
Zack yang mendapat pelukan tiba-tiba dari Nala pun begitu terkejut. Sebenarnya dia enggan pada wanita yang terlihat sangat menyebalkan di matanya itu, tapi dia juga kasihan pada Nala yang saat ini terlihat begitu sedih. Dia pun akhirnya membiarkan Nala menangis di dalam pelukannya. Sesekali dia mencoba menepuk bahunya dengan gerakan yang begitu kaku karena tak pernah melakukan itu pada seorang wanita. Termasuk pada Laurie yang tidak pernah mau disentuh olehnya. Sebut saja Zack sangatlah awam dalam percintaan. Meskipun dia seorang pemimpin mafia terbesar, tapi dia tidak pernah mengenal wanita seperti kebanyakan teman-temannya.
Entah mengapa, sejak dulu Zack merasa tidak pernah tertarik pada wanita-wanita sering kali menggodanya saat melakukan transaksi bisnis. Baginya, wanita itu begitu murahan. Dan Zack tidak pernah mau bersentuhan dengan wanita-wanita itu. Namun, semuanya berubah saat dia melihat Laurie. Pertemuannya dengan Laurie terjadi di sebuah panti asuhan. Saat itu, Laurie sedang memberikan sumbangan pada anak-anak panti, sedangkan dirinya sedang melakukan kunjungan rutin di panti itu. Sebuah kunjungan yang menjadi rahasianya.
Sejak pertama melihat Laurie, jantung Zack berdegup begitu kencang. Dia baru pernah merasakan getaran sedahsyat ini di dalam hatinya. Laurie sangatlah cantik, dan terlihat seperti bidadari. Dia bahkan tak mampu mengalihkan pandangannya dari Laurie, meskipun hanya sebentar saja.
Zack kemudian mendekat ke arah Laurie, dan mencoba berkenalan dengannya. Laurie pun membalas uluran tangan Zack, meskipun dengan sikapnya yang begitu dingin. Setelah itu, Laurie berlalu meninggalkannya begitu saja. Ya, sebenarnya itu adalah sebuah penolakan secara halus jika sejak awal, Laurie memang tidak pernah tertarik padanya. Tapi, hal itu membuat Zack semakin merasa penasaran.
Sejak saat itu, Zack mulai menyelidiki siapa Laurie sebenarnya yang ternyata anak dari seorang pengusaha ternama, Kenan Akmal. Berbagai cara pun Zack lakukan agar bisa memiliki Laurie, termasuk melakukan berbagai manipulasi dan ancaman pada keluarga Kenan. Laurie pun akhirnya jatuh ke dalam pelukannya, namun hanya raganya saja, tidak hatinya. Karena sampai Zack membunuh laki-laki yang dicintai oleh Laurie, dia tetap saja tidak bisa melupakan laki-laki itu, malah semakin membenci dirinya, hingga akhirnya hari yang kelabu itu pun terjadi. Dimana dia melakukan pertengkaran hebat dengan Laurie yang membuat Laurie mengalami koma.
Mengingat keadaan Laurie, membuat hati Zack terasa begitu sakit. Laurie sampai mengalami hal buruk seperti ini, memang akibat ulahnya yang membuat dia belum mampu memaafkan dirinya. Lamunan Zack saat mengingat Laurie akhirnya tersentak saat Nala bangkit dari atas dada Zack. Dia kemudian menghapus air matanya.
"Kau sudah jauh lebih baik?" Nala pun menganggukkan kepalanya.
"Kau sebenarnya kenapa? Apa yang terjadi padamu?"
"Ini tentang masalah hati, masalah hati memang begitu rumit. Terkadang hati ini merasa begitu bahagia saat bertemu dengan orang yang kita cintai. Tapi, saat orang yang kita cintai itu menolak kehadiran kita di dalam hatinya, rasanya begitu sakit dan menyesakkan dada. Dan saat ini aku sedang mengalaminya."
"Apa susahnya melupakan?"
"Kau pikir mudah? Bukankah kau juga sangat sulit melupakan istrimu?"
"Jangan bawa-bawa istriku, dia terlalu spesial dan takkan pernah hilang dari hatiku."
"Meskipun seumur hidupnya dia tidak pernah mencintaimu?"
__ADS_1
"Aku tak peduli."
"Lalu apa kau bahagia hidup seperti ini? Kau hanya memiliki raganya, tapi tidak hatinya. Maafkan aku, tapi caramu mencintainya itu salah, Tuan Zack."
"Bukankah sudah kukatakan agar kau tidak usah mengajariku? Aku tahu yang terbaik untukku."
"Tapi tidak untuk dirinya, dan kau pikir batasan cinta hanya untuk memiliki? Tidak sesempit itu, Tuan Zack. Cinta adalah kebahagiaan, termasuk memberikan kebahagiaan pada orang yang kita cintai. Dan kau tidak pernah melakukan itu, Tuan Zack. Kau terlalu pengecut untuk memahami arti cinta yang sebenarnya."
"DIAM! BUKANKAH SUDAH KUKATAKAN AGAR KAU TIDAK USAH MENGAJARIKU? AKU TAHU APA YANG TERBAIK BAGIKU!"
"Tapi tidak bagi dirinya!"
PLAKKKK
Sebuah tamparan keras pun mendarat di pipi Nala. Nala pun menatap Zack dengan tatapan tajam, namun detik berikutnya mata itu berembun. Lalu, tetes demi tetes butiran bening mulai keluar begitu saja dari kedua sudut matanya.
Gadis cantik yang begitu ceria dan sering dia panggil dengan sebutan siluman ular itu kini terlihat begitu rapuh di hadapannya. Baru saja dia merasakan patah hati, yang begitu menyakitkan di dalam hatinya, dan kini ditambah tamparan keras dari Zack yang tentunya semakin menambah rasa perih di dalam hatinya. Gejolak yang ada di dalam hati Zack, akhirnya membuatnya perlahan membuka suaranya, dan mengucap kata maaf dari bibirnya. Sebuah kata yang tidak pernah dia ucapkan sebelumnya, kecuali pada Laurie.
"Maafkan aku," ucap Zack yang membuat Nala seketika menghentikan tangisnya. Dia lalu mengangkat wajahnya, yang sebelumnya dia tutupi dengan kedua tangannya.
"Maafkan aku..., emh siapa namamu, aku lupa."
"Wanita siluman."
"Bukan."
__ADS_1
"Wanita bodoh."
"Bukan, nama aslimu? Siapa nama aslimu."
"Caca."
"Oh iya Caca, maafkan aku. Maaf, aku memang tidak suka berdebat karena kebenaran itu mutlak bagiku," ucap Zack berharap Nala menghentikan tangisnya.
Nala pun tersenyum kecut mendengar perkataan Zack. "Kau sudah bisa tersenyum?"
"Apa salah kalau aku tersenyum?"
"Tidak, tapi sebelumnya aku tidak pernah membuat orang lain tersenyum. Mungkin kau satu-satunya orang yang kubuat tersenyum."
"Menyedihkan sekali, ternyata hidupmu sangat menyedihkan."
"Kenapa kau lancang sekali? Bukankah aku baru saja meminta maaf, tapi kau malah selalu membuatku merasa kesal!"
"Maaf, terkadang bibir ini memang sangat sulit untuk dikendalikan, Tuan," jawab Nala, sebenarnya memang dia ingin membuat Zack merasa kesal agar Zack mengurungkan niatnya untuk membawanya pergi ke Macau. Namun, ternyata dugaan Nala salah.
"Kau sudah lebih baik kan? Kalau begitu kita pergi sekarang!" perintah Zack yang kini sudah lelah, setelah hampir seharian menemani Nala menangis.
"Sebentar Tuan."
"Apa lagi, hah? Kau masih memikirkan laki-laki itu? Sebenarnya siapa laki-laki yang membuat wanita siluman sepertimu patah hati seperti ini? Apakah itu Dokter Alvaro?"
__ADS_1
Mendengar nama Alvaro kembali disebut, tangis Nala pun kembali pecah, dia menjatuhkan tubuhnya kembali ke atas lantai sambil menangis dengan begitu terisak.
'Astaga, aku salah lagi. Haruskah aku menemaninya menangis seharian? Kenapa aku harus bertemu dengan wanita jadi-jadian seperti ini?'