Bed Friend

Bed Friend
Istri Dari Nathan


__ADS_3

Sharen melirik pada Leo dan Calista yang kini sedang sarapan di depannya. 'Sejak aku ada di sini, Om Leo belum pernah sekalipun berbicara denganku, dia memang benar-benar menyeramkan, seperti yang orang-orang katakan,' gumam Sharen. Meskipun kini masih diliputi perasaan takut Sharen pun mulai mencoba membuka suaranya.


"Emh, Tante Calista, Om Leo. Bolehkah aku pergi ke rumah temanku sekarang?" tanya Sharen.


Calista lalu memandangnya. "Oh tentu saja, Sharen. Kau akan diantar oleh supir pribadiku."


"Baik terimakasih banyak, Tante."


Sharen kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu menuju ke halaman depan rumah dan menyuruh supir pribadi Calista untuk mengantarkannya ke apartemen milik orang tua angkatnya.


Sementara Calista melirik pada Leo yang kini masih menikmati sarapannya. "Kenapa kau belum pernah berbicara dengan Sharen?"


"Kau sudah tahu alasannya, dia berbeda dengan Kenzo. Kenzo adalah putra Abimana, tapi saat itu Amanda adalah istri sah dari Abimana. Sedangkan Sharen? Saat itu Ghea masih menjadi selingkuhan dari Abimana, jadi Sharen lahir di luar pernikahan Abimana dan Ghea, bukankah bisa dibilang Sharen adalah anak haram Abimana dengan selingkuhannya?"


"Tapi Leo, Sharen tidak bersalah. Tidak ada seorangpun yang ingin dilahirkan dari sebuah hubungan terlarang."


"Maafkan aku Calista, tapi aku belum bisa bersikap lebih ramah padanya, jadi tolong jangan memaksaku."


Calista pun hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Leo. "Calista, aku berangkat ke kantor sekarang, aku ingin memastikan pekerjaan anak manja itu," ujar Leo. Dia kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan kearah pintu diikuti Calista yang kini berjalan di sampingnya.


Saat mereka membuka pintu rumah itu, tampak Abimana dan Inara sudah berdiri di depan rumah mereka. "Inara, Abimana," ucap Calista.


Abimana dan Inara pun tersenyum. "Maaf jika kedatangan kami mengganggu kalian, sebenarnya ada hal penting yang ingin kami bicarakan."

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita masuk, kita bicara di dalam saja," jawab Calista. Dia kemudian menarik tangan Leo memasuki rumah mereka kembali. Leo pun mengikuti kemauan Calista meskipun sedikit merasa tidak nyaman dengan kedatangan Abimana.


"Ada apa Inara, Abimana? Apa kalian ingin bertemu dengan Sharen?" tanya Calista.


"Kami memang ingin bertemu dengan Sharen, tapi maaf sebenarnya itu bukan tujuan utama kami."


"Lalu apa tujuan utama kalian datang ke sini?" sahut Leo.


"Begini Kak Leo, maafkan kami. Sebenarnya kami baru saja mengetahui tentang hubungan Nathan dan Clarissa, tolong maafkan kami. Jika saja saat itu kami tahu Nathan sudah bertunangan dengan Clarissa, kami tentu tidak akan membiarkan Nathan menikahi Sharen. Jujur saja, kami tidak ingin Sharen menjadi penyebab masalah hubungan diantara Nathan dan Clarissa."


"Kalian tenang saja, tidak ada yang perlu kalian khawatirkan dengan hubungan Clarissa dan Nathan. Semua masih berjalan dengan lancar," jawab Leo.


"Tapi Kak Leo, kami tidak ingin Sharen berdiri diantara dua orang yang saling mencintai."


"Kami ingin Nathan segera menceraikan Sharen secepatnya, jika Nathan bisa melakukannya hari ini, lakukan saja. Kami ikhlas."


"Benarkah? Apa kalian tidak merasa keberatan dan dipermainkan?"


"Tentu saja tidak Kak Calista, kami tidak ingin Sharen menjadi penghalang dua orang yang saling mencintai."


"Bagus Abimana, ternyata kau tidak seburuk yang kupikirkan, nanti akan kubicarakan hal ini dengan Nathan di kantor karena dia tidak tinggal di sini."


"Iya Kak Leo. Tapi, bisakah aku meminta tolong pada kalian?"

__ADS_1


"Ya, tentu. Katakan saja apa yang kalian inginkan?"


"Bisakah kami menitipkan Sharen di rumah ini? Setidaknya selama satu bulan ke depan, terus terang saja, untuk saat ini tekanan dari kerabat dan tetangga akibat kejadian tersebut masih kami alami, kami hanya tidak ingin kondisi psikologis Sharen terganggu, kami hanya ingin dia tinggal di lingkungan yang sehat sehingga dia tidak mendengar suara-suara sumbang yang menyebabkan kesehatan mentalnya terganggu."


"Tentu, Sharen bisa tinggal di rumah ini sampai kapanpun yang dia mau. Dia aman disini karena tidak ada yang mengenalnya, lagipula Nathan juga sudah tidak tinggal di sini lagi."


"Terimakasih banyak," jawab Abimana dan Inara bersamaan.


🍒🍒🍒


"Pak Ahmad, tolong tunggu di sini sebentar, tunggu kabar dariku. Kalau adikku ada di apartemen, Bapak lebih baik tunggu di rumah, jemput saja nanti saat menjelang makan siang," ucap Sharen pada supir Calista yang mengantarnya. Dia kemudian turun dari mobil lalu berjalan ke arah pintu masuk apartemen tersebut, namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat Nathan yang terlihat sedang berpelukan lalu berciuman dengan seorang wanita. Sayangnya Sharen tidak melihat wajah wanita itu karena posisinya yang membelakanginya.


"Bukankah sudah kubilang kau tidak usah mengantarkan aku sampai ke basemen?" ujar Nathan saat selesai berciuman dengan Clarissa.


"Memangnya kenapa?"


"Kau semakin membuatku malas untuk pergi ke kantor."


"Ck! Dasar pemalas, cepat berangkat Kak. Nanti Papa marah kalau kau terlambat."


Nathan pun tersenyum, lalu mengecup kening Clarissa kemudian pergi meninggalkan Clarissa menuju ke mobilnya. Sementara Clarissa berjalan memasuki gedung apartemen itu lagi.


'Jadi, kekasih Nathan juga tinggal disini? Sayangnya aku tidak bisa melihat wajahnya,' gumam Sharen. Saat melihat Nathan sudah pergi mengendarai mobilnya, dia kemudian bergegas menghampiri wanita yang baru saja bermesraan dengan Nathan.

__ADS_1


"Permisi, bisakah kita berbicara sebentar? Saya Sharen, istri dari Nathan yang baru saja bermesraan dengan anda," sapa Sharen pada Clarissa yang berjalan di depannya dengan posisi masih membelakanginya. Mendengar suara Sharen, langkah Clarissa pun terhenti, sekujur tubuhnya kini pun terasa begitu kaku.


__ADS_2