
Setelah sampai di gedung apartemen mereka, Kenzo lalu bergegas memarkirkan mobilnya kemudian mengangkat tubuh Cleo keluar dari mobil. Sambil setengah berlari dia pun membawa tubuh Cleo masuk ke apartemen mereka lalu merebahkan tubuh Cleo di atas ranjangnya. Dia pun kemudian menghembuskan nafas panjangnya sambil menatap wajah Cleo.
"Anak nakal, tahukah kau rasanya aku hampir mati saat tahu kau pergi ke pesta itu sendirian, aku sudah tahu hal seperti ini bisa saja terjadi padamu, aku tahu banyak laki-laki yang menginginkan dirimu, karena itulah aku memintamu agar kita pura-pura berpacaran, semua itu kulakukan untuk melindungi dirimu, aku memang begitu pengecut karena belum bisa menjadikanmu sebagai pacarku, itu semua kulakukan karena aku sudah berjanji pada diriku untuk tidak memiliki ikatan apapun dengan wanita sebelum aku membahagiakan mama. Aku hanya ingin membuktikan pada mama jika aku bisa membuatnya merasa bangga padaku karena selama ini aku seringkali mengecewakannya. Jadi tolong bersabarlah, tolong tunggu aku. Tunggu aku, Cleo."
Kenzo kemudian membelai wajah polos Cleo yang kini tampak tidur begitu lelap. "Kau pernah bertanya padaku, apakah kita akan menikah? Jawabannya adalah iya. Aku pasti akan menikahimu, Cleo. Kita pasti akan menikah, kita harus menikah," ucap Kenzo kemudian duduk di atas lantai, di samping tempat tidur Cleo sambil terus menatap wajahnya hingga akhirnya dia pun terlelap.
Cleo perlahan membuka matanya, netranya lalu mengamati sekelilingnya. 'Aku sudah ada di dalam kamarku? Siapa yang membawaku pulang? Sebenarnya apa yang telah terjadi? Tadi malam tiba-tiba kepalaku begitu pusing, lalu aku meminta Aaron untuk membangunkanku saat pesta Jessica akan dimulai, tapi kenapa saat aku bangun tiba-tiba aku sudah berada di dalam kamarku?' gumam Cleo, dia kemudian mengarahkan pandangannya ke arah samping dan melihat Kenzo yang sedang tidur di samping ranjangnya.
"Kenzo? Pasti Kenzo yang sudah membawaku pulang," gerutu Cleo, dia kemudian mengambil bantal lalu memukul Kenzo dengan bantal miliknya.
"APA-APAAN INI KENZO!!! PASTI KAU YANG SUDAH MEMBAWAKU PULANG KAN?? KAU MEMANG BENAR-BENAR JAHATTT!! APA KAU TIDAK BISA MEMBIARKAN AKU UNTUK BERSENANG-SENANG SEKALI SAJA!" teriak Cleo dengan begitu menggema.
Kenzo yang masih terlelap pun begitu terkejut ketika mendapat hantaman bantal di wajahnya. Perlahan dia pun membuka matanya, apalagi kini Cleo telah berteriak begitu kencang.
"KAU SUDAH BANGUN? UNTUK APA KAU TIDUR DI SINI! CEPAT PERGI DARI SINI DAN JANGAN URUSI HIDUPKU LAGI! URUS SAJA HIDUPMU SENDIRI KENZO!!!"
Mendengar perkataan Cleo, Kenzo pun hanya terdiam. Dia kemudian menatap Cleo dengan tatapan begitu dalam.
"KENAPA KAU MENATAPKU SEPERTI ITU? KAU PASTI YANG SUDAH MEMBAWAKU PULANG DARI PESTA JESSICA KAN! APA KAU TIDAK BISA MEMBIARKAN AKU BERSENANG-SENANG SEKALI SAJA! SEKARANG CEPAT PERGI DARI KAMARKU DAN JANGAN PERNAH GANGGU HIDUPKU LAGI!!"
__ADS_1
Kenzo akhirnya berdiri lalu keluar dari kamar Cleo, di saat itulah tiba-tiba ponsel Cleo pun berbunyi.
"Jessica," ucap Cleo saat melihat sebuah nama di layar ponselnya, dia pun bergegas mengangkat panggilan itu.
[Halo Jessica.]
[Halo Cleo, apa kau baik-baik saja?]
[Ya tentu, aku baik-baik saja. Memangnya kenapa Jessica? Apa yang sebenarnya telah terjadi padaku? Apa Kenzo membuat masalah di pestamu tadi malam?]
[Tidak Cleo, bukan Kenzo tapi Aaron.]
[Aaron?] tanya Cleo sambil mengerutkan keningnya.
[Ya, Chivas Regal?]
[Iya minuman itu, sebenarnya Edrick yang memberikan minuman itu padaku lalu dia menyuruhku untuk memberikannya padamu itulah sebabnya kau menjadi pusing dan mengantuk.]
[Lalu apa hubungannya semua itu dengan Aaron?]
__ADS_1
[Aaron lah yang menyuruh Edrick untuk memberikan minuman itu padaku, lalu saat kondisi tubuhmu sudah mulai tidak stabil dia memberikan obat tidur padamu. Jadi sebenarnya yang ingin berbuat jahat padamu sebenarnya adalah Aaron. Maafkan aku, Cleo. Maaf semua ini sampai terjadi padamu, hampir saja Aaron melecehkanmu tapi untungnya Kenzo datang tepat waktu dan menyelamatkanmu.]
[Kenzo datang menyelamatkanku? Darimana dia tahu akan semua itu?]
[Aku yang memberitahu Kenzo, saat kau mulai duduk di sofa, aku sebenarnya langsung menghubungi Kenzo dan akhirnya dia datang tepat pada waktunya. Dia sangat marah lalu menghajar Aaron habis-habisan. Cleo, sekali lagi tolong maafkan aku. Maafkan aku kejadian seperti ini sampai harus menimpamu.]
[Tidak apa-apa Jessica, kau juga sudah menyelamatkan aku, untung saja kau menelepon Kenzo jadi dia bisa sampai di cafe tepat waktu.]
[Iya, sebaiknya kau istirahat saja sekarang, kau tidak usah berangkat ke kampus, pulihkan saja kondisi badanmu, Cleo.]
[Iya Jessica.]
Cleo lalu menutup teleponnya. "Astaga, aku telah berbuat kesalahan, aku telah berprasangka buruk pada Kenzo padahal dia yang sudah menyelamatkanku tadi malam, bahkan dia juga tidur di sampingku semalaman untuk menjagaku, Kenzo maafkan aku," ucap Cleo. Dia pun bergegas bangun dari tempat tidurnya lalu keluar dari kamarnya. Saat membuka pintu kamar, tampak Kenzo sudah berpakaian rapi serta membawa ransel di bahunya bersiap untuk berangkat ke kampus. Perlahan Cleo pun mendekat ke arah Kenzo lalu menatap Kenzo dengan tatapan sendunya.
"Kenzo Jessica baru saja menelponku, dia...."
Namun belum selesai Cleo berbicara, Kenzo sudah berjalan ke arah pintu.
"Kenzo ini terlalu pagi untuk berangkat ke kampus, tunggu aku sebentar Kenzo, aku ikut."
__ADS_1
"Urus saja hidupmu sendiri, aku tidak akan menggangumu lagi, bukankah itu yang kau minta padaku," ucap Kenzo sambil berjalan meninggalkan Cleo keluar dari apartemen mereka. Cleo pun hanya bisa melihat kepergian Kenzo sambil meneteskan air matanya.
"Kenzo, maafkan aku."