perilaku istriku yang kurasa kurang pantas bagiku? Apa kau yakin dengan semua yang kau ucapkan!"

__ADS_1


"Ya, menurutku seperti itu, aku yakin dengan semua yang kuucapkan kau berhak melakukan apapun yang kau mau, Nathan."


"Baik, terimakasih Sharen, aku sudah mendapatkan jawabannya darimu."


Nathan kemudian mengambil ponselnya lalu tampak menelepon seseorang. Sharen pun begitu terkejut melihat tingkah Nathan, dia pun melihat gerak-gerik Nathan sambil mengerutkan keningnya. Tak berapa lama, pintu rumah itu pun terbuka. Tampak Leo, Calista, Kenzo, Cleo, serta Maya masuk ke dalam rumah tersebut. Setelah mereka duduk, Clarissa pun keluar dari arah belakang rumah lalu duduk di samping Nathan.


"A.. Apa-apa ini? Nathan, bukankah kau tadi mengatakan jika hubunganmu dan Clarissa tidak sedang baik-baik saja? Kenapa kalian sekarang terlihat sangat mesra? Lalu kenapa kalian semua ada di sini?? Apa kalian semua sudah menjebakku?"


"Ya, anggap saja seperti itu, sekarang akui saja kejahatan yang telah kau lakukan di malam itu pada kami semua, dan jangan mengungkit apapun lagi dariku, karena tadi kau sendiri yang mengatakan jika aku bisa berbuat apapun yang kumau jika istriku berbuat yang kurasa tidak baik padaku, kan?"


"Kau memang benar-benar licik, Nathan! Kau sengaja menjebakku agar berkata seperti itu agar aku tidak memiliki senjata lagi padamu kan?"


"Benar sekali Sharen, dan aku sudah merekam percakapan diantara kita berdua jadi kau tidak bisa memojokkanku lagi mengenai nafkah batin yang tidak pernah kuberikan padamu karena kau yang mengatakan sendiri jika seorang suami boleh melakukan apapun yang dia pikir baik termasuk tidak memberikan kewajibannya sebagai seorang suami jika istrinya berbuat hal yang menurutnya tidak pantas? Dan menurutku kau telah melakukan hal yang sangat tidak pantas bagiku karena kau telah melakukan berbagai tipu daya agar aku menikahimu, benar begitu kan Sharen?"


"DASAR BRE*GSEK KAU NATHAN! KAU TELAH MENJEBAKKU! KALIAN SEMUA TELAH MENJEBAKKU!"


"DIAM SHAREN! BUKAN KAMI YANG SUDAH MENJEBAKMU TAPI KAU YANG SUDAH TERLEBIH DULU MENJEBAKKU!" bentak Nathan sambil menggebrak meja yang ada di depannya.


NOTE:


Wajib banget mampir ke karya bestie aku ya Kak Sutihat Basti Wibowo, ceritanya dijamin keren abis loh


__ADS_1


__ADS_2