Bed Friend

Bed Friend
Lancang


__ADS_3

"Lihat beberapa lukamu masih banyak yang belum kering, Aleta. Sebaiknya sekarang kau istirahat saja di rumah."


"Sebenarnya saya merasa bosan jika di rumah terus-menerus, Nyonya Amanda. Jadi saya memutuskan untuk berangkat ke kantor."


"Oh baiklah jika itu maumu, tolong kau bereskan pekerjaanku yang ada di meja. Aku belum selesai mengobrol dengan tamuku."


Aleta kemudian mendekat ke arah meja lalu mulai mengerjakan pekerjaan Amanda. Amanda lalu mengalihkan pandangannya kembali pada Inara dan Abimana.


"Jadi kalian berencana pergi ke London?"


"Ya, kami tadi sudah menelepon Kenzo."


Mendengar nama Kenzo disebut, Aleta pun mulai menguping pembicaraan Amanda.


"Jadi kau sudah berbicara dengan Kenzo, Abi?"


"Ya, kami sudah saling mengenal. Dia tadi sedang mengerjakan tugas akhir bersama dengan siapa namanya, Inara?"


"Cleo, Abi. Dia anak dari Vallen dan Firman."


"Oh ya Cleo, jadi dia anak dari Dokter Vallen? Pantas saja dia cantik sekali, seperti Vallen."


"Ya, Cleo memang sangat cantik dan pintar dia selalu mendapatkan nilai tertinggi di sekolahnya dulu, dia juga sangat baik dan periang, aku sangat menyayangi Cleo, sama seperti putriku sendiri," ucap Amanda sambil tersenyum yang membuat Aleta kini mulai merasa kesal.


"Amanda, sepertinya Kenzo juga menyukai Cleo, apa kau tidak bermaksud menjodohkan mereka? Kau tidak boleh membuang kesempatan memiliki seorang menantu seperti Cleo."


"Abimana, aku bahkan sudah menjodohkan mereka sejak Cleo baru saja lahir," ucap Amanda yang membuat Abimana dan Inara tertawa terbahak-bahak.


"Bagus sekali, Amanda. Kenzo harus mendapatkan wanita seperti Cleo, dia sangat beruntung jika mendapatkan wanita seperti Cleo."

__ADS_1


"Jadi kau merestui hubungan mereka?"


"Tentu saja, mereka harus secepatnya menikah agar Cleo tidak jatuh pada laki-laki lain, aku yakin Cleo pasti bisa membantu Kenzo menjalankan perusahaan ini dengan baik."


"Ya, aku juga memikirkan hal yang sama denganmu."


Mendengar perbincangan antara Amanda dan kedua tamunya, emosi di dalam dada Aleta pun kian bergemuruh, bahkan tangannya pun ikut bergetar yang membuatnya sulit untuk berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh Amanda padanya. Dia pun bangkit dari tempat duduknya lalu meminta ijin untuk pergi ke toilet.


"Permisi Nyonya Amanda, bisakah saya ijin ke toilet sebentar?"


"Oh ya tentu saja, Aleta. Kau jangan terlalu memaksakan dirimu."


"Iya Nyonya Amanda," jawab Aleta kemudian pergi meninggalkan ruangan Amanda. Dia kemudian berjalan dengan begitu tergesa-gesa masuk ke dalam toilet lalu mulai membasuh wajahnya yang kini sudah basah oleh air mata.


"Kenapa mereka harus membicarakan Cleo di sampingku? Apa sebenarnya kelebihan yang Cleo miliki? Apa dia sangat pintar sehingga semua orang harus memujinya? Apa dia sangat cantik hingga semua orang terpikat pada kecantikannya? Oh iya aku ingat, mereka juga mengatakan jika Cleo anak dari Pak Firman? Salah satu manager yang ada di perusahaan ini? Apa aku harus melakukan sesuatu pada Pak Firman agar dia tidak menyetujui hubungan Cleo dan Kenzo? Arrgggghhhh nanti sebaiknya kupikirkan lagi, yang terpenting saat ini aku harus berbicara dengan Amanda," ucap Aleta. Dia kemudian merapikan penampilannya lalu keluar dari toilet menuju ke ruangan Amanda.


Saat kembali memasuki ruangan Amanda, kedua tamu tersebut tampak sudah tidak ada di ruangan itu, kini Amanda pun terlihat mulai sibuk mengutak-atik laptop di atas meja kerjanya.


"Ya, tolong kau rapikan saja schedule saya minggu ini. Ini daftarnya, lalu jangan lupa kau hubungi beberapa klien sebelum bertemu denganku."


"Baik Nyonya Amanda," jawab Aleta kemudian mulai mengambil catatan itu. Amanda dan Aleta kini pun sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, hingga beberapa saat kemudian Aleta pun memberanikan diri untuk membuka suaranya.


"Emh, maaf Nyonya Amanda jika saya sedikit lancang, sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya tanyakan."


"Ya, ada apa Aleta?"


"Maaf, saya tadi tidak sengaja mendengar perbincangan anda dengan tamu anda tentang putra anda."


"Oh Kenzo, ada apa dengan Kenzo?"

__ADS_1


"Jadi putra anda saat ini sedang kuliah dengan kekasihnya di London?"


"Ya."


"Maaf Nyonya, apa anda tidak takut jika sesuatu terjadi pada mereka? Mereka sudah dewasa, apa anda tidak khawatir terjadi sesuatu pada mereka?"


Mendengar perkataan Aleta, Amanda pun kini menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya. "Kenapa kau bertanya seperti itu padaku, Aleta?"


"Ma..Maaf jika perkataan saya kurang berkenan di hati anda, Nyonya."


"Ya, bagiku kau sudah sangat lancang berani berkata seperti itu padaku. Aleta camkan baik-baik, tolong kau jangan ikut campur urusan pribadi keluargaku, aku yakin putraku pasti bisa mengendalikan dirinya dan bisa menjaga Cleo dengan baik, jika saja kemungkinan buruk terjadi pada mereka aku pasti kecewa karena mereka telah melakukan sebuah dosa besar tapi aku yakin Kenzo pasti akan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab karena meskipun dia terkesan cuek tapi dia sebenarnya sangat mencintai Cleo, aku tahu itu, tidak ada yang lebih mengerti Kenzo selain diriku, sejak kecil aku sudah tahu kalau Kenzo jatuh cinta pada Cleo tapi Kenzo sangat sulit mengungkapkannya, jadi aku sengaja mendekatkan mereka kembali, dan sepertinya itu berhasil. Aleta, urusan diantara kita hanyalah sebatas urusan pekerjaan saja, jadi tolong kau jangan bicarakan hal seperti ini lagi di depanku. Apa kau mengerti?"


'Sombong sekali, kau ternyata sangat menyebalkan, Amanda.' gumam Aleta.


"Oh.. E... Iya Nyonya Amanda, maafkan saya jika saya sudah lancang membicarakan hal seperti ini di depan anda."


"Ya, lebih baik kau selesaikan saja pekerjaanmu, sebentar lagi kau kutinggal keluar karena suamiku akan menjemputku untuk makan siang di luar."


"Oh iya Nyonya Amanda, sekali lagi saya minta maaf."


"Iya, tapi tolong jangan kau ulangi lagi, ingat hubungan diantara kita hanya sebatas pekerjaan. Kau tidak boleh membicarakan hal pribadiku saat berada di kantor kecuali jika aku meminta pendapatmu."


"Oh ya, baik Nyonya Amanda."


Amanda lalu melihat ponselnya yang kini berbunyi. "Aleta, suamiku sudah menjemputku, kau tolong selesaikan pekerjaan ini, nanti akan kubawakan makan siang untukmu."


"Oh iya, baik Nyonya Amanda."


"Aku pergi dulu Aleta," ucap Amanda sambil berjalan ke arah pintu ruangan miliknya. Aleta kini terlihat menatap Amanda dengan tatapan begitu tajam.

__ADS_1


"Ternyata kau memang sangat menyebalkan, Amanda. Kupikir akan mudah mendekatimu dan mempengaruhi jalan pikiranmu, tapi ternyata tidak. Ini semua pasti terjadi karena kau sangat menyayangi Cleo si wanita sialan itu. Sepertinya ini tidak mudah tapi aku akan tetap berusaha karena aku yakin suatu saat Kenzo pasti bisa berpisah dengan Cleo, dan di saat Kenzo terpuruk karena Cleo meninggalkannya, di saat itulah aku kembali masuk ke dalam kehidupan Kenzo, aku yakin aku pasti bisa merebut hati Kenzo, karena obat paling ampuh bagi laki-laki yang sedang mengalami patah hati adalah cinta yang baru, dan aku akan mengobati luka hati Kenzo dengan cinta yang kumiliki," ucap Aleta sambil tersenyum menyeringai.


__ADS_2