Bed Friend

Bed Friend
Papa Abimana


__ADS_3

Spontan Nathan dan Clarissa pun saling berpandangan dengan begitu salah tingkah.


"Enak saja kau berkata seperti itu padaku, Nala! Ini bukan noda lipstik tapi krim kue yang kumakan tadi!" elak Nathan dengan begitu ketus dan terlihat salah tingkah, apalagi semua orang yang ada di meja tersebut kini sedang memandangnya, dia kemudian mengambil tissue yang ada di meja tersebut lalu membersihkan bibirnya. Sementara Clarissa yang ada di meja tersebut kini pun terlihat begitu canggung apalagi Calista menatapnya dan Nathan secara bergantian. Sedangkan Nala hanya bisa terkekeh melihat tingkah laku Nathan.


"Memangnya kau pikir aku bodoh!" bisik Nala di telinga Nathan.


"Diam Nala! Dasar menyebalkan!" sahut Nathan.


"Jadi kau sudah melupakan Cleo dan memiliki pacar baru? Apa pacarmu ada di sini? Sebenarnya siapa pacar barumu itu?"


"Bukan urusanmu, Nala!"


Saat mereka tengah sibuk dengan obrolan masing-masing, tiba-tiba seorang laki-laki mendekat ke arah mereka. Inara dan Sharen lalu tersenyum pada laki-laki tersebut.


"Inara, sebaiknya kita pulang sekarang. Kondisi tubuhku belum sepenuhnya sehat, lagipula sebentar lagi pestanya juga usai."


Inara lalu melihat laki-laki tersebut sambil tersenyum. "Baik, Abimana. Apa kau baik-baik saja?"


"Ya, aku baik-baik saja, hanya merasa sedikit lemas."


"Baiklah kita pulang sekarang tapi kita harus menemui Amanda dan Kenzo terlebih dulu."


"Aku tadi sudah berpamitan dengan mereka, aku tunggu kalian di depan."


"Baik Abimana, ayo Sharen kita pulang sekarang."


"Iya Ma," jawab Sharen.


Abimana kemudian meninggalkan meja tersebut, diikuti oleh Inara dan Sharen yang berjalan menuju ke pelaminan kembali untuk berpamitan dengan Amanda dan Kenzo. Setelah Inara dan Sharen pergi, Calista kemudian membuka suaranya sambil menatap Kenzo dan Clarissa.


"Kalian berdua, tidak usah berpura-pura lagi, jangan bersandiwara lagi di depan Mama. Terutama kau Nathan, kau masih saja berkelit padahal begitu banyak noda lipstik di bibirmu," ucap Calista.


Clarissa yang mendengar ucapan Calista pun terkejut lalu memandang ke arah Nathan. "Kak Nathan, bukankah aku sudah bilang untuk menyembunyikan ini terlebih dulu?"


"Clarissa, aku tidak memberitahu Mama. Setelah aku pulang ke rumah, tiba-tiba saja Mama sudah tahu tentang hubungan kita."


"Nathan, Clarissa, umur kalian hanya separuh umur Mama. Mencari tahu tentang hubungan kalian bukanlah hal yang sulit."

__ADS_1


"Jadi kalian berpacaran! Kenapa kalian tidak bilang saja dari tadi?" gerutu Nala.


"Pacarku yang ingin menyembunyikan status kita berdua, dia belum siap memamerkan pacarnya yang tampan," jawab Nathan sambil melirik pada Clarissa yang dibalas dengusan kesal darinya. Tak berapa lama, Leo pun mendekat ke meja mereka.


"Bagaimana Calista?"


"Aku sedang berbicara dengan mereka, Leo."


Leo lalu melihat ke sekeliling mereka dan melihat keadaan ballroom yang mulai terlihat sepi, hanya tinggal saudara dan kerabat dekat mereka. Dia juga mengalihkan pandangannya ke pelaminan dan melihat Amanda dan Rayhan yang kini sedang terlihat santai.


"Nala, tolong kau panggilkan Tante Amanda dan Om Rayhan, katakan padanya aku ingin bicara dengan mereka."


"Iya Pa," jawab Nala. Dia kemudian menuju ke pelaminan lalu memanggil Amanda dan Rayhan. Amanda dan Rayhan pun saling bertatapan.


"Maaf Tante Amanda, Om Rayhan. Papa dan Mama ingin berbicara dengan kalian, kalau kalian sudah tidak sibuk, mereka ingin berbicara dengan Om dan Tante di meja itu," ujar Nala sambil menunjuk meja tempat mereka duduk.


"Ada apa sebenarnya, Nala? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Amanda.


"Tidak ada apa-apa, Tante. Bukan sesuatu hal yang buruk, mereka hanya ingin berbicara sebentar saja," jawab Nala.


Amanda dan Rayhan lalu mengikuti langkah Nala, sedangkan Kenzo yang yang melihat kepergian Amanda pun meminta ijin pada Cleo untuk keluar sebentar.


"Cleo, aku keluar sebentar. Aku ingin berbicara dengan seorang temanku di luar."


"Iya Kenzo," jawab Cleo.


Sementara Amanda dan Rayhan yang kini sudah sampai di meja tempat Leo dan Calista lalu duduk di samping Clarissa yang kini masih terlihat malu-malu dan canggung.


"Rayhan, Amanda, aku ingin berbicara sesuatu hal yang penting dengan kalian berdua," ucap Leo saat Rayhan dan Amanda duduk di depannya.


"Ada apa Kak Leo?" tanya Rayhan.


"Ini tentang hubungan anak kita," jawab Leo.


"Anak kita?" Rayhan dan Amanda pun saling berpandangan.


"Maaf, kami benar-benar tidak mengerti," jawab Rayhan.

__ADS_1


"Rayhan, Amanda, anak kita sedang menjalin hubungan dekat, bahkan mereka sudah berpacaran."


"APAAAA?" teriak Amanda dan Rayhan bersamaan


Amanda lalu menatap Clarissa. "Clarissa kenapa kau tidak mengatakan semua ini pada Mama? Kenapa kau tidak pernah membawa Nathan ke rumah?"


"Maaf Ma, aku belum siap."


"Jadi benar kau memiliki hubungan dengan Nathan?"


Clarissa pun menganggukan kepalanya.


"Ya, mereka saat ini sedang berpacaran, dan aku mau mereka menikah secepatnya, kami ingin melamar putri kalian, Clarissa untuk Nathan. Kami ingin mereka menikah secepatnya."


"YES!" teriak Nathan. Tapi Clarissa menatap Nathan dengan tatapan tajam.


"Maaf Om, apa ini tidak terlalu cepat? Kami baru saja berpacaran beberapa hari, dan saya juga masih kuliah."


"Clarissa, kau tetap bisa melanjutkan kuliahmu. Lama atau sebentar sebuah hubungan itu bukanlah menjadi tolak ukur melanjutkan ke jenjang pernikahan. Tanyakan pada hati kalian, kalian yakin kan dengan hubungan yang kalian jalani?"


"Papa, tentu saja aku sangat yakin. Bukankah Papa tahu jika aku sudah ingin menikah?"


Mereka pun tersenyum mendengar jawaban Nathan. Amanda dan Rayhan lalu saling berpandangan. "Kami serahkan semuanya pada Clarissa, jika dia setuju untuk menikah dengan Nathan secepatnya, maka kami pun juga tidak keberatan, kami justru sangat bahagia putri kecil kami sudah ada yang meminangnya jadi kami tidak perlu menjaganya lebih lama."


"Hahahaha, bagus sekali. Beberapa hari lagi kami akan ke rumah kalian untuk membicarakan tentang rencana pernikahan mereka," ucap Leo yang diamini oleh semua orang yang ada di meja tersebut.


"Kau kalah gadis cantik, akhirnya kita akan segera menikah secepatnya," bisik Nathan di telinga Clarissa.


🍒🍒🍒


Abimana tampak sedang duduk di lobi hotel. "Inara dan Sharen kenapa lama sekali? Bukankah tadi mereka mengatakan akan pergi ke toilet sebentar tapi kenapa lama sekali? Sebaiknya aku tunggu di dalam mobil saja, akan kukirimkan pesan agar mereka menyusulku ke dalam mobil," gerutu Abimana, dia kemudian memainkan ponselnya sambil berjalan ke arah mobilnya.


Namun saat sedang melangkah, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya. Sayup-sayup, kini mulai terdengar suara panggilan dari seorang laki-laki pang belakangnya.


"Papa!" panggil sebuah suara. Namun Abimana mengabaikan panggilan suara itu karena mengira itu bukan panggilan untuknya.


"Papa! Papa Abimana!"

__ADS_1


__ADS_2