
Mata Cleo kemudian mulai berembun melihat Kenzo yang kini berjalan meninggalkannya. 'Kenapa tiba-tiba aku jadi menangis? Aku tidak boleh terbawa perasaan begitu saja,' gumam Cleo sambil menghapus air mata yang masih ada di ujung matanya. Dia kemudian berjalan menuju ke rumahnya lalu berdiri di depan pintu di samping baby sitter dan Shane yang sudah menunggunya. Cleo lalu memencet bel rumah itu.
TETTTTTT TEEETTTTTTT
Beberapa saat kemudian seorang pembantu rumah tangga pun membuka pintu itu.
"Non Cleo!" teriak pembantu itu.
"Apa mama sudah pulang bi?"
"Iya Non, Nyonya Vallen sedang menunggu anda di ruang tengah."
"Kau dan Shane tunggu di sini dulu," ucap Cleo pada baby sitternya.
Cleo kemudian mulai berjalan ke arah ruang tengah rumahnya, dia lalu menghampiri Vallen yang kini sedang duduk sambil sibuk memainkan ponselnya.
"Mama!" teriak Cleo lalu menghambur ke pelukan Vallen. Vallen pun balas memeluk Cleo sambil menciumi kedua pipinya.
"Cleo, mama sangat merindukanmu, kenapa kau berbuat seperti ini? Kenapa kau tega sekali meninggalkan mama begitu saja, tahukah kau kami sangat terluka karena kepergianmu," isak Vallen sambil membelai rambut Cleo yang kini juga sedang menangis.
"Maafkan Cleo, ma," jawab Cleo sambil terisak lalu memeluk Vallen kembali.
"Kami semua sangat merindukanmu, Cleo. Mama mohon tolong jangan lakukan ini lagi, hari-hari kami begitu hampa tanpamu. Setiap hari mama dan papa selalu memikirkan bagaimana keadaanmu hingga membuat kesehatan papamu menurun karena memikirkanmu, kami sangat mencemaskanmu, Cleo. Hati kami semua begitu hancur karena kepergianmu. Tapi yang membuat kami merasa lebih hancur yaitu saat setiap hari harus melihat Kenzo yang hampir gila karena harus kehilangan dirimu."
"Kenzo?" tanya Cleo.
"Ya, setelah kau mengirimkan pesan itu pada mama dia sangat terpukul, dia langsung berteriak memanggil namamu saat membaca pesanmu, siang dan malam dia tanpa lelah mencarimu hingga akhirnya dia sadar kau sudah tidak ada lagi di London. Dia akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia, dan tahukah kau dia selalu berdiri menatap rumah ini, dia selalu berharap suatu saat bisa melihatmu pulang ke rumah ini. Mama dan Tante Amanda seringkali menangis melihat keadaan Kenzo, dia benar-benar hancur karena kepergianmu. Tolong jangan kau lakukan ini lagi pada kami, Cleo. Kami semua benar-benar hancur karena kepergianmu."
__ADS_1
Mendengar perkataan Vallen, air mata pun kini mengalir deras membasahi wajah Cleo. 'Benarkah Kenzo sampai seperti itu karena kepergianku? Apa benar semua ini terjadi karena kesalahpahamanku padanya?'
"Mama, maafkan Cleo ma. Cleo benar-benar tidak menyangka kepergian Cleo membuat kalian semua tersakiti. Saat itu, Cleo hanya ingin menenangkan diri karena Cleo merasa begitu terluka. Perasaan Cleo saat itu juga benar-benar hancur," jawab Cleo sambil menangis.
"Memangnya apa sebenarnya alasanmu meninggalkan kami semua, Cleo? Apa karena wanita ja*ang itu?"
"Aleta?" tanya Cleo.
"Ya siapa lagi kalau bukan ja*ang Aleta, dia pasti yang sudah menghasutmu kan? Kenapa kau tidak bisa berfikir dengan jernih, Cleo. Kau bahkan belum mendengar penjelasan dari Kenzo mengenai cincin berinisial A itu kan? Lalu dengan mudahnya kau meninggalkan kami begitu saja, tindakanmu yang sangat gegabah benar-benar merugikan orang lain dan dirimu sendiri, Cleo."
"Maaf ma, aku pikir A itu adalah Aleta karena saat aku berpacaran dengan Kenzo dia tidak pernah memanggilku dengan nama Agatha lagi. Aleta juga mengatakan jika Kenzo memberikan cincin berinisial A itu padanya, lalu aku berfikir tidak mungkin Aleta tahu mengenai cincin itu jika dia tidak pernah melihat cincin itu sebelumnya. Jadi aku menarik kesimpulan jika Kenzo sudah pernah memberikan cincin itu pada Aleta dan selama ini mempermainkanku saja."
"Astaga, Cleo. Kau memiliki otak yang cerdas tapi kecerdasanmu itu tidak sejalan dengan kondisi emosionalmu, kau hanya menggunakan emosimu tanpa diimbangi dengan logikamu."
"Sekali lagi maafkan Cleo, ma."
Namun saat akan menjawab perkataan Vallen tiba-tiba terdengar tangisan suara bayi.
"Kenapa ada suara bayi di rumah ini?"
"Tolong bawa Shane ke sini!" teriak Cleo.
Baby sitter itu lalu mendorong stroller Shane mendekat ke arah Vallen dan Cleo. "Cle.. Cleo, siapa bayi itu Cleo? Ka... Katakan pada mama siapa bayi itu? Apa kau sudah menikah?"
"Belum ma, Cleo belum menikah."
"Lalu siapa bayi itu? Katakan pada mama siapa yang sudah menghamilimu, Cleo? Atau jangan-jangan sebenarnya kau yang meninggalkan Kenzo karena hamil dengan laki-laki lain? Cleo katakan pada mama siapa anak itu? Siapa yang sudah berani menghamilimu, Cleo?" teriak Vallen.
__ADS_1
'Astaga, jangan-jangan mama marah padaku?' gumam Cleo sambil menelan ludahnya dengan kasar.
"Cleo, cepat katakan pada mama siapa yang sudah menghamilimu? Kau sudah membuat dosa besar, Cleo! Apa kau tidak sadar itu namanya zina, Cleo. Itu dosa besar!"
Cleo pun hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Cleo, cepat katakan pada mama siapa laki-laki yang sudah berani menghamilimu? Jangan diam saja, Cleo! CLEEEEOOOOOO!"
"CEPAT KATAKAN CLEEEEOOOOO! KAU TELAH MELAKUKAN DOSA BESAR!!"
"Oh iya ma, emhhh Kenzo. Dia anak Kenzo, aku pergi meninggalkan kalian semua saat aku sedang hamil anak Kenzo, itulah sebabnya saat itu aku merasa sangat terluka karena mengira Kenzo hanya mempermainkanku, sedangkan aku sedang mengandung darah dagingnya."
"Jadi dia anak Kenzo? Kau tidak berbohong pada mama kan?"
"Y...Ya, dia benar-benar darah daging Kenzo."
"Syukurlah! Alhamdulillah, mama benar-benar sangat bahagia, mama mau mengakui dia sebagai cucu mama kalau dia anak Kenzo!" teriak Vallen kemudian mengangkat Shane lalu menggendongnya.
"Mama! Bukankah tadi mama mengatakan kalau aku berdosa karena sudah berzina! Lalu dengan mudahnya mama mengatakan Alhamdulillah setelah tahu dia anak Kenzo!"
NOTE:
Vallen gebleknya ga ilang² ya 🤦
Sambil nunggu update berikutnya, mampir juga ke karya bestie othor ya, karya Kak SyaSyi judulnya Mendadak Menjadi Baby Sitter Sang Anak ceritanya ringan tentang keromantisan, ada unsur komedinya juga, and ga menguras emosi, pokoknya recommended bgt deh, jangan lupa mampir ya 😍🥰❤️
__ADS_1