Bed Friend

Bed Friend
Sebuah Teriakkan


__ADS_3

"Ya, aku! Kenapa?"


"A... Ada maksud apa Nona Sharen menemuiku?"


"Kau pasti sudah tahu jawabannya!" ucap Sharen. Dia kemudian menyuruh temannya yang ada di sampingnya untuk mengemudikan mobilnya. Mobil itu lalu berjalan menembus padatnya lalu lintas kota London, hingga akhirnya membawa mereka ke sebuah apartemen kumuh di pinggiran kota.


"Ayo turun tapi jangan coba-coba untuk kabur dariku wanita ja*ang, kalau kau berani macam-macam denganku maka aku tidak segan-segan untuk menghabisi nyawamu! Apa kau mengerti!"


Aleta pun mengangguk, dia kemudian berjalan mengikuti Sharen yang ada di depannya sambil diapit oleh dua orang bule di sampingnya, lalu satu orang bule lagi di belakang mereka yang mengemudikan mobil yang mereka naiki. Saat mereka sudah ada di depan pintu, laki-laki bule yang ada di belakang Aleta lalu membuka pintu apartemen tersebut.


"Cepat masuk!"


Aleta pun masuk ke dalam apartemen itu lalu dua orang pria bule itu menghempaskan tubuhnya ke atas sebuah sofa usang yang tampak sangat berdebu.


BUGHHHH


Debu pun mulai beterbangan lalu hinggap di wajah dan pakaian Aleta.


'BRENG*EK!' gumam Aleta dalam hati. Aleta kemudian membalikkan tubuhnya.


"Nona Sharen, kenapa Nona Sharen memperlakukan saya seperti ini?"

__ADS_1


"Cuih! Masih saja berpura-pura bodoh kau wanita ja*ang!"


"Kenapa Nona Sharen bersikap seperti ini padaku? Apa aku telah melakukan kesalahan pada Non Sharen?" ucap Aleta sambil menghapus ludah Sharen di wajahnya.


"Masih saja kau berpura-pura bodoh dasar wanita ja*ang!" teriak Sharen sambil menjambak rambut Aleta.


"Kau memang tidak melakukan kesalahan apapun padaku! Tapi pada Kenzo dan Cleo! Apa belum cukup peringatan yang kuberikan padamu? Kau memang benar-benar wanita yang tidak tahu diri Aleta! Kau telah menyepelekan peringatan yang telah kuberikan padamu, kau pikir aku main-main dengan kata-kataku?"


"Maaf Nona Sharen, tapi aku tidak mengerti apa yang kau katakan!"


"Masih saja kau mencoba untuk mengelak wanita ja*ang!!"


PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK


CUIHHHHH


"Nona Sharen, ampun!"


"Tidak ada ampun bagimu karena kau sudah mengabaikan peringatan yang telah kuberikan padamu! Kau telah menyepelekan aku, Aleta! Sekarang terima akibatnya karena kau telah membuat hubungan Cleo dan Kenzo berantakan, karena ulahmu Cleo pergi meninggalkan Kenzo begitu saja dan kau tahu bagaimana keadaan Kenzo setelah ditinggalkan oleh Cleo? Dia merasa sangat hancur Aleta! Aku bahkan tidak tahu bagaimana Kenzo bisa menjalani hidupnya tanpa kehadiran Cleo di sisinya! Dan kau harus merasakan apa yang Kenzo rasakan! Aku harus membuatmu lebih hancur ALETAAA!! APA KAU MENGERTI!" teriak Sharen sambil terisak, bayangan wajah Kenzo saat begitu terpukul atas kepergian Cleo yang selalu menari dibenaknya membuat Sharen merasa begitu emosi saat ini.


Aleta pun hanya menangis. "Kenapa kau menangis, Aleta? Lawan aku sekarang! Bukankah kau sudah berani melawanku di belakangku? Sekarang aku ada di depanmu! Lawan aku sekarang juga!"

__ADS_1


Tangis Aleta kini pun kian kencang. "Jangan hanya bisa menangis bodoh! Apa kau sudah lupa bagaimana kau menghancurkan perasaan dua orang yang saling mencintai hingga membuat mereka terpisah! Apa kau tidak bisa berfikir bagaimana hancurnya perasaan mereka karena ulahmu! Ulah wanita terkutuk sepertimu! Sekarang lihat dirimu! Kau hanya bisa menangis di depanku kan? Setelah Kenzo dan Cleo berpisah, hanya ini yang bisa terjadi di hidupmu kan? Kau pikir setelah berpisah dari Cleo, Kenzo akan jatuh ke dalam pelukanmu? Jangan pernah bermimpi Aleta! Kau tidak akan pernah mendapat Kenzo! Aku juga tidak sudi memiliki adik ipar sepertimu!"


CUIH BUGH BUGH


"Aku benar-benar sudah muak melihatmu! Brandon, Jack, Mark, cepat angkat wanita ja*ang ini! Kalian buang saja dia dia di pesisir yang terpencil agar dia selamanya terjebak di sini dan tidak bisa kembali pulang ke Indonesia untuk selama-lamanya!"


"Baik Sharen."


"Sharen, tolong jangan lakukan itu Sharen, tolong jangan lakukan itu, aku masih ingin berkumpul dengan ibuku dan adikku."


"HEH APA KAU LUPA! BUKANKAH SUDAH KUKATAKAN JIKA KAU BERANI MACAM-MACAM, AKU AKAN MEMBERIMU PELAJARAN YANG TIDAK AKAN PERNAH KAU LUPAKAN DAN INILAH PELAJARAN YANG KUMAKSUD! APA KAU MENGERTI! DASAR WANITA BODOH!"


"Tapi Sharen, Sharen tolong jangan lakukan ini!"


"HEH DIAM BODOH! KAU MASIH BISA MEMINTA AMPUN SEDANGKAN MULAI SAAT INI AKU HARUS MELIHAT HIDUP ADIKKU HANCUR! HIDUP ADIKKU HANCUR ITU KARENAMU, ALETA! DASAR BREN*GSEK! BAJ*NGAN! CEPAT BAWA DIA PERGI DARI SINI AKU SUDAH TIDAK SUDI MELIHAT WAJAH WANITA JA*ANG INI LAGI!"


Ketiga pria bule itu lalu mengangkat tubuh Aleta kemudian menariknya keluar dari apartemen tersebut. Aleta pun hanya bisa pasrah sambil terus menangis, namun saat akan memasuki mobil tiba-tiba Aleta melihat mobil polisi yang sedang melakukan patroli, seketika dia pun berteriak meminta pertolongan yang membuat polisi yang ada di dalam mobil patroli tersebut memarkirkan mobilnya di dekat mereka. Ketiga bule teman Sharen dengan terpaksa lalu melepaskan tangan mereka yang sedang mencekal Aleta. Melihat kesempatan untuk untuk melarikan diri, Aleta lalu bergegas berlari meninggalkan ketiga orang tersebut.


"Aku harus lari, jangan sampai ketiga orang itu mengejarku, aku harus bisa melarikan diri secepatnya lalu pulang ke Indonesia, meskipun aku kehilangan barang-barangku tapi untungnya paspor dan dompetku masih ada di dalam tasku ini," ucap Aleta sambil terus berlari dan melirik tas kecil yang masih terselempang di bahunya, di saat itu juga dia tidak menyadari jika dia telah sampai di sebuah persimpangan. Namun saat dia menyadarinya, sebuah minibus yang tengah berbelok kini sudah ada di dekatnya. Aleta pun tak dapat menghindar, selanjutnya hanya terdengar sebuah teriakan dan benturan yang begitu keras.


AAAAAAAAAAAA

__ADS_1


BUGHHHHH BRAAAKKKKK


__ADS_2