Bed Friend

Bed Friend
Memelukmu


__ADS_3

"Tolong jangan marah, Cleo sayang. Ini tidak seperti yang kau pikirkan."


"Cepat beri alasan yang logis padaku dan jangan pernah mencoba berbohong padaku!" teriak Cleo yang membuat Amanda mendengar teriakkan suaranya.


"Cleo, tadi aku keluar sebentar untuk menghadiri pemakaman Aleta," jawab Kenzo.


"APAAAAAA?" teriak Cleo dan Amanda bersamaan, karena tepat pada saat itu juga Amanda keluar dari kamarnya. Kenzo kini mendekat ke arah Cleo yang begitu terkejut mendengar perkataan darinya.


"Iya Cleo, Mama. Aleta meninggal dan dia dimakamkan malam ini juga, tadi Maya menghubungiku. Maaf aku tidak memberitahu kalian karena kupikir kalian baru saja tidur, aku tidak tega membangunkan kalian berdua, selain itu waktuku juga terbatas jadi aku memutuskan untuk pergi ke rumah duka sendirian."


Kenzo kemudian mendekap tubuh Cleo yang masih termenung. "Aku benar-benar tidak menyangka Aleta pergi secepat ini meninggalkan kita semua, Kenzo. Aku benar-benar merasa bersalah beberapa hari yang lalu pernah bersikap buruk padanya, seharusnya aku tidak seperti itu."


"Sudahlah Cleo, Aleta pasti bisa memahami sikapmu. Tadi aku melihat wajahnya yang terlihat begitu damai, dia pasti sudah beristirahat dengan tenang."


"Memangnya apa penyebab Aleta meninggal?" tanya Amanda yang kini sudah berdiri di samping Kenzo.


"Mama, Cleo. Ternyata, Aleta tidak hanya mengalami kelumpuhan. Tapi dia juga mengalami kerusakan saraf, sebagian tubuh kirinya sudah tidak berfungsi yang mengakibatkan gangguan pada metabolismenya. Akhirnya fungsi panca inderanya pun menurun, tadi siang dia sudah mengalami kesulitan bernapas, hingga kondisinya terus menurun dan akhirnya meninggal tadi sore."


"Innalilahi," jawab Amanda dan Cleo, mereka kemudian menutup mulutnya disertai raut wajah sendu. Perasaan sedih pun merasuk ke dalam hati mereka. "Besok kita ke rumah duka dan pemakaman Aleta, Mama ingin bertemu dengan keluarganya dan mendoakannya di atas pusara Aleta."


"Iya Ma, aku juga ingin ke makam Aleta," tambah Cleo.

__ADS_1


"Lebih baik sekarang kita tidur dulu, besok aku juga ingin mengajak Kak Sharen."


"Ya," jawab Cleo dan Amanda bersamaan.


🍒🍒🍒


Clarissa keluar dari kamarnya lalu berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu tersebut karena mendengar suara bel yang terdengar berbunyi beberapa kali. Seorang kurir pengantar makanan kini berdiri di depan pintu tersebut, dia kemudian menyerahkan beberapa kantong plastik makanan pada Clarissa.


"Terimakasih banyak," ucap Clarissa setelah mengambil kantong makanan itu dari kurir tersebut. Dia kemudian menutup pintu lalu berjalan masuk ke dalam apartemennya dan menaruh makanan itu di atas meja makan.


'Dia tidur dengan begitu lelap sampai suara bel pun dia tidak mendengarnya,' gumam Clarissa sambil menghampiri Nathan yang kini masih tampak terlelap di atas sofa. Dia kemudian duduk di depan Nathan sambil melihat wajahnya yang tampak begitu polos tidur dengan begitu lelap yang membuat Clarissa terkekeh. Mendengar kekehan Clarissa, perlahan Nathan pun membuka matanya lalu mengalihkan pandangannya ke arah samping dan melihat Clarissa yang sudah duduk di atas sofa yang ada di depannya sambil tersenyum.


"Owh Clarissa, kau sudah bangun?"


"Emh, ya. Mungkin pikiranku sekarang jauh lebih tenang, jadi aku bisa tidur dengan nyenyak."


"Syukurlah, aku ikut senang. Hiduplah dengan masa depanmu dan jangan selalu terjebak dengan masa lalumu, sekarang mulailah dengan kehidupan baru, aku yakin suatu saat nanti kau pasti akan menemukan orang yang benar-benar mencintaimu dan yang akan menjadi jodohmu."


"Ya, aku tahu Clarissa. Terimakasih banyak."


"Ya, sekarang mandilah terlebih dulu, aku sudah membelikan makanan untuk kita, setelah selesai mandi, kita sarapan bersama."

__ADS_1


Nathan pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Dia kemudian berjalan ke arah kamar mandi, sedangkan Clarissa kini menunggunya di meja makan sambil memainkan ponselnya. Beberapa saat kemudian, Nathan pun menghampirinya dengan penampilan yang jauh terlihat lebih segar.


'Tampan sekali,' gumam Clarissa saat Nathan sudah duduk di sampingnya.


"Biar aku menyuapimu terlebih dulu,"


"Terimakasih banyak, Kak," jawab Clarissa sambil tersenyum.


Nathan kemudian menyuapkan makanan pada Clarissa, sesekali gurauan dan canda tawa pun terdengar diantara mereka. Hingga akhirnya, mereka pun selesai sarapan bersama. Nathan lalu memandang Clarissa. "Clarissa, aku pulang dulu, aku ingin berbicara dengan kedua orang tuaku," ucap Nathan. Clarissa lalu menatap Nathan.


"Emh begini Clarissa, tenang saja, kau tidak perlu khawatir, nanti aku datang ke sini lagi untuk merawatmu," tambah Nathan.


"Owh tidak perlu, Kak. Aku bisa merawat diriku sendiri, kau tidak perlu khawatir, kau tidak usah mencemaskanku. Aku juga tidak ingin terus menerus merepotkanmu," jawab Clarissa.


"Tidak Clarissa, aku sudah berjanji untuk merawatmu sampai sembuh, apalagi kau tinggal sendiri. Aku tidak mau sesuatu terjadi padamu, pasti tidak mudah tinggal sendirian dengan keadaan yang seperti ini."


"Oh, ya. Emh terimakasih banyak, Kak."


"Ya, sekarang aku pulang dulu."


Clarissa kemudian menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Nathan kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah pintu, diikuti oleh Clarissa yang kini juga mulai berjalan menuju ke ruang televisi. Namun tiba-tiba Nathan membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


"Kenapa Kak?" tanya Clarissa.


"Bolehkah aku memelukmu?"


__ADS_2