
Nathan kemudian bangkit dari atas tubuh Clarissa sambil memegang pipinya. "Maafkan aku, Clarissa. Aku tidak sengaja, kau tahu sendiri kan aku tadi tergelincir karena kaget mendengar teriakkanmu."
"Tidak usah banyak alasan, Kak Nathan! Kau jangan coba-coba mengambil kesempatan saat keadaannku seperti ini, kau sama saja menodaiku Kak Nathan!"
"Aku sama sekali tidak memiliki pikiran untuk melakukan semua itu, Clarissa. Sungguh aku benar-benar tidak sengaja!"
Clarissa menatap Nathan dengan tatapan tajam, namun beberapa saat kemudian dua matanya kini tampak berembun, butiran-butiran air mata lalu mulai menetes membasahi kedua pipinya. Nathan melihat Clarissa yang kini mulai menangis semakin merasa begitu bersalah.
"Mengapa aku harus bertemu denganmu, kau benar-benar membuatku sial," ucap Clarissa disela tangisnya.
Nathan hanya bisa terdiam lalu menatap Clarissa yang menangis, dia kemudian mengeluarkan kata maaf yang tak henti-hentinya keluar dari bibirnya. Namun Clarissa tidak pernah mengindahkan kata-kata Nathan. Dia akhirnya mendekat ke arah Clarissa lalu berlutut di depannya.
"Maafkan aku Clarissa, maaf jika semua kesialan yang terjadi pada hidupmu itu karena ulahku tapi sungguh aku tidak sengaja melakukan semua itu padamu, sungguh Clarissa. Tolong maafkan aku, aku akan berbuat apapun agar kau tidak merasa sedih. Tolong maafkan aku, Clarissa."
Melihat Nathan yang kini berlutut di depannya, perasaan kesal Clarissa pun mulai hilang. 'Ternyata dia tidak seburuk yang kupikirkan, aku memang sangat kesal karena dia telah menyentuh b*ah dad*ku tapi aku tahu dia memang tidak sengaja melakukannya. Mungkin sebaiknya aku memaafkannya saja tapi aku akan tetap bermain-main dengannya,' gumam Clarissa sambil terkekeh.
"Tidak usah berlutut di depanku seperti itu, huftt," ucap Clarissa kemudian menghapus air matanya. Mendengar perkataan Clarissa, Nathan lalu mengangkat wajahnya dan melihat Clarissa yang kini sudah berhenti menangis.
"Bangun!" teriak Clarissa.
Nathan lalu bangkit kemudian berdiri lagi di samping Clarissa sambil sesekali melirik Clarissa yang kini sedang merebahkan tubuhnya kembali di atas ranjang sambil memainkan ponselnya dengan menggunakan tangan kirinya. Nathan lalu menyunggingkan senyumnya saat melihat Clarissa yang sekarang sedang menatapnya.
"Kenapa kau tersenyum? Memangnya aku ini lucu!"
"Maafkan aku Clarissa, apa ada yang kau butuhkan? Katakan saja, apa yang kau inginkan, aku akan menuruti semua kata-katamu, aku akan memberikan apapun yang kau inginkan," ucap Nathan sambil tersenyum.
"Benarkah? Benarkah kau akan mengabulkan semua permintaanku?"
"Ya, tentu saja."
"Baik, sekarang belikan aku komik Doraemon."
"APA?"
__ADS_1
"APA KAU TULI? KOMIK DORAEMON KAK NATHAN! KOMIK DORAEMON!"
"Apa tidak ada yang lain yang lebih bagus?" .
"Itu sudah sangat bagus, bahkan Doraemon jauh lebih tampan dibandingkan dengan dirimu! Bukankah kau sendiri yang bilang kalau akan menuruti kata-kataku? Kenapa kau harus protes?"
"Oh ya, ya. Ba.. Baiklah," ucap Nathan. Dia kemudian mengambil ponselnya lalu menelpon anak buahnya untuk membelikan komik Doraemon yang diminta oleh Clarissa. "Sebaiknya kau istirahat dulu, kalau komiknya sudah datang nanti aku membangunkanmu."
Clarissa kemudian merebahkan tubuhnya lalu kembali memainkan ponselnya, sesekali kekehan keluar dari bibirnya saat sedang memainkan ponselnya. Melihat tingkah Clarissa, Nathan hanya bisa mendengus kesal.
'Aku juga sial sudah bertemu dengan wanita dingin dan galak sepertimu, kau bahkan tidak ada manis-manisnya sama sekali. Kenapa nasibku begitu menyedihkan harus bertemu dengan wanita seperti ini. Oh Tuhan, ini benar-benar hari yang buruk. Aku gagal bertemu dengan Cleo, malah bertemu dengan wanita seperti dia, benar-benar sial. Mimpi apa aku semalam harus meladeni wanita seperti dia. Harga diriku pasti jatuh kalau teman-temanku tahu aku akan hal ini, apalagi Nala.' gumam Nathan sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Dia kemudian mengambil ponselnya lalu melihat foto Cleo yang sedang menggendong Shane saat sedang berada di Paris.
'Cleo, aku sangat merindukanmu. Mungkin hari ini semua rencanaku sedikit tertunda, tapi tenang saja, masih ada hari esok untuk menjalankan semua rencanaku setelah aku selesai mengurus wanita galak yang menyebalkan ini, aku akan merebutmu kembali dari Kenzo sialan itu!'
Nathan kemudian merebahkan kepalanya di atas sofa sambil memainkan ponselnya, hingga beberapa saat kemudian ketukan pintu di kamar perawatan Clarissa pun terdengar.
TOK TOK TOK
Pintu itu kemudian terbuka, seorang laki-laki bertubuh kekar lalu masuk ke ruangan tersebut lalu menghampiri Nathan sambil memberikan paper bag berukuran besar. Nathan kemudian menganggukkan kepalanya lalu menyuruh anak buahnya untuk pergi. Dia pun menyunggingkan senyumnya saat melihat isi paper bag tersebut yang berisi puluhan komik Doraemon.
'Bagus, sekarang aku akan memberikannya pada wanita galak itu,' gumam Nathan kemudian mendekat ke arah Clarissa.
"Ini komiknya, Clarissa. Ini yang kau inginkan, komik Doraemon," ucap Nathan sambil memberikan sebuah paper bag yang berisi puluhan komik Doraemon. Nathan pun tersenyum dan menahan geli di dalam hatinya karena melihat wanita yang sudah dewasa seperti Clarissa yang masih menyukai komik Doraemon.
"Bagus, terimakasih banyak Kak Nathan."
"Iya sama-sama," ucap Nathan, dia kemudian membalikkan tubuhnya hendak berjalan ke arah sofa, namun tiba-tiba Clarissa memanggil kembali.
"Kak Nathan!"
"Ada apa Clarissa?"
"Apa kau tidak lihat tanganku yang seperti ini?"
__ADS_1
"Tentu saja aku lihat, Clarissa. Lalu aku harus bagaimana?"
"Bacakan komik itu untukku!"
"APAAAA? YANG BENAR SAJA! MEMBACA KOMIK DORAEMON UNTUK DIRIKU SENDIRI SAJA AKU TIDAK PERNAH LALU AKU HARUS MEMBACAKAN KOMIK INI UNTUKMU?"
"HAI KENAPA KAU MALAH MEMBENTAKKU! BUKANKAH TADI KAU YANG MENGATAKAN KALAU KAU MAU MELAKUKAN APAPUN UNTUKKU AGAR AKU TIDAK MERASA SEDIH?"
Mendengar perkataan Clarissa, Nathan kemudian tertunduk lesu sambil menghembuskan nafas panjangnya dan memejamkan matanya. Sedangkan Clarissa kini terkekeh di dalam hatinya. 'Rasakan kau Nathan,' gumam Clarissa.
Nathan kemudian mendekat ke arahnya lalu duduk di samping ranjang Clarissa. Dia kemudian mengambil satu buah komik Doraemon yang ada di dalam paper bag lalu perlahan mulai membuka komik tersebut. Nathan pun mulai meringis dan terlihat salah tingkah, lidahnya kini terasa begitu kelu dan bibirnya kaku untuk mengucapkan kata demi kata yang ada di dalam komik tersebut.
"Ayo bacakan, kenapa kau hanya tersenyum?"
"Noo... Nobita..."
"Apa kau tidak bisa membaca? Suara yang kau keluarkan bahkan jelek sekali!"
"Aku tidak bisa Clarissa, aku tidak pernah membaca komik seperti ini," gerutu Nathan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Apa kau sudah lupa kata-katamu tadi?"
Nathan lalu menundukkan kepalanya kembali. 'Harga diriku benar-benar jatuh, aku pewaris Delta Corp harus melakukan seperti ini,' gumam Nathan pilu. Dia kemudian mengangkat wajahnya namun di saat itulah Clarissa juga mengangkat tubuhnya dari atas ranjang hingga membuat wajah mereka bertemu dalam satu titik dan bibir Nathan menempel di pipi Clarissa.
"KAK NATHAN!"
PLAK PLAK PLAK
NOTE:
Mampir ke podcast bestie aku juga dear punya Kak njanofficial55 dijamin seru deh 😍🥰
__ADS_1