
❣️ Flashback end ❣️
Kita masuk dikit ke bagian PROLOG lagi ya.
💗💗💗
Kenzo pun berlari ke arah wanita itu kemudian memeluknya sambil menciumi bahunya.
"Cleo, jangan tinggalkan aku. Jangan pernah tinggalkan aku lagi, Cleo," ucap Kenzo sambil memeluk Cleo dengan begitu kencang. Namun bukan sebuah pelukan balasan yang dia dapatkan, namun sebuah dorongan dan bentakan kasar.
"Lepaskan aku, lepaskan aku dan tolong jangan pernah menyentuhku lagi!" ucap Cleo dengan nafas tersengal-sengal sambil menatap tajam ke arah Kenzo.
"Bukankah yang seharusnya menjemputku papa dan mama, tapi kenapa kau yang harus datang? Aku tidak nau bertemu dengan lelaki seperti dirimu Kenzo!"
"Tante Vallen ada operasi mendadak sedangkan Om Firman dan papa ada urusan keluar kota. Cleo, dengarkan aku, maafkan aku Cleo, maafkan aku. Aku begitu kehilangan dirimu selama dua tahun terakhir ini, apa kau tahu bagaimana sulitnya aku menjalani hidup ini tanpamu."
"BUL*HIT! Lebih baik kau pergi sekarang juga, aku bisa pulang sendiri karena aku sudah tidak mau melihatmu lagi!"
"Cleo dengarkan aku, kenapa kau tidak pernah mau mendengar penjelasanku?"
"Aku tidak butuh penjelasan apapun darimu!"
Saat masih terlibat adu mulut, tiba-tiba seorang baby sitter dengan bayi yang kira-kira berusia satu tahun datang mendekat ke arah mereka.
"Nyonya, saya sudah mengganti popok Shane."
"Baik, ayo kita pulang sekarang."
Saat akan melangkahkan kakinya meninggalkan Kenzo, tiba-tiba Kenzo pun mencekal tangan Cleo.
"Cleo katakan padaku, siapa bayi itu? Apa kau sudah menikah dengan laki-laki lain?" tanya Kenzo sambil melihat ke sekelilingnya, namun tidak ada laki-laki di sekitar mereka.
"Dia putraku dan itu bukan urusanmu! Lebih baik lepaskan aku sekarang juga!"
"Aku tidak akan melepaskan tanganmu sebelum kau katakan padaku siapa bayi itu sebenarnya?"
"Bayi itu anakku dengan kekasihku selama aku berada di Paris!"
__ADS_1
"Tidak mungkin, itu tidak mungkin!"
"Memang itulah kenyataannya, lebih baik kau urusi saja tunanganmu itu daripada kau urusi kehidupanku!"
"Tunangan? Tunangan siapa? Aku tidak pernah bertunangan dengan siapapun."
"Jangan berbohong! Aku masih bisa melihat dengan jelas cincin yang kau kenakan di jarimu itu!"
"Ini?" tanya Kenzo sambil memperlihatkan jarinya. "Ini adalah cincin yang akan kuberikan padamu di hari itu, tapi setelah wisuda kau pergi meninggalkanku, meninggalkan kami begitu saja, apa kau tahu sejak saat itu hidupku sangat hancur?"
"Tidak usah berbohong!"
"Kalau kau tidak percaya, lihat ini aku selalu membawa cincin ini kemanapun aku pergi, satu kupakai dan satu lagi selalu kusimpan dan akan kuberikan saat aku bertemu denganmu agar semua orang tahu bahwa tidak ada yang memiliki hatiku selain dirimu, Cleo," ucap Kenzo sambil memperlihatkan sebuah cincin yang sama, seperti yang dia kenakan.
"Sekarang katakan padaku, siapa bayi itu? Dia putraku kan?"
"Maaf aku harus pulang sekarang, ayo kita pergi," kata Cleo sambil memberikan kode pada baby sitternya meninggalkan Kenzo yang masih menatap kepergiannya.
'Dia memang putramu, Kenzo. Dia memang putramu, tapi maaf semuanya sudah terlambat karena sebentar lagi aku akan menikah dengan laki-laki lain,' gumam Cleo saat meninggalkan Kenzo disertai dengan derai air mata.
"Baik, aku akan mendengar penjelasanmu tapi tidak disini dan aku juga tidak menjamin aku bisa mempercayaimu begitu saja. Sekarang lepaskan pelukanmu, ini tempat umum, Kenzo."
"Kita bicara di mobil," ucap Kenzo lalu melepaskan pelukannya dari Cleo. Dia kemudian melirik seorang bayi yang kini ada di sampingnya sedang tidur dengan begitu lelap di atas strollernya. Kenzo kemudian mendekat ke arah bayi itu lalu mengelus pipi dan rambutnya.
"Bolehkah aku menggendongnya?" tanya Kenzo. Cleo pun mengangguk meskipun dengan anggukkan yang dipaksakan disertai dengan tatapan sinis. Kenzo lalu mengangkat tubuh Shane dari atas stroller lalu menempelkan tubuhnya di atas dadanya. Sebuah perasaan hangat pun kini merasuk ke dalam hatinya. Melihat Kenzo yang sedang menggendong Shane, hati Cleo pun terasa begitu sesak. 'Dia putramu, Kenzo,' gumam Cleo sambil meneteskan air matanya.
"Cleo, kenapa kau menangis lagi? Apa aku menyakitimu lagi?"
Cleo lalu menggelengkan kepalanya. "Ayo kita pulang sekarang, Kenzo."
Kenzo lalu menganggukan kepalanya, dia kemudian menaruh Shane di atas strollernya dan membawa barang-barang bawaan milik Cleo ke mobilnya.
"Kau duduk di belakang bersamaku, baby sittermu duduk di depan saja bersama supirku."
"Aku tidak mau, nanti ada yang cemburu."
"Siapa yang cemburu? Hatiku hanya milikmu. Apa kau harus cemburu pada dirimu sendiri?" jawab Kenzo sambil tersenyum. Cleo pun hanya mendengus kesal lalu masuk ke dalam mobil Kenzo.
__ADS_1
"Kenapa dia sangat mirip denganku, Cleo?"
"Jangan pernah berharap karena dia bukanlah putramu, dia anakku dengan pacarku saat kami sedang hidup di Paris."
"Jadi kau meninggalkan aku karena ingin hidup dengan laki-laki itu?"
"Jangan memutar balikkan fakta, kau yang sudah terlebih dulu mempermainkanku, kau membohongiku dengan cinta palsumu, kau bahkan berhubungan dengan wanita itu di belakangku kan?"
"Kalau aku memiliki wanita lain di belakangmu, saat kau pergi aku pasti sudah menikah dengan wanita itu."
"Kau masih berpura-pura menungguku dan menyembunyikan hubunganmu dengan wanita itu karena kau takut tidak mendapatkan warisan dari Tante Amanda kan?"
"Kau sudah mengenalku sejak kecil, seharusnya kau tahu aku bukanlah orang yang materialistis. Cleo, kau sudah dewasa, kenapa sejak dulu kau tidak pernah bisa membuang sifat kekanak-kanakanmu. Kau selalu saja bertindak ceroboh dan tidak bisa berfikir dengan jernih saat kau sedang panik."
"Aku tidak pernah berbuat ceroboh, Kenzo. Aku bahkan sudah melihat buktinya sendiri jika kau ternyata sebenarnya mencintai Aleta, bukan aku!"
"Cincin ini?" tanya Kenzo sambil memperlihatkan sebuah cincin.
Namun Cleo hanya terdiam. "Apa kau tahu makna huruf A yang terukir ini? A artinya adalah Agatha, nama kecilmu bukan Aleta. Apa kau sudah salah faham, Cleo?"
"Tapi selama kita berpacaran kau tidak pernah memanggilku dengan nama Agatha, kenapa tiba-tiba kau mengukir huruf A di cincin itu?"
"Itu karena saat kau sudah memakai cincin ini, itu artinya kau hanya menjadi milikku, seperti nama Agatha. Hanya aku yang memanggilmu dengan nama Agatha, itu artinya Agatha adalah milikku, sama seperti dirimu yang menjadi milikku saat memakai cincin ini."
Mendengar penjelasan Kenzo, Cleo pun terdiam. 'Benarkan yang dia katakan? Oh tidak aku sebaiknya tidak percaya begitu saja,' gumam Cleo.
"Tidak usah banyak berkelit, Kenzo. Aku bahkan juga sudah melihat fotomu saat berpelukan dengan Aleta. Kau sudah mencintainya sejak dulu kan? Itulah sebabnya kau selalu meninggalkanku begitu saja saat dia menghubungimu. Lalu bagaimana dia tahu kau membeli cincin dengan inisial A jika kau tidak pernah memperlihatkan cincin itu padanya? Kau pasti sudah pernah memberikan cincin itu padanya kan Kenzo?"
"Cleo bukanlah sudah kukatakan kalau aku bertindak seperti itu karena aku kasihan padanya, tidak lebih. Lalu mengenai foto itu, apa kau tidak melihat dengan seksama kalau dia yang memelukku, aku bahkan tidak memeluknya sama sekali, itu terjadi saat aku sedang mengambil cincin yang kupesan di toko perhiasan, lalu dia datang begitu saja menghampiriku dan melihat inisial A yang terukir di cincin itu, jadi dia tahu aku membeli cincin dengan inisial A itu bukan karena aku memberikan cincin itu padanya tapi karena dia yang membuntutiku dan melihat cincin itu. Itulah sebabnya saat kau pulang berbelanja dengan Tante Vallen, Aleta sudah tidak ada di apartemen, itu karena aku meminta mama untuk mengusirnya karena aku tidak mau sesuatu terjadi pada hubungan kita."
Mendengar penjelasan Kenzo, perasaan Cleo pun dipenuhi kebimbangan. 'Benarkah yang dia katakan?' gumam Cleo sambil memandang ke arah depan dengan tatapan kosong.
"Kalian turun saja terlebih dulu," ucap Kenzo pada baby sitter Shane, baby sitter itu dan supir pribadinya lalu turun dari mobil dan menyisakan dirinya bersama Cleo. Kenzo lalu menggenggam tangan Cleo. "Tolong percayalah padaku, jika aku tidak memiliki kesempatan untuk memilikimu kembali aku akan mengikhlaskanmu menjadi milik laki-laki lain, tapi aku mohon percayalah padaku. Aku sangat mencintaimu Cleo, dan selamanya akan selalu seperti itu," ucap Kenzo sambil menatap dan mengelus pipi Cleo, dia kemudian mengecup kening Cleo.
"Aku sangat menyayangimu, sekarang turunlah keluargamu sudah menunggumu di dalam. Aku pulang dulu," ucap Kenzo lalu turun dari mobilnya. Cleo pun ikut turun dari mobil milik Kenzo lalu menatap Kenzo yang kini berjalan menjauhinya.
"Kenzo, apa benar semua yang kau katakan?"
__ADS_1