Bed Friend

Bed Friend
Sebuah Kebenaran?


__ADS_3

Amanda dan Rayhan lalu bergegas masuk ke dalam mobilnya menuju ke rumah Inara. Sepanjang perjalanan Amanda terlihat begitu cemas, berulangkali dia mengigit bibirnya dan me*emas pakaiannya. Rayhan yang ada di sampingnya pun berusaha untuk menenangkannya.


"Kenapa kau terlihat sangat cemas, Amanda?"


"Aku berharap Abimana mau menyetujui rencana kita. Dia orang yang sangat keras kepala, aku takut dia tidak mau menutup jati dirinya di masa lalu."


"Kita berdoa saja, semoga Abimana mau memahami kondisi kita, pernikahan Kenzo dan Cleo akan dilakukan sedikit mendadak, kita tidak punya waktu lagi untuk menjelaskan kebenaran tentang masa lalu Abimana pada Kenzo."


"Iya, semoga Inara juga mau membantu kita menjelaskan semuanya pada Abimana."


"Iya Amanda."


Beberapa saat kemudian, mereka pun sudah sampai di rumah Inara. Amanda dan Rayhan bergegas turun dari mobil lalu berjalan ke rumah tersebut.


TETTT TEETTT TEEETTTT


Seorang pembantu rumah tangga lalu membuka pintu rumah tersebut, dia kemudian mempersilahkan Amanda dan Rayhan masuk ke dalam rumah lalu memanggil Inara dan Abimana. Mereka lalu duduk di sofa yang ada di ruang tengah rumah tersebut. Beberapa saat kemudian Inara dan Abimana pun keluar dari kamar lalu mendekat ke arah mereka. Melihat kedatangan Amanda dan Rayhan, Inara kemudian tersenyum lalu memeluk Amanda yang kini ada di hadapannya.


"Apa kabar, Amanda?"


"Baik Inara."


"Kenapa kalian tidak memberitahu kami terlebih dulu? Kami bisa menyiapkan makan malam untuk kalian berdua."


"Inara, sebenarnya kedatangan kami untuk membicarakan hal yang penting."


"Hal yang penting? Apa itu Amanda?"


"Ini tentang Kenzo."


"Tentang Kenzo?"

__ADS_1


"Oh ya, Kenzo? Bagaimana keadaan Kenzo? Apakah dia sudah jauh lebih baik? Apa dia masih terpuruk?" tanya Abimana.


"Keadaan Kenzo sudah sangat baik Inara, Abimana, karena Cleo sudah pulang dan mereka sudah menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka. Emhhh.. E... Mereka juga sudah memiliki seorang putra," jawab Amanda dengan sedikit canggung.


"APAAAA?" teriak Inara dan Abimana bersamaan.


"Emh, ya. Saat Cleo meninggalkan Kenzo ternyata dia sedang mengandung anak dari Kenzo, bayi itu bernama Shane. Maaf aku memang kurang memberi pengawasan dan memberikan kebebasan pada mereka hingga terjadi hal seperti ini," ucap Amanda dengan sedikit salah tingkah.


Inara dan Abimana kemudian tersenyum. "Sudah, tidak apa-apa Amanda, yang terpenting Kenzo mau bertanggung jawab dan mereka sudah memperbaiki hubungan mereka," ucap Abimana, dia kemudian memandang Inara.


"Aku sudah memiliki seorang cucu, Inara," ujar Abimana sambil tersenyum.


"Dia juga cucuku," balas Inara.


"Cucu kita semua," sahut Rayhan.


"Ya cucu kita semua, dan dia sangat mirip dengan Kenzo saat masih bayi."


"Tentu saja Abimana, kau bisa menemuinya kapanpun kau mau."


"Bagaimana kalau hari ini? Apakah aku boleh menemuinya sekarang?"


"Tentu saja, kau bisa menemuinya sekarang. Dia ada di rumah Vallen."


"Kami bersiap-siap dulu," ucap Abimana.


"Tunggu Abimana," cegah Amanda saat melihat Inara dan Rayhan yang akan beranjak dari tempat duduknya.


"Ada apa Amanda?"


"Aku belum selesai berbicara, sebenarnya ada hal yang lebih penting yang ingin kubicarakan. Kalian sekarang sudah tahu kalau Kenzo dan Cleo sudah memiliki seorang putra, jadi kami ingin menikahkan mereka secepatnya, sepuluh hari lagi mereka akan menikah."

__ADS_1


"Oh itu sangat bagus, Amanda. Mereka memang harus menikah secepatnya."


"Itulah hal yang sebenarnya ingin kukatakan, Abimana. Selama ini aku sudah menutupi kebenaran tentang dirimu pada Kenzo, sekarang waktunya kau mengatakan yang sebenarnya jika kau adalah ayah kandungnya karena saat Kenzo menikah, namamu yang disebutkan dalam pernikahan itu, bukan nama Rayhan."


Abimana kemudian terdiam lalu menatap Inara. Inara pun mengangguk. "Aku sudah siap mengatakan semua kebenaran ini pada Kenzo, Amanda. Bukankah dulu aku sudah berniat untuk mengatakannya, tapi kau yang tidak memperbolehkanku karena saat itu Kenzo sedang menyelesaikan tugas akhir, dan setelah itu Kenzo mengalami sebuah tragedi antara hubungannya dengan Cleo yang membuatnya merasa sangat terpukul, jadi aku mengurungkan niatku sampai saat ini."


"Ya, aku tahu itu Abimana, aku memang yang mencegahmu karena waktunya memang tidak tepat."


"Ya, aku bisa memahaminya, Amanda. Aku memang harus mengatakan kebenaran tentang diriku pada Kenzo, entah dia mau menerimaku atau tidak, dia harus tahu yang sesungguhnya."


"Emh sebenarnya begini Abimana, kami memang menyuruhmu mengatakan tentang kebenaran dirimu pada Kenzo, tapi tidak sepenuhnya."


"Tidak sepenuhnya? Apa maksudmu, Amanda?"


"Kami ingin kau mengatakan jika kau adalah ayah kandung Kenzo tapi hanya cukup itu saja, kau tidak usah mengatakan kebenaran tentangmu jika kau pernah memiliki masa lalu yang buruk dengan Kenzo."


"Maksudmu saat aku membuangnya ke dalam hutan?"


"Ya, itu maksudku. Tolong mengertilah Abimana, beberapa tahun terakhir ini Kenzo mengalami hal yang berat dalam hidupnya, aku sampai merasa putus asa saat melihat dirinya yang sangat terpukul atas kepergian Cleo, setiap hari dia berdiri sambil menatap rumah Cleo, terkadang dia pergi ke Bandara, menyusuri sudut kota London dan Jakarta untuk mencari keberadaan Cleo, bahkan dua tahun terakhir ini dia tidak pernah tersenyum pada semua orang, hidupnya sangatlah berat Abimana, dan saat ini aku baru bisa merasakan kebahagiaan dalam diri Kenzo, aku tidak ingin dia mengalami tekanan dan kembali terpuruk jika tahu dia pernah mengalami masa lalu yang buruk dengan ayah kandungnya, cukup dia tahu dirimu sebagai ayah kandungnya, tapi tidak dengan masa lalu kalian, aku tidak ingin melihat Kenzo kembali merasakan kesedihan," ucap Amanda sambil begitu terisak. Rayhan kemudian memeluk Amanda.


Abimana dan Inara kemudian saling bertatapan. Inara kemudian menggenggam tangan Amanda. "Meskipun aku tidak memiliki seorang anak kandung, tapi aku bisa merasakan kesedihanmu sebagai seorang ibu, Amanda. Abimana, tolong kabulkan permintaan Amanda, dia hanyalah seorang ibu yang tidak ingin melihat anaknya kembali terluka."


Abimana kemudian menganggukan kepalanya. "Ya, aku tahu bagaimana hancurnya perasaanmu saat melihat Kenzo terpuruk, Amanda. Aku juga ayah kandungnya, aku juga tidak ingin putraku merasakan kesedihan dan kembali terpuruk setelah tahu kebenaran tentang diriku dan dirinya, aku akan melakukan apa yang kau minta Amanda, aku tidak akan mengatakan semua yang pernah terjadi di masa lalu."


"Terimakasih banyak Abimana."


"Iya Amanda, kau tenang saja aku akan melakukan apapun yang menurutmu tepat untuk kebaikan Kenzo, dia sudah terlalu lama terpuruk dalam kesedihan, inilah saatnya Kenzo merasakan kebahagiaan. Aku juga ingin melihat dia hidup bahagia dengan keluarga kecilnya, putraku kini sudah menjadi seorang ayah," ucap Abimana.


"Abimana, Inara, sebaiknya kita temui Kenzo sekarang juga. Firman sudah memberitahuku jika Cleo dan Kenzo sudah pulang setelah selesai mengurus persiapan pernikahan mereka," ujar Rayhan.


"Ya, kita temui Kenzo secepatnya."

__ADS_1


__ADS_2