Bed Friend

Bed Friend
Suara Bel


__ADS_3

"Abimana, kenapa kau diam? Kenzo sudah memanggilmu dengan sebutan Papa kan? Seperti yang kau impikan, panggilan Papa dengan rasa sayang dan keikhlasan meskipun dia sudah tahu tentang dirimu yang sebenarnya?"


Abimana pun mengangguk sambil tersenyum. "Ya, iya Inara. Dia sudah memanggilku dengan sebutan Papa, seperti yang kuimpikan saat ini," jawab Abimana sambil meneteskan air matanya. Inara kemudian menggenggam tangan Abimana.


"Kau bahagia, Abimana?"


"Ya, tentu saja, tentu saja aku sangat bahagia, Inara."


Inara kemudian memeluk kembali tubuh Abimana. "Aku tahu itu, aku tahu suatu saat anak-anakmu pasti bisa menerima keadaan dirimu yang sebenarnya, dan sekarang saat itu sudah tiba. Berbahagialah Abimana, penantianmu sudah berakhir, dan doamu sudah dikabulkan oleh Tuhan."


"Iya Inara, terimakasih banyak."


"Lebih baik kita tidur sekarang, kau masih sakit. Kau harus sembuh untuk bisa datang ke pesta pernikahan putramu."


"Ya," jawab Abimana. Mereka kemudian masuk ke dalam kamar. Abimana lalu menatap Inara yang kini berjalan di sampingnya. 'Inara, kau sudah terlalu lama mendampingiku dalam duka, tidak akan kubiarkan kau ikut bersedih melihat keadaanku saat ini, dua puluh tahun lebih kau menemaniku dalam duka ini, sebenarnya aku lelah, sangat amat lelah. Jika waktu bisa kuputar kembali, aku lebih memilih menjalani hukuman mati dibandingkan dengan hidup seperti ini,' gumam Abimana.


🍒🍒🍒


Nathan perlahan membuka matanya saat mendengar suara bel di apartemen milik Clarissa. 'Astaga, kami ketiduran di depan televisi, ternyata ini sudah malam' gumam Nathan saat melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul sembilan malam, dia kemudian mendengar suara bel kembali berbunyi.


TETTTT TETTTT


"Itu pasti pesanan makanan yang kupesan tadi," ucap Nathan, dia kemudian bergegas membukakan pintu lalu mengambil makanan dari kurir pengantar makanan tersebut. Nathan kemudian merebahkan tubuhnya kembali di atas sofa setelah menaruh makanan itu di atas meja makan. Dia kemudian tersenyum saat melihat sosok wanita yang kini tertidur di sampingnya, lalu perlahan dia mendekap tubuh Clarissa.


'Aku sebenarnya tidak mengerti apa yang sedang terjadi di dalam hidupku. Aku bertemu dengannya dan jatuh cinta padanya dengan begitu cepat, meskipun singkat tapi dia begitu melekat di dalam hatiku, dan kuharap dia bukan hanya sekedar hadir tapi juga menjadi takdir yang akan menjalani komitmen bersamaku. Aku tidak hanya ingin kau sekedar menjadi momen dalam bagian hidupku tapi juga menemaniku sepanjang hidupku, aku mencintaimu, Clarissa,' gumam Nathan sambil membelai wajah Clarissa.


Mendapat sentuhan lembut dari Nathan, perlahan Clarissa pun membuka matanya. Namun dia langsung berteriak saat melihat Nathan yang tidur di sampingnya, dan memukul tubuh Nathan dengan menggunakan bantal sofa yang ada disampingnya.


BUGHHHH BUGHHHH


"Aduhhh! Sakit Clarissa! Apa yang kau lakukan padaku? Kau baru bangun lalu tiba-tiba memukulku begitu saja!"

__ADS_1


"Kak Nathan! Apa kau tidak melihat, kita sudah tidur bersama! Kau pasti sudah menodaiku, kau memang benar-benar jahat Kak! Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan!" teriak Clarissa.


"Enak saja, kau jangan menuduhku sembarangan tanpa bukti, Clarissa!"


"Aku bukannya menuduhmu tanpa bukti Kak! Lihat ini, lihat yang kau lakukan padaku! Kita tidur bersama di atas sofa bed seperti ini? Kau pasti sudah meniduriku dan menodaiku kan kak?"


"Astaga, Clarissa! Tadi sore kita hanya sekedar tidur bersama! Tidak lebih, aku belum pernah menyentuhmu! Hanya sekedar mencium bibirmu dan memelukmu saja! Apa kau sudah lupa tadi sore kau menonton televisi dalam dekapanku, kita mungkin ketiduran di sini, sungguh aku tidak melakukan apapun padamu, Clarissa. Kalau kau tidak percaya coba kau periksa lagi tubuhmu, apakah ada bekas jejakku di tubuhmu?" gerutu Nathan.


BUGHHHH BUGHHHH


"Kak Nathan! Lancang sekali kau menyuruhku memeriksa keadaan tubuhku di depanmu! Ternyata kau sangat me*um padaku!"


Nathan kemudian mengusap wajahnya dengan kasar. Dia lalu mencengkram lengan Clarissa sambil menatapnya dengan tatapan begitu dalam.


"Clarissa dengarkan aku, aku belum pernah menyentuh tubuhmu ataupun menodaimu, tadi sore kita hanya tidak sengaja tidur di sini, percayalah aku tidak sedang berbohong padamu, jika kau tetap tidak percaya padaku, aku akan membuktikannya."


"Bagaimana kau mau membuktikannya?"


"KAK NATHAN! Ini bukan waktunya untuk bercanda!"


"Aku juga tidak sedang bercanda, aku memang tidak melakukan apapun tadi, tapi jika kau menginginkan bukti jika aku belum pernah menyentuhmu aku akan memberi bukti sekarang."


"Memberi bukti dengan cara menyentuhku? Itu sama saja Kak Nathan!" jawab. Clarissa.


"Jadi kau percaya padaku kan? Aku benar-benar belum pernah menyentuhmu?"


"Baik, aku percaya."


"Lalu apakah sekarang aku boleh menyentuhmu?"


"Enak saja!" gerutu Clarissa. Nathan pun tersenyum kemudian mendekatkan tubuhnya pada Clarissa lalu memeluknya dari belakang dan mulai menciumi tengkuk indah Clarissa. Clarissa pun hanya memejamkan matanya lalu mengikat rambutnya agar Nathan lebih leluasa menguasai setiap bagian dari tubuhnya.

__ADS_1


"Jadi kau menyukainya? Kau menyukai sentuhanku?"


Clarissa hanya bisa mengangguk sambil menikmati kecupan dan is*pan dari Nathan di leher dan tengkuknya. Nathan kemudian membalik tubuh Clarissa dan ******* bibirnya dengan begitu bergairah lalu perlahan mendorong tubuh Clarissa dan mulai menguasai tubuhnya yang kini terlentang di atas sofa. Dia kemudian menciumi lehernya kembali, tangan nakalnya pun ikut turun lalu membuka kancing baju yang dikenakan oleh Clarissa.


"Kak Nathan, apa yang akan kau lakukan?" tanya Clarissa saat Nathan mulai membuka pakaian bagian atas milik Clarissa lalu mendaratkan kecupan di atas b*ah da*a Clarissa yang kini hanya tertutup sebuah b*a berwarna hitam.


"Bagaimana apakah kau menyukainya?"


Clarissa pun menganggukan kepalanya sambil menutup matanya. "Apakah aku boleh menyentuhmu? Aku sangat mencintaimu, Clarissa. Aku ingin kau hanya menjadi milikku seutuhnya."


Clarissa pun mengangguk lagi. "Ya, lakukan saja apa yang kau inginkan, Kak. Aku juga mencintaimu, aku mencintaimu Kak Nathan."


Nathan kemudian melepaskan kait b*a milik Clarissa dan mulai mengulum dan menghisap b*ah da*anya yang membuat Clarissa mengeluarkan de*ahan dan eran*an.


"Oughhh.. Oughhh Kak Nathan!" teriak Clarissa yang membuat Nathan semakin bergairah, namun tiba-tiba bel apartemen kembali berbunyi.


TETTTTTT TEEETTTTTTT


NOTE:


Dear, mampir juga ya ke karya bestie othor ya karya Kak Susi Similikity judulnya Istri Kecil Dosen Muda dijamin ceritanya seru banget, recommend banget deh.



Blurb:


Seoarang mahasiwi polos, cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya dan ternyata pria yang akan di jodohkan dengan dia, tak lain adalah Dosen nya sendiri yang sikapnya teramat dingin. Namun siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan tentang rahasia jati dirinya yang sebenarnya.


Bagaimanakah sikap mereka di kampus?


Akankah mereka saling mencintai?

__ADS_1


Apa sang Dosen akan menerima jika dia mengetahui tentang jati diri gadis itu yang sebenarnya?


__ADS_2