
Sementara itu, Shakila yang saat ini masih menunggu di rumah Rahma, tampak mulai cemas saat matahari mulai meninggi. Padahal, beberapa kali dia sudah bertanya pada tetangga sekitar, tentang Rahma. Namun, hari ini belum ada yang bertemu dengan Rahma, bahkan ada salah satu tetangga Rahma yang mengatakan kalau tadi malam mereka sempat mendengar keributan di rumah tersebut.
"Ini sudah siang Kak," ujar Shakila pada Deren saat melihat arlojinya yang sudah menunjukkan hampir pukul dua belas siang.
"Iya Shakila, ini sudah siang. Dan belum ada tanda-tanda yang pulang ke rumah ini."
"Kau benar, Kak. Aku harus ke rumah sakit sekarang untuk menjenguk Oma, bergantian dengan Mama. Kasihan Mama di rumah sakit menemani Oma sendiri."
"Baiklah, kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang."
"Iya Kak. Aku harus ke rumah sakit, kasihan Mama, dia pasti lelah."
"Iya kita ke rumah sakit sekarang. Nanti setelah pulang dari rumah sakit kita bisa kesini lagi, siapa tahu Bu Rahma sudah pulang ke rumah."
Mereka lalu masuk ke dalam mobil milik Deren dan menuju ke rumah sakit tempat Fitri dirawat. Tak berapa lama, mereka pun sudah sampai di rumah sakit tersebut. Saat mereka tiba di ruang perawatan tempat Fitri saat ini dirawat, tampak Fitri yang saat ini sudah sadarkan diri ditemani oleh Delia yang sedang menyuapkan makan siang untuknya.
"Bagaimana? Apa urusannya sudah selesai?" tanya Delia saat Shakila dan Darren sudah berdiri di depannya.
Shakila dan Darren lalu saling berpandangan. Darren kemudian menganggukkan kepalanya pada Shakila. "Begini Ma, tadi kami ke rumah Bu Rahma. Tapiiii... "
"Tapi kenapa? Apa Bu Rahma mau menemui Viona?"
"Belum Ma, bahkan kami belum bisa bertemu dengan Bu Rahma."
"Apa? Belum bertemu dengan Bu Rahma? Memangnya kenapa?"
"Begini, Ma. Rumahnya Bu Rahma kosong. Sejak pagi sampai siang kami sudah menunggu, tapi kami tidak bertemu dengan siapa-siapa di rumah itu."
"Astaga, tidak ada orang di rumah itu? Memangnya mereka pergi kemana Shakila?"
"Aku juga tidak tahu, Ma. Aku sempat bertanya pada tetangga sekitar, dan mereka pun tidak tahu keberadaan Bu Rahma. Hanya saja, kemarin malam memang ada beberapa orang tetangga yang mendengar sempat terjadi keributan. Dan, tak lama setelah itu Arka buru-buru masuk ke dalam taksi."
"Keributan? Lalu masuk ke dalam taksi?"
"Iya Ma. Tapi kami tidak tahu siapa yang ribut, mungkin Arka, karena menurut penuturan tetangga sekitar, Arka memang sering membuat ulah."
"Astaga, kenapa aku jadi memiliki firasat yang buruk Shakila!"
__ADS_1
"Firasat buruk? Firasat buruk apa Ma?"
"Entahlah, tiba-tiba aku merasakan firasat yang buruk saat mendengar kau menceritakan terjadi keributan tadi malam, dan Arka tiba-tiba naik taksi dengan terburu-buru, jangan-jangan sesuatu telah terjadi pada Bu Rahma?"
"Astaga! Mama benar juga, kenapa aku tidak memikirkan itu sejak tadi?' ujar Shakila
"Shakila, bagaimana kalau sesuatu terjadi pada Bu Rahma? Bukankah ini suatu hal yang aneh kalau tiba-tiba tidak ada satu orangpun di rumah itu? Kemarin kau juga mengatakan kalau Bu Rahma biasanya selalu ada di rumah, karena dia sudah tidak lagi bekerja kan? Kenapa tiba-tiba rumah itu kosong begitu saja? Ini sangat aneh, Shakila."
"Iya Ma. Emh, Mama tenang saja nanti sore setelah pulang dari rumah sakit kami akan ke rumah Bu Rahma lagi."
"Iya Shakila, emhhhh Shakila, Darren, bisakah mama minta tolong sebentar?"
"Iya Ma, Mama minta tolong apa?"
"Mama mau pergi keluar sebentar, Mama mau makan siang di kantin."
"Oh iya, Ma. Mama tenang saja, biar kami yang menjaga Oma."
"Iya, terima kasih Shakila. Mama keluar dulu."
"Iya Ma."
Melihat wanita muda yang tengah hamil, Delia lalu tersenyum pada wanita itu, dan juga menyapanya.
"Hai kau sedang hamil muda?" tanya Delia.
"Iya Tante."
"Usia kandunganmu berapa bulan?"
"Lima bulan Tante."
"Oh lima bulan, kebetulan putri keduaku juga saat ini juga sedang hamil, usia kandungannya baru memasuki usia dua bulan."
"Oh jadi tante juga mau punya seorang cucu?"
"Iya Nak," jawab Delia. Dia pun mengakhiri percakapan mereka karena tidak mau mengganggu sepasang suami istri itu yang sedang terlihat asyik menikmati makan siangnya
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, pesanan makanan Delia, pun datang. Saat hendak memakan makanan tersebut, betapa terkejutnya dia karena mendengar perbincangan antara pasangan suami istri tersebut
"Arka aku sudah selesai."
"Iya Kayla sebentar," jawab suaminya.
'Arka? Bukankah tadi Shakila menyebutkan kalau anak dari Ibu Rahma juga ada yang bernama Arka? Ah, jangan-jangan dia adalah Arka anak Bu Rahma?' batin Delia.
"Tante kami permisi dulu, kami sudah selesai makan siang, kami harus menemani Ibu kami lagi yang sedang sakit," ujar wanita yang bernama Kayla, yang baru saja dikenal oleh Delia. Mendengar sapaan dari wanita muda tersebut Delia pun tidak menjawab tapi hanya menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Tante kami pamit dulu," tambah Kayla yang terkejut karena saat ini Delia menatap mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Oh maaf, tadi aku sedang melamun. Apa kau bilang? Apa kau tadi kau menyebut nama Arka?"
Mendengar pertanyaan dari Delia, Arka dan Kayla lalu saling berpandangan. "Iya Tante, tadi saya memang menyebut nama Arka. Memangnya ada apa?" jawab Kayla.
"Siapa yang bernama Arka?" tanya Delia kembali.
"Saya Tante, saya yang bernama Arka. Ada apa Tante?"
"Benarkah kau bernama Arka? Iya Tante. Nama saya Arka. Apa kau Arka anak dari Bu Rahma?"
"Iya Tante, saya Arka anak dari Bu Rahma. Apa anda mengenal ibu saya?"
Delia kemudian menggelengkan kepalanya sambil berujar pelan. "Tidak, aku tidak mengenal ibumu. Tapi aku punya urusan yang penting dengan ibumu."
"Urusan yang penting? Urusan apa Tante?"
"Aku ingin bertemu dengan ibumu, Nak. Dimana ibumu sekarang?"
"Oh Mama saat ini sedang sakit, Tante."
"Oh sedang sakit? Apa dia sakit di rumah sakit ini? Bolehkah aku bertemu dengan ibumu, Arka?"
"Iya Tante, tentu saja kalau boleh tahu, Tante siapa? "
"Aku Delia, aku ibu kandung dari Luna."
__ADS_1
Arka dan Kayla pun terperanjat saat mengetahui wanita yang ada di depannya ternyata adalah ibu kandung dari Luna. Mereka lalu saling bertatapan, dan terlihat salah tingkah.
"Arka, bolehkah aku bertemu dengan ibumu? Dimana ibumu sekarang?"