Bed Friend

Bed Friend
Ancaman


__ADS_3

'Oh tidak, aku tidak mau. Aku tidak mau kalau rencanaku nanti malam dengan Alvaro gagal. Oh Tuhan, semoga saja Zack mau membatalkan rencananya untuk menungguku nanti malam,' batin Laurie.


"Apa kau bilang Zack?" tanya Olivia.


"Iya Ma, nanti malam aku akan menemani Laurie disini, aku yang akan menjaga Laurie dan menemaninya selama proses observasi berlangsung."


"Tidak Zack, aku tidak akan membiarkanmu menemani Laurie malam ini saat proses observasi berlangsung."


"Tapi kenapa Ma? Bukankah aku suami dari Laurie? Aku berhak menemani Laurie malam ini."


"Tidak akan kubiarkan!"


"Memangnya kenapa bukankah aku suami Laurie? Aku berhak menunggunya di sini kan Ma?"


"Ya, kau memang suaminya. Tapi Laurie tidak pernah merasa nyaman saat berada di dekatmu! Seharusnya kau menyadari itu Zack! Bagaimana kalau nanti malam saat Alvaro memeriksa keadaan Laurie kondisinya semakin menurun karena ada kau?"


"Mama Olivia, jangan mengada-ngada, itu tidak mungkin terjadi, Ma. Bukankah saat ini Laurie sedang koma? Dia tidak mungkin tahu aku ada disini."


"Zack, asal kau tahu Laurie putriku memang sedang koma, tapi tidak dengan jiwanya, hatinya mampu merasakan apa yang ada di sekitarnya. Meskipun saat ini dia tidur, tapi jiwa Laurie hidup. Dan dia mampu merasa apa yang dia tidak sukai, yaitu kau!"


"Mama, kenapa Mama berkata seperti itu?"


"Memangnya aku harus berkata apa? Itulah kenyataannya. Bukankah itu kenyataannya kalau Laurie sebenarnya tidak pernah mencintaimu? Kau seharusnya menyadari itu Zack, dan membiarkan Laurie pergi dari hidupmu!"


"Itu hal yang tidak akan pernah kulakukan Ma, bukan mama tahu bagaimana perjuanganku untuk mendapatkan Laurie?"

__ADS_1


"Perjuangan katamu? Perjuangan itu didasarkan atas cinta, tapi kau hanya didasarkan pada obsesi semata! Kau tidak pernah mencintai Laurie, kalau kau mencintai Laurie, kau pasti akan membuatnya bahagia. Apalah arti sebuah cinta kalau kau hanya memiliki raganya tapi tidak hatinya, dan kau tidak pernah menyadari itu Zack karena yang kau pikirkanmu adalah obsesimu! Obsesi untuk mendapatkan Laurie, bukan bagaimana caranya mencintai putriku! Apa kau mengerti Zack?"


"Mama Olivia, sudahlah aku sedang tidak ingin berdebat dengan mama."


"Kalau begitu lebih baik kau pergi sekarang, dan jangan pernah berharap kalau aku mengijinkanmu untuk menemani Laurie sendiri."


Mendengar perkataan Olivia, Zack pun tersenyum kecut. "Mama Olivia, dengarkan aku. Aku adalah suami dari Laurie, dan sampai kapanpun aku akan tetap melakukan apapun yang kumau agar aku tetap bisa berada di samping Laurie, jadi jangan pernah coba-coba untuk mengaturku! Lebih baik mama pulang sekarang!"


"Pulang sekarang? Tidak mungkin! Aku tidak mau pulang!"


"Mama, tolong mengertilah. Biarkan aku yang menunggu Laurie, jadi lebih baik mama pulang saja."


"Aku tidak mau, Zack."


"Kalau begitu, aku yang akan membuat mama pergi dengan caraku!"


"Dan aku adalah suami dari Laurie. Bukankah mama tahu kalau seorang anak wanita sudah menikah yang dihormati adalah suaminya bukan orang tuanya?Mama mengerti kan? Kalau begitu lebih baik mama pergi sekarang!"


"Aku tidak mau!"


"Mama pergi sekarang atau aku akan menggunakan caraku!"


"Tidak akan!"


"Baiklah kalau begitu, mama yang meminta. Aku hanya mengikuti apa yang mama inginkan," ujar Zack. Dia kemudian menepuk tangannya, lalu beberapa orang anak buahnya masuk ke ruang perawatan Laurie.

__ADS_1


"Apa-apaan ini? Apa yang akan kau lakukan, Zack!" teriak Olivia.


"Bukankah ini yang sudah mama pilih? Mama tidak mau pergi dari ruangan ini secara baik-baik kan? Maka aku akan menggunakan caraku, dan mama sudah menyetujui itu."


"Dasar! Kau memang kurang ajar! Berani-beraninya kau berbuat seperti ini padaku!"


"Mama Olivia, apa mama tidak sadar, mama juga sudah bersikap tidak baik padaku. Mama sangat ketus dan lancang padaku, padahal aku sangat menyayangi Laurie, putri mama."


"Zack kau hanya terobsesi! Kau benar-benar tidak menyayangi putriku!"


"Mama sudah cukup, aku tidak mau berdebat denganmu! Mulai saat ini Mama juga sudah tidak boleh menemui Laurie lagi, biar Laurie yang jadi urusanku, Ma!"


"Tidak! Jadi kau memperbolehkanku untuk menemani Laurie? Kau jangan bermimpi, Zack!"


"Aku berhak melakukan itu, dan mulai hari ini Laurie cukup dalam pengawasanku. Tidak boleh ada orang yang bisa menemui Laurie, kecuali atas izinku!"


'Oh Tuhan, tidak. Aku tidak mau, aku tidak mau ada Zack di sini, aku tidak mau dipisahkan dari keluargaku, bantu kami Tuhan,' batin Laurie. Rasanya ingin sekali dia bangkit dari atas brankar itu dan memukul tubuh Zack secara bertubi-tubi seperti yang dia lakukan sebelum dia mengalami koma.


Zack kemudian memberi kode pada anak buahnya untuk mengeluarkan Olivia dari ruang perawatan itu. Anak buah Zack kemudian menarik tubuh Olivia keluar dari ruang perawatan Laurie, meskipun Olivia terus-menerus berteriak.


"Kau jangan coba-coba padaku Zack! Tidak akan kubiarkan kau berbuat seperti ini lagi pada keluargaku!"


"Teruslah berteriak, Ma. Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengubah keputusanku! Mulai saat ini, kalian tidak boleh menemui Laurie tanpa ijin dariku! Atau kalian semua akan kubunuh!" ujar Zack sambil tersenyum menyeringai.


'Mama.., Oh Tuhan jangan pisahkan aku dan mama lagi, aku tidak mau berpisah dengan mama, aku tidak ingin terpisah dari keluargaku lagi. Mama, Papa, Kak Vansh,' isak Laurie di dalam hati.

__ADS_1


"Ada apa ini?" sahut sebuah suara dari ambang pintu.


__ADS_2