
"Cleo, bangun. Kita harus masuk ke pesawat sekarang."
Cleo lalu membuka matanya kemudian beranjak dari tempat duduknya sambil mengucek matanya. Saat akan berjalan, tiba-tiba Kenzo mencekal tangannya.
"Kenapa kau memegang tanganku? Apa kau masih ingin aku tidur di atas bahumu lagi? Kita bisa melakukan itu di pesawat Kenzo, kita punya waktu untuk melakukan itu selama lima belas jam di pesawat," ucap Cleo sambil tersipu malu.
"Jangan terlalu percaya diri, bukankah kau tahu aku melakukan semua ini untuk melindungimu saja."
"Dasar munafik," gerutu Cleo.
"Aku tidak munafik, aku hanya menjalankan perintah dari kedua orang tua kita. Sekarang ayo jalan dan jangan jauh-jauh dariku," ucap Kenzo sambil menggandeng tangan Cleo kemudian melirik ke arah Nathan yang masih memperhatikan gerak-gerik mereka berdua.
"Kita duduk bersebelahan kan Kenzo?" tanya Cleo saat berjalan memasuki sebuah pesawat kelas bisnis.
"Ya, mama yang mengatur semuanya. Mama yang mengatur agar kau duduk di sampingku."
"Tante Amanda memang sangat baik dan pengertian padaku, pasti akan sangat menyenangkan duduk di sampingmu selama lima belas jam lamanya," ucap Cleo sambil terkekeh.
"Menyenangkan bagimu tapi tidak bagiku, kau sangat cerewet dan berisik, aku pasti sangat terganggu denganmu."
"Jadi menurutmu aku tidak menyenangkan bagimu dan membuatmu terganggu? Baiklah jika duduk di sampingku tidak menyenangkan bagimu dan membuatmu terganggu, lebih baik aku duduk di samping Nathan saja, aku bisa meminta orang yang duduk di samping Nathan untuk bertukar tempat duduk denganku."
"Siapa itu Nathan?"
"Laki-laki tampan yang baru saja berkenalan denganku."
"Tidak boleh, kau harus tetap duduk di sampingku, bukankah sudah kukatakan jika kau harus tetap di sampingku."
"Kau yang bilang sendiri jika duduk di sampingku tidak menyenangkan bagimu, lebih baik aku duduk di samping Nathan saja, sepertinya dia laki-laki yang sangat menyenangkan."
"Cleo, lebih baik kau diam dan duduklah dengan manis di sini," kata Kenzo sambil mendudukkan tubuh Cleo di ke kursi pesawat. Kenzo kemudian duduk di samping Cleo sambil melihat ke arah Nathan yang duduk satu baris dengan mereka dan tampak masih melihat Cleo sambil tersenyum, dia kemudian memelototkan matanya pada Nathan lalu menutup wajah Cleo dengan sebuah majalah agar tidak terlihat oleh Nathan.
"Genit sekali, bukankah sudah kukatakan padanya kalau Cleo itu pacarku, tapi masih saja menatap Cleo dengan pandangan seperti itu," gerutu Kenzo.
"Kau kenapa Kenzo?"
__ADS_1
'Mungkin sebaiknya kami harus terlihat mesra di depan laki-laki genit itu,' gumam Kenzo.
"Tidak apa-apa, Cleo apa kau masih mengantuk?"
"Tidak, aku sudah tidak mengantuk. Aku sekarang ingin menonton film," ucap Cleo sambil menekan tombol di samping layar yang ada depannya lalu mencari judul film yang dia inginkan.
"Kau sudah selesai mencari filmnya?"
"Ya, memangnya kenapa?"
"Aku ingin nonton film bersamamu saja."
"Bukankah kau bisa menonton film di layarmu sendiri?"
"Cerewet sekali, aku sedang tidak ingin menonton sendiri!"
"Baiklah."
"Sekarang senderkan kepalamu di bahuku lagi?"
"Kau tidak mau? Cepat lakukan!"
"Tentu saja, aku mau bahkan aku sangat menginginkannya."
"Cepat lakukan!"
Cleo pun menyenderkan kepalanya di bahu Kenzo. Kenzo pun menggenggam tangan Cleo sambil melirik Nathan yang kini terlihat begitu kesal.
"Kau romantis sekali, Kenzo."
"Jangan terlalu percaya diri, aku melakukan ini agar di dalam pesawat ini tidak ada yang mengganggumu."
"Kau selalu saja begitu," gerutu Cleo.
"Apa kau sudah lupa tadi mamamu yang mengatakan sendiri jika dia menitipkanmu padaku, kau juga dengar kan mamamu mengatakan jika pergaulan di London berbeda dengan di Jakarta, mamamu dulu juga kuliah di London, Cleo. Dia sudah tahu bagaimana kehidupan di sana, jika aku tidak melakukan ini bagaimana jika sesuatu terjadi padamu? Aku tidak mau disalahkan oleh semua orang, terutama mama. Bukankah kau tahu mamaku sangat menyayangimu, aku pasti bisa dimarahi habis-habisan olehnya."
__ADS_1
"Egois sekali kau melakukan ini hanya untuk kepentinganmu saja, kau sangat berbeda dengan Tante Amanda, kau tidak seperti mamamu yang penyayang. Bahkan dia begitu memperhatikan diriku meskipun saat ini aku masih berstatus sebagai calon menantunya."
"Diam Cleo, lebih baik kau tonton filmnya saja."
Cleo pun hanya memonyongkan bibirnya sambil menonton film yang ada di depannya.
"Cleo, sebenarnya ada yang ingin kukatakan padamu."
"Apa? Apa kau mau mengatakan jika kau mencintaiku?"
"BUKAN ITU!"
"Lalu apa?"
"Cleo, berpura-puralah jadi pacarku."
"APAAAA? Kenapa harus berpura-pura? Bukankah lebih baik kalau kita pacaran saja."
"Cleo mengertilah, aku melakukan ini untuk melindungimu, agar tidak ada laki-laki yang mendekatimu. Bukankah tadi sudah berulangkali aku mengatakan alasanku melakukan semua itu."
"Lalu bagaimana jika ada laki-laki yang menyukaiku dan akupun menyukainya, aku tidak mau kebohongan ini merugikan diriku sendiri."
"Kau ini bagaimana, bukankah kau mengatakan jika kau adalah menantu mamaku, kenapa kau harus memikirkan laki-laki lain yang menyukaimu?"
"Jadi kau berharap aku menjadi istrimu kan? Sebenarnya kau menyukaiku kan?"
"Tidak! Mamaku yang berharap kau menjadi menantunya, jadi aku hanya mengikuti keinginan mama."
"Jadi suatu saat kita akan menikah kan?"
"Mungkin, yang terpenting untuk saat ini sebaiknya kita pura-pura saja berpacaran di depan semua teman-teman kita saat di London agar tidak ada yang mengganggumu lagi."
"Baiklah, siapa tahu kepura-puraan itu suatu saat akan menjadi kenyataan."
__ADS_1
pesawat bussines class ala Kenzo dan Cleo ðŸ¤