Bed Friend

Bed Friend
Sebuah Suara


__ADS_3

Nathan keluar dari rumahnya lalu bergegas masuk ke dalam mobilnya. Dia kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan begitu tinggi menuju ke apartemennya. Sesampainya di basemen, dia keluar dari mobil lalu masuk ke apartemennya dengan begitu tergesa-gesa.


Senyumnya pun mengembang saat dia memasuki apartemen tersebut dan melihat Clarissa yang kini sedang duduk di atas sofa sambil asyik memakan cemilan dan menonton televisi. Nathan kemudian berlari lalu berhambur memeluk Clarissa.


"Clarissa sayang, kau tidak apa-apa kan? Kau baik-baik saja kan?" tanya Nathan sambil terus memeluk Clarissa.


"Kak Nathan, apa yang sebenarnya telah terjadi padamu? Kenapa kau tiba-tiba bersikap seperti ini?"


Nathan lalu melepaskan pelukannya kemudian menatap Clarissa. "Clarissa, aku tahu Sharen tadi pagi menemuimu kan? Apa yang dia lakukan padamu? Apa dia menyakitimu, Clarissa?"


Clarissa pun tersenyum. "Aku tidak apa-apa, awalnya Kak Sharen memang hanya mengajakku pergi berjalan-jalan ke Mall, tapi saat dia masuk ke dalam kamar kita untuk merapikan penampilannya, dia menemukan surat yang kau berikan padaku, dia lalu membaca surat itu dan tahu jika aku adalah pelangimu."


"Lalu apa yang dia lakukan padamu saat dia tahu kebenaran tentang hubungan kita?"


"Dia terlihat sangat kecewa, awalnya dia menyangka jika aku masih berstatus sebagai kekasihmu, tapi setelah dia tahu jika aku adalah istrimu, dia semakin marah dan menuduhku sudah merebutmu, dia juga mengatakan jika dia sudah jatuh cinta padamu saat pertama kali bertemu denganmu di Bandara. Kak Nathan, kenapa kau tidak mengatakan jika Kak Sharen menyukaimu? Kau pasti juga tahu hal itu kan? Kau pasti tahu jika sejak dulu dia menyukaimu?"


"Ya, aku tau sejak dulu Sharen sudah tertarik padaku, namun aku tidak pernah sedikitpun memberi harapan padanya, kupikir itu cukup sebagai sebuah pertanda jika aku tidak pernah bisa membalas perasaan cintanya, bahkan sudah berulangkali kukatakan jika aku mencintai wanita lain, termasuk saat aku menikahinya, aku memang tidak pernah mengatakan siapa wanita yang kucintai karena aku tidak ingin memberikan dampak buruk padamu, aku tidak ingin hubungan kalian menjadi sedikit berantakan bahkan Sharen jadi membencimu. Dan aku tidak pernah mengatakan hal ini padamu karena bagiku itu adalah hal yang tidak penting, saat aku bersamamu banyak hal lain yang menurutku lebih penting untuk dibicarakan, maaf jika aku sudah menutup hal ini darimu. Tolong maafkan aku, Clarissa."


"Tidak apa-apa, Kak. Aku hanya terkejut saat tahu jika ternyata Kak Sharen sudah lama menyukaimu. Aku juga minta maaf padamu karena keinginanku untuk menutupi hubungan kita ternyata menimbulkan begitu banyak masalah, aku memang bodoh Kak."


"Sudahlah Clarissa, sudah tidak usah dibicarakan lagi, yang terpenting kau baik-baik saja kan?"


"Ya, aku baik-baik saja."

__ADS_1


'Sebaiknya aku tidak usah mengatakan jika Kak Sharen menamparku, ini hanya akan semakin memperpanjang masalah,' gumam Clarissa.


"Kak Nathan, bagaimana kau bisa tahu jika Kak Sharen ke apartemen ini?"


Mendengar perkataan Clarissa, Nathan pun terlihat salah tingkah. "Oh itu, emh begini sebenarnya tadi pagi Om Abimana dan Tante Inara pergi ke rumah Papa dan Mama, mereka meminta pada kedua orang tuaku untuk menyampaikan pesan padaku jika mereka memintaku untuk menceraikan Sharen secepatnya."


"Benarkah? Benarkah Om Abimana dan Tante Inara berkata seperti itu pada Papa dan Mama?"


"Ya, jadi tadi aku pulang ke rumahku untuk bertemu dengan Sharen, namun ternyata dia ada di rumah, lalu aku menanyakan keberadaannya pada supir pribadi Mama dan dia mengatakan jika Sharen pergi ke apartemen ini."


"Jadi tadi kau sudah bertemu dengan Kak Sharen?"


"Ya, aku sudah bertemu dengannya dan menceraikannya."


Nathan pun menganggukkan kepalanya. Melihat anggukan kepala Nathan, Clarissa pun berteriak. "Bagus, Kak. Bagus jika kau sudah menceraikan Kak Sharen!" teriak Clarissa.


"Hahahaha kupikir kau akan marah padaku karena sudah tega menceraikan Sharen, kupikir kau sangat menyayangi kakakmu itu hingga dulu kau hampir saja mengorbankanku untuknya."


"Ya, sebenarnya aku memang sangat menyayangi Kak Sharen dan ingin dia hidup bahagia bersamamu tapi ternyata sifat asli Kak Sharen sangat menyebalkan, dan dia tidak pantas mendapatkanmu, kau hanya pantas untukku, apa kau mengerti Kak?"


"Hahahaha, anak pintar. Bagaimana kalau untuk sementara kita pulang dulu ke rumah Mama Amanda? Aku sangat mencemaskanmu, Clarissa."


"Tidak, aku tidak mau. Kita sudah menikah, aku lebih nyaman hidup seperti ini denganmu saja, Kak!"

__ADS_1


"Baiklah jika itu maumu, aku akan menyuruh anak buah Papa untuk selalu mengawasimu."


"Ya, lebih baik seperti itu. Aku lebih nyaman tinggal berdua denganmu karena kita sudah menikah, apa kau tahu Mamaku sangatlah cerewet, pasti dia akan menyuruhku belajar memasak untukmu, dan aku belum mau itu," gerutu Clarissa.


"Tapi bukan itu yang paling penting."


"Apa maksudmu, Kak?"


"Jika kita tinggal satu rumah dengan kedua orang tua kita, pasti kita sulit bermesraan, benar kan?" tanya Nathan dengan tatapan nakal. Clarissa pun hanya tersenyum, sementara Nathan kini mulai mendekatkan wajahnya lalu mulai mel*mat bibir Clarissa dengan begitu bergairah."


🍒🍒🍒


Sharen tampak masih menangis sambil menyenderkan tubuhnya di atas sofa hingga tiba-tiba sebuah langkah kaki pun mendekat ke arahnya.


"Apa kau gila? Cepat pakai pakaianmu," ucap sebuah suara dari seorang laki-laki yang melewatinya tanpa melirik sedikitpun ke arah Sharen.


Sharen kemudian tersadar lalu bergegas memakai pakaiannya. Tiba-tiba sebuah panggilan di ponselnya pun mengejutkan dirinya saat dia sudah selesai memakai pakaiannya kembali. Dia kemudian mengangkat panggilan telepon itu.


[Halo, bagaimana? Awasi gerak-geriknya, besok aku akan coba untuk keluar dari rumah ini untuk menemuinya.]


NOTE:


Siapa sih yang dateng? Vansh atau Leo? Kalau Vansh sebenarnya jodoh Vansh itu siapa sih? Terus masih banyak teka-teki tentang Sharen yang belum othor buka, tetep keep stay tuned ya. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2