Bed Friend

Bed Friend
Monolog


__ADS_3

Beberapa anak buah Zack mendekat ke arah Olivia. "Apa yang akan kalian lakukan? Apa yang akan kau lakukan padaku, Zack? Bagaimanapun juga aku masih ibu mertuamu kau harus menghormatiku, Zack!"


"Mama Olivia bukankah tadi sudah kukatakan, aku hanya ingin bertemu dengan istriku. Apa aku salah kalau aku ingin bertemu dengan istriku?"


"Salah! Dan tak akan kuperbolehkan sampai kapanpun karena kau yang telah membuat putriku seperti itu! Kau bahkan tidak pantas untuk bertemu dengannya!"


"Mama, apa mama lupa kenapa aku bersikap seperti ini? Bukankah putrimu yang tidak pernah bisa menjadi istri yang baik untukku?"


"Itu karena kau selalu bersikap kasar dan over protective padanya! Dan satu hal, kau sampai menghabisi laki-laki yang dicintai oleh Laurie padahal mereka sudah tidak berhubungan satu sama lain!"


"Cih, tidak berhubungan kata Mama? Itu menurut mama. Berulang kali aku pernah memergoki putrimu sedang menelepon padanya!"


"Putriku sampai bersikap seperti itu karena lelah dengan semua sikapmu, Zack!"


"Lelah kenapa Ma? Bukankah kami belum lama menikah? Kami baru tiga bulan menikah dan dia lelah padaku?"


"Siapa yang tidak lelah kalau selalu mendapat tekanan darimu? Kau selalu mengatur putriku di luar batas kewajaran! Bahkan sekedar keluar dari rumah pun kau tidak memperbolehkannya!"


"Mama Olivia, apa mama tidak sadar kalau aku bersikap seperti itu karena aku terlalu mencintai putri mama ini?"


"Cinta katamu? Cinta tidak seperti itu Zack! Cinta tidak pernah membuat orang yang dicintainya menderita."

__ADS_1


"Aku tidak pernah berniat membuat putrimu menderita Mama Olivia. Bukankah sejak awal kami menikah, aku sudah berjanji padamu dan Papa Kenan untuk membuat Laurie bahagia?"


"Tapi nyatanya kau telah membuatnya menderita! Kau hanya sebagai suaminya suami diatas kertas tapi kau tidak pernah memahami bagaimana perasaan putriku!"


"Mama bilang perasaan Laurie? Bagaimana aku bisa memahami perasaan Laurie karena dia saja tidak pernah memberikan perasaannya padaku? Sejak menikah dia tidak pernah mencintaiku kan Ma? Dan aku selalu menerima dia apa adanya. Tapi Laurie tetap saja tidak bisa menerima keberadaanku sebagai suaminya."


"Itu karena caramu salah Zack! Kau bahkan terlalu protektif padanya! Wanita tidak sepantasnya diperlakukan seperti itu! Kau selalu mengancamnya dan memukulnya!"


"Mama Olivia, aku baru pernah memukulnya kemarin Ma! Lalu dia mencoba kabur dan terjatuh saat menuruni anak tangga, bertepatan saat mama datang ke rumah. Mama Olivia tidak tahu sebenarnya apa yang telah terjadi diantara kami, dan aku tidak seburuk yang Mama pikirkan."


"Zack kupikir kau pintar! Tapi ternyata kau sangat bodoh! Apa kau tidak tahu kalau sebuah ancaman merupakan bentuk verbal harrasement yang membuat mental Laurie tertekan! Dengarkan aku Zack, kemarin Dokter bahkan mengatakan kalau Laurie sudah tidak memiliki keinginan untuk hidup! Selain luka memar di tubuhnya, ada salah satu sistem saraf di tubuhnya yang tidak bekerja secara optimal. Itulah sebabnya dia mengalami koma! Dan itu semua karenamu, Zack! Karena itulah sampai kapanpun aku tidak pernah mengijinkanmu menemui putriku!"


"Mama Olivia, stop! Aku tidak mau bertengkar denganmu, Ma. Tolong beri aku waktu untuk bertemu dengan Laurie, aku masih suaminya dan aku berhak untuk menemuinya."


"Tapi aku memaksa, Ma! Aku ingin bersama Laurie!" ujar Zack. Dia kemudian memberi kode pada para anak buahnya untuk menyingkirkan Olivia dari ruangan itu.


Beberapa anak buah tersebut, lalu mendekat ke arah Olivia dan mencekal tangannya serta menggiring tubuhnya keluar dari ruang perawatan itu.


Olivia yang tidak berdaya dicekal oleh beberapa orang pria yang tenaganya jauh lebih kuat darinya hanya bisa mengikuti kemauan mereka, meskipun dengan begitu terpaksa.


Olivia hanya bisa berteriak sambil mengumpat, dia pun terpaksa menyeret kakinya mengikuti paksaan langkah anak buah Zack.

__ADS_1


"Awas kau Zack, awas kalau kau berani macam-macam pada putriku lagi! Tidak akan kubiarkan kau hidup tenang dan akan kulaporkan juga bisnis harammu pada kepolisian!" teriak Olivia.


Mendengar ancaman Olivia, Zack hanya tersenyum getir. "Polisi? Memangnya aku takut pada polisi? Beberapa orang dari mereka saja banyak yang hidup dari uangku," kekeh Zack.


Dia kemudian mendekat ke arah Laurie, lalu duduk di samping brankar. Zack menatap wajah cantik itu, wajah cantik yang kini dipenuhi oleh selang yang menempel di tubuhnya. Wajah cantik yang kini terlihat pucat dan tidak berdaya.


Zack kemudian memainkan jemarinya di wajahnya lalu membelai rambutnya hitamnya. "Cantikku sayang," ucap Zack sambil tersenyum kecut.


"Istriku Laurie, maafkan aku. Sungguh aku tidak pernah berniat membuatmu seperti ini. Bukankah kau tahu, aku sangat mencintaimu. Bahkan selama kita menikah, aku belum pernah menyentuh tubuhmu, itu karena aku begitu mencintaimu. Aku selalu menunggu saat itu, saat kau memberikan jiwa dan ragamu untukku. Tetapi kenapa kau tidak pernah memberiku kesempatan untuk masuk ke dalam hidupmu? Kau tidak pernah memberiku kesempatan untuk untuk bisa merebut hatimu dari laki-laki itu, mantan kekasihmu yang sekarang sudah menjadi bangkai di bawah tanah. Laurie sayang, mungkin caraku mendekatimu memang salah. Aku sudah memaksa orang tuamu dengan ancaman yang begitu kejam untuk menikahkan kita berdua. Namun, hanya itu yang bisa kulakukan untuk mendapatkanmu."


Zack menutup matanya, lalu menghembuskan nafas yang terasa begitu berat dan menyesakkan dadanya.


"Laurie, kenapa kau tidak pernah memberi kesempatan padaku? Apa kesalahanku telah membunuh mantan kekasihmu itu sebuah kesalahan yang begitu besar di matamu? Bukankah itu hanyalah sebagai perwujudan rasa cintaku padamu agar kau tak berpaling lagi padanya. Apakah itu salah? Laurie sayang, kau adalah milikku. Sejak pertama kita bertemu dan aku jatuh cinta padamu kau adalah milikku. Dan jika aku menginginkan sesuatu, maka tidak ada yang boleh untuk menolaknya termasuk dirimu ataupun keluargamu. Semua yang kuinginkan harus menjadi milikku," ucap Zack.


Dia kemudian membelai rambut laurie kembali. "Laurie, lihat rambutmu begitu kusut. Aku sudah membawakan sisir untukmu, Laurie. Biar kusisir rambutmu ya," ujar Zack.


Dia kemudian mengambil sisir yang ada di saku jasnya, lalu perlahan menyisir rambut hitam itu. "Sudah sayang, sekarang rambutmu jauh lebih rapi," ucap Zack. Dia kemudian menggenggam tangan Laurie.


"Laurie, lihat kuku-kuku di jarimu sudah tidak rapi. Maaf kalau aku lupa tidak membawakan gunting kuku untukmu. Besok kalau aku menjengukmu lagi, aku bawakan gunting kuku untukmu. Sayang, aku tahu dulu kau selalu merawat kuku dan rambutmu di salon kan? Kau tenang saja, meskipun kondisimu seperti ini, takkan kubiarkan rambut dan kukumu rusak. Laurie sayang, ayo bangun. Aku ingin menjalani hari-hariku kembali bersamamu, aku sangat kehilanganmu dan merasa sangat kesepian tanpamu."


Baru saja Zack menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba pintu perawatan itu terbuka.

__ADS_1


BRAKKKK


"ZACKKKKK!"


__ADS_2