Bed Friend

Bed Friend
Dikepung Preman


__ADS_3

Di ujung sambungan telepon, Zack tampak menghembuskan nafas panjangnya sambil memejamkan matanya. Saat ini, rasanya dia begitu kesal pada Nala. Sebenarnya saat itu dia mulai merasa bahagia dengan kehadiran Nala yang tak dapat dipungkiri menghadirkan sedikit kebahagian diantara luka yang dirasakan olehnya. Namun, saat jati diri Nala terungkap hatinya justru semakin sakit, seolah semua orang sedang mempermainkan dirinya. Termasuk Laurie, wanita yang sangat dicintainya itu ternyata juga turut mempermainkan dirinya.


Setelah terdiam cukup lama, Zack kemudian bangkit dari tempat duduknya, lalu menaiki mobilnya menuju ke sebuah tempat. Hampir satu jam lamanya, Zack mengendarai mobil itu, hingga akhirnya dia pun sampai di tempat yang dia tuju. Setelah menghentikan laju mobilnya, Zack terdiam di dalam mobil, sambil mengamati sebuah rumah besar yang ada di depannya.


Cukup lama Zack terdiam di depan rumah itu, hingga akhirnya sebuah mobil tampak keluar dari rumah itu. Melihat sebuah mobil sedan warna hitam yang keluar dari rumah tersebut, Zack pun tersenyum menyeringai. "Sekarang kau masih bebas karena aku belum mau membuat perhitungan denganmu dasar wanita jallang! Tunggu saat yang tepat, karena setelah itu kau tidak akan pernah kulepaskan! Akan kubuat kau menyesal pernah bertemu denganku!" geram Zack.


Saat mobil hitam itu tak lagi terlihat, Zack kemudian turun dari mobilnya lalu berjalan masuk ke arah rumah besar yang ada di depannya. Setelah sampai di depan pintu, langkah Zack pun terhenti, dia tampak mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.


Tettttt tettttt....


Beberapa kali, Zack memencet bel pintu rumah itu, hingga akhirnya pintu itu pun terbuka. Setelah pintu itu terbuka, senyum pun tersungging di bibir Zack saat melihat wanita cantik yang ada di depannya. Awalanya dia pikir pembantu rumah tangga yang akan membuka pintu rumah itu, tapi ternyata Laurie sendiri yang membukanya.


Sedangkan Laurie yang melihat kedatangan Zack pun tampak diam terpaku. Rasanya ingin sekali dia beranjak dari tempat itu, lalu masuk ke dalam kamarnya dan mengunci kamarnya rapat-rapat. Namun, entah mengapa rasanya tubuhnya membeku, mungkin dirinya terlalu takut dan tak menduga kalau Zack berani menampakkan diri di depannya. Yang Laurie rasakan tubuhnya kini terasa bergetar hebat disertai irama degup jantungnya yang berdetak begitu cepat. Dia benar-benar menyesal membuka pintu itu saat mendengar bel berbunyi, dia pikir yang datang adalah kedua orang tuanya, dan Laurie ingin memberi kejutan pada kedua orang tuanya. Namun ternyata keputusannya untuk membuka pintu itu benar-benar menjadi bencana bagi dirinya.


"Apa kabar, Laurie?" sapa Zack kemudian.


Laurie hanya terdiam, sambil menatap tajam ke arah Zack. "Kau mau apa?"


"Laurie, bisakah aku bicara sebentar denganmu?"


"Bicara apa? Maaf, aku harus beristirahat, kau tau kan aku belum sepenuhnya pulih? Lebih baik kau pulang saja sekarang!" jawab Laurie, sambil menutup pintu rumahnya. Namun, Zack menahan pintu itu.

__ADS_1


"Sebentar saja, Laurie!" pinta Zack sambil menahan pintu itu. Laurie yang tenaganya tidak sebanding dengan Zack akhirnya hanya bisa pasrah saat Zack berhasil membuka pintu itu kembali.


"Tolong Laurie, ijinkan aku bicara denganmu. Bagaimanapun juga, aku masih suamimu Laurie. Akhirnya, Laurie pun mengalah, dia pun mempersilahkan Zack masuk ke dalam rumahnya.


"Masuklah! Tapi sebentar saja, aku masih harus istirahat."


Zack kemudian menganggukan kepalanya, lalu mengikuti langkah Laurie masuk ke dalam rumah. Namun, saat keduanya sedang berdiri di samping sofa, tiba-tiba Zack memeluk tubuh Laurie.


"Laurie, maafkan aku. Aku sangat merindukanmu, Laurie."


***


Sementara itu, Alvaro yang tadi mampir sebentar ke rumah sakit, kini tampak mulai mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya. Namun, saat sedang asyik mengendarai mobilnya di sebuah jalan yang cukup sepi, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan mobil Alvaro dengan posisi menyamping, seolah mencegat Alvaro agar menghentikan mobilnya. Alvaro yang merasa kesal perjalanannya tiba-tiba saja dihentikan oleh orang tak dikenal akhirnya keluar dari mobil miliknya. Melihat Alvaro yang sudah keluar dari mobil miliknya, beberapa orang yang ada di dalam mobil itu pun ikut keluar lalu menghampiri Alvaro yang saat ini sudah berdiri di belakang mobil mereka.


Tiga orang lelaki yang ada di depan Alvaro tampak tersenyum menyeringai. "Kau tidak punya urusan dengan kami? Tapi sayangnya aku punya urusan denganmu anak muda!"


"Urusan apa? Kalian jangan mengada-ada, karena aku tidak pernah mengenal kalian semua!"


"Tapi kami mengenalmu, kau Alvaro kan? Dokter Alvaro?"


Alvaro pun tersenyum kecut, detik itu juga dia menyadari jika laki-laki yang saat ini ada di depannya pasti diperintahkan seseorang untuk membuat perhitungan dengannya.

__ADS_1


"Sepertinya aku mengenal orang yang memerintahkan kalian! Tolong sampaikan pada bos kalian agar bertemu denganku layaknya seorang lelaki, bukan dengan cara kekanak-kanakan seperti ini."


"Itulah alasannya kami ada di sini! Kami bermaksud membawamu bertemu dengan bos kami! Jadi tolong ikutlah dengan kami sekarang juga!"


"Bagaimana kalau aku tidak mau? Kenapa bos kalian tidak menemuiku baik-baik? Dan bicara ataupun menyelesaikan semua ini secara jantan, tanpa campur tangan orang lain!"


"Maaf Tuan Alvaro, itu diluar kehendak kami. Kami hanya diperintah oleh bos kami untuk membawa anda bertemu dengannya!"


"Tapi aku tidak mau dan aku tidak suka cara seperti ini! Kalau dia mau, temui aku nanti malam!"


"Sayangnya bos kami sudah menunggumu, jadi lebih baik kau ikut dengan kami sekarang juga!"


"Kemana? Ke markas kalian? Aku tidak mau, itu sama saja merugikan diriku, aku hanya mau bertemu dengan Zack di sebuah tempat yang ada hanya kami berdua, tanpa ada kalian ataupun orang lain, dan kita akan selesaikan semua di sana dengan cara lelaki! Bukan dengan cara pecundang seperti ini!"


"Cih, Dokter Alvaro, awalnya kupikir kau bisa diajak bicara baik-baik. Tapi ternyata kau begitu keras kepala dan begitu menjengkelkan! Sudah sepantasnya jika bos kami menghabisi manusia seperti dirimu!" bentak salah seorang preman.


"Beri saja dia pelajaran!" sahut yang lain. Ketiga preman itu, lalu mendekat ke arah Alvaro, yang kini sudah siap menghadapi anak buah Zack.


Saat sudah berada di dekat Alvaro, ketiga preman itu langsung mengarahkan pukulan pada Alvaro. Meskipun Alvaro hanya sendiri, tapi dia cukup bisa mengimbangi pukulan dari ketiga preman tersebut. Namun, saat masih sibuk meladeni kedua orang preman yang ada di depannya, tiba-tiba salah seorang preman mengeluarkan sapu tangan dari saku jaketnya, lalu membekap mulut Alvaro dengan sapu tangan itu yang sudah dioles oleh obat bius. Mendapat serangan tiba-tiba dengan obat bius, seketika Alvaro pun tak bisa berkutik. Tubuhnya pun akhirnya terkulai lemas di atas aspal.


NOTE:

__ADS_1


Mampir juga ya ke karya bestie othor dijamin ceritanya keren abis loh 😍😍😍



__ADS_2