Bed Friend

Bed Friend
Bersikap Bodoh


__ADS_3

"CLARISSA! JANGAN JADI MANUSIA BODOH! SEMUA YANG NATHAN ALAMI HANYALAH SEBUAH MUSIBAH! TIDAK ADA MANUSIA YANG MENGINGINKAN MUSIBAH SEPERTI YANG DIALAMI OLEH NATHAN! LALU KAU DENGAN ANGKUHNYA MAU MENINGGALKAN NATHAN BEGITU SAJA PADAHAL DIA SUDAH BEGITU BERSUNGGUH-SUNGGUH UNTUK MEMPERTAHANKANMU! JANGAN BERSIKAP BODOH HANYA UNTUK MEMPERTAHANKAN EGOMU SAJA CLARISSA!" teriak Rayhan.


"Bukannya aku ingin meninggalkan Kak Nathan Pa, tapi aku kasihan pada Kak Sharen."


"Pikirkan baik-baik Clarissa! Apakah Sharen menginginkan pernikahan ini? Dia juga tidak menginginkan pernikahan ini? Lalu kau memaksakan kehendakmu agar Nathan dan Sharen menjalani pernikahan ini? Kau pikir mereka bahagia? Mereka juga akan tersiksa, Clarissa! Dan itu semua terjadi karena kau! Kau yang sudah egois karena memaksakan kehendakmu!"


"Clarissa, benar apa yang Papamu katakan, cepat kejar Nathan sekarang juga! Cepat kejar Nathan, Clarissa!" perintah Amanda.


Clarissa kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu keluar dari rumahnya dan melihat mobil Nathan yang masih terparkir di depan rumahnya, dia kemudian menghampiri mobil tersebut, namun di dalam mobil tersebut, Nathan tidak ada di dalamnya. Clarissa pun semakin panik, dia kemudian berjalan keluar dari halaman rumahnya dan mencari keberadaan Nathan di sekitar komplek tersebut.


"Kak Nathan! Kak Nathan!" teriak Clarissa sambil terus berlari menyusuri jalanan yang ada di sekitar rumahnya, namun jalanan itu tampak kosong, tak terlihat seorang pun di sekitar komplek itu.


"Kak Nathan! Kak Nathan!" teriak Clarissa terus menerus.


"KAK NATHAN!"


"KAK NATHAN!" teriak Clarissa berulangkali.


"KAK NATHAN JANGAN TINGGALKAN AKU!"


"KAK NATHAN JANGAN TINGGALKAN AKU!" teriak Clarissa sambil menjatuhkan tubuhnya di atas tanah.


"KAK NATHAN!" teriak Clarissa kemudian menutup wajahnya sambil terus menangis. Perlahan Clarissa pun bangun lalu berjalan dengan langkah lunglai menuju ke rumahnya.

__ADS_1


"Kak Nathan," isak Clarissa sepanjang perjalanan menuju ke rumahnya. Saat memasuki halaman rumah miliknya tiba-tiba pintu gerbang rumah itu terdengar kembali terbuka lalu suara langkah kaki pun terdengar mendekat ke arah Clarissa. Kini, sebuah dekapan hangat pun menempel di punggung Clarissa diikuti tetesan air mata yang mulai membasahi tengkuk dan bahunya.


"Kak Nathan," ucap Clarissa lirih sambil meneteskan air matanya.


"Ya, ini aku. Aku memutuskan untuk kembali setelah mendengar teriakkanmu, aku tidak tahu teriakkan yang kudengar itu hanya sebuah halusinasiku saja atau benar-benar sebuah kenyataan, tapi saat aku mendengar suaramu kembali, aku menghentikan langkahku lalu memutuskan untuk kembali dan memohon lagi padamu. Aku bisa melakukan apapun hal tersulit di dunia ini tapi tolong jangan memintaku untuk memutuskan hubungan ini, karena itu tidak hanya sulit bagiku tapi sama saja kau membunuhku secara perlahan. Kau adalah pelangiku yang membuat hidupku indah, lalu bagaimana jika pelangiku pergi meninggalkan aku? Untuk apa aku hidup? Apa artinya kehidupan ini jika tidak lagi indah? Clarissa, sekali lagi aku memohon padamu, tolong jangan pernah memutuskan hubungan ini, tolong jangan pernah meninggalkan aku, tolong tepati janjimu untuk tidak akan pernah pergi meninggalkan aku," ucap Nathan dengan begitu terisak diiringi air mata yang membanjir wajahnya, tangannya pun kian erat memeluk Clarissa.


Clarissa lalu membalikkan tubuhnya. "Itu aku, aku yang berulangkali meneriakkan namamu dan bukan halusinasimu saja, aku baru menyadari betapa berartinya dirimu dalam hidupku, saat melihatmu pergi tubuhku terasa begitu lemas dan tak berdaya, sebagian nyawaku terasa hilang, aku sangat tidak berdaya tanpamu, Kak. Maaafkan aku, aku tidak akan pernah memutuskan hubungan ini ataupun meninggalkanmu, maaf jika tadi aku terlalu egois mempertahankan pendirianku, aku sangat mencintaimu, Kak. Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkanmu jika kau adalah pemeran utama dalam hidupku? Apa yang bisa kulakukan tanpamu?" jawab Clarissa sambil menatap Nathan.


"Jadi kau tidak akan pernah meninggalkanku kan?"


"Tidak akan."


"Kau juga mau menikah denganku kan?"


"Terimakasih Clarissa, terimakasih," sahut Nathan, dia kemudian tersenyum sambil menghapus air mata di wajah Clarissa. Clarissa pun membalas senyuman itu sambil menghapus air mata di wajah Nathan.


"Aku tidak mau membuatmu merasa tersakiti lagi, aku tidak ingin menyakitimu, aku sangat mencintaimu Clarissa," ucap Nathan sambil memegang wajah Clarissa.


"Ya, aku tahu itu," jawab Clarissa kemudian menempelkan wajahnya di wajah Nathan.


"Aku mencintaimu, jadi ingat kau tidak akan kuizinkan untuk meninggalkan aku, baik hari ini, esok, lusa ataupun selamanya, apa kau mengerti?"


Clarissa pun menganggukan kepalanya, mereka kemudian tersenyum lalu mulai menempelkan bibirnya, dan kini keduanya tampak saling memagut satu sama lain.

__ADS_1


"NATHAN! CLARISSA!" teriak seseorang yang kini berdiri di samping mereka.


NOTE:


Yang protes kenapa Nathan tidak langsung menceraikan Sharen TOLONG DIBACA LAGI DENGAN BAIK DAN BENAR YA! KALAU CALISTA MELARANG LANGSUNG DICERAIKAN KARENA MELIHAT KONDISI PSIKOLOGIS SHAREN YANG SEDIKIT TERTEKAN SAAT KEJADIAN ITU! TOLONG DI BACA BAIK-BAIK DAN TINGKATKAN LITERASI!


Yang pengin baca kata² romantisnya Nathan lagi pake lagu romantis yang udah aku edit bisa follow ig sama fb aku ya, sering aku jadiin story ig sama fb


Ig : queenweny


fb : Weny Hida


terimakasih 🥰😍


Mampir juga ya ke karya Kak Haryani, judulnya Noda Hitam Di Atas Pernikahan dijamin ceritanya keren banget bikin baper deh



Blurb:


Ketika harga diri seorang wanita tidak lebih dari selembar materai, mampukah ia bertahan di dalam keluarga yang kaya raya dan terpandang.


Hidup di dalam garis kemiskinan membuat Virgo harus digadaikan demi membayar hutang kedua orang tuanya. Bertemu dengan Dylan seorang pemuda yang terkenal dingin dan ringan tangan membuatnya berjuang ekstra demi bisa bertahan hidup.

__ADS_1


__ADS_2